Memang gitu kerjaannya mossad wkwk karena kalo bahas agama indo paling mudah di adu domba tau dong alasannya tidak mau nurut perintah tuannya wkwkwkwkwk
Ga kapok2 ni Permadi Arya menyudutkan Umat Islam.
Liat saja pernyataan dia terkait isu yg lagi ramai soal turis asing - turis lokal dan soal isu boikot bali.
Kalimat yang sungguh provokatif dan menyudutkan:
"....... Lagian kita kan tahu itu umat mana.Bali itu terkenal seantero jagat dunia, gak ngaruh kalau diboikot sama segelintir umat problematik. Justru bagus kalau mereka mau jauh-jauh dari Bali! Daripada datang bawa rompi bom, takbir, duar lagi."
Kenapa harus bawa2 isu agama sampai menyebut soal Takbir juga???
Kisah memilukan seorang bayi berusia 24 hari bernama Alena menjadi sorotan di media sosial. Bayi tersebut dikabarkan sempat alami kondisi kritis dan akhirnya meninggal dunia setelah diduga dicekoki telur mentah oleh neneknya.
Informasi mengenai kondisi Alena dibagikan oleh pengguna Threads @calistaarisha.
Dalam unggahannya, ia meminta bantuan masyarakat, khususnya yang berada di Surabaya, agar Alena segera mendapatkan ruang perawatan intensif atau Neonatal Intensive Care Unit (NICU) di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.
Pemilik akun tersebut mengungkapkan bahwa kondisi Alena semakin memburuk dan membutuhkan penanganan medis intensif.
βAssalamualaikum semua temen yang ada di surabaya mohon bantuannya buat adik alena agar bisa mendapatkan ruang nicu segera, keadaan alena makin kritis,β tulisnya dalam unggahan tersebut.
la juga memohon doa dari warganet agar bayi yang baru berusia 24 hari itu dapat kembali sadar dan memperoleh perawatan yang dibutuhkan.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, bayi tersebut sebelumnya dikabarkan mengalami demam. Telur mentah kemudian diberikan oleh sang nenek dengan alasan agar suhu tubuh bayi menjadi lebih dingin.
βSblmny si bayi demam ktany trus di cekoki tekur mentah ktamy biar adem,β tulisnya
Namun, pemilik akun mengaku memiliki kecurigaan lain mengenai penyebab demam yang dialami Alena. Ia menduga bayi tersebut mungkin telah diberikan sesuatu sebelum mengalami demam.