Temen gua kerja di salah satu BUMN Indonesia.
Dan dia cerita soal budaya rapat yang menurut dia adalah salah satu pemborosan paling absurd yang pernah dia lihat dalam hidupnya.
Setiap ada project baru, pasti ada rapat.
Dan rapatnya tidak di kantor rapatnya di luar kota. Jogja, Bali, Lombok, Bandung tergantung siapa yang dapat giliran milih lokasi.
Durasinya tiga sampai tujuh hari.
Padahal kata temen gua, substansi rapat itu sebenarnya bisa kelar dalam satu hari penuh kalau semua orang serius.
Faktanya di lapangan seperti ini.
Rapat dimulai jam 10 pagi.
Kelar sekitar jam 3 sore.
Di tengahnya ada makan siang dari jam 12 sampai jam 1.
Jadi waktu rapat produktif yang sesungguhnya kurang lebih empat jam.
Sisanya dari jam 3 sore sampai malam hari, dan seluruh hari-hari berikutnya diisi dengan jalan-jalan di sekitar hotel, makan malam di restoran enak, dan aktivitas wisata yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.
Dan yang lebih mengejutkan para bos-nya tahu persis rapat itu bisa selesai lebih cepat.
Tapi mereka sengaja tidak mempercepat.
Karena buat mereka ini bukan hanya rapat ini adalah kesempatan liburan yang dibiayai kantor dengan kedok perjalanan dinas resmi.
Ini yang perlu dikritisi dengan jelas dan tanpa basa-basi.
Uang yang dipakai untuk hotel berbintang, transportasi, konsumsi, dan segala fasilitas selama tujuh hari di luar kota itu bukan uang pribadi siapapun itu uang perusahaan, yang dalam kasus BUMN artinya uang negara, yang artinya uang rakyat.
Dan itu dipakai untuk mensubsidi liburan orang-orang yang seharusnya bekerja.
Dan ini langsung menjawab pertanyaan yang diangkat di tweet tadi soal budaya kerja Indonesia yang dianggap lambat oleh bos China.
Masalahnya bukan semata-mata orang Indonesianya malas masalahnya adalah sistemnya tidak menciptakan insentif untuk bekerja efisien.
Kalau rapat cepat selesai, tidak ada perjalanan dinas. Tidak ada perjalanan dinas, tidak ada hotel gratis. Tidak ada hotel gratis, tidak ada liburan berkedok kerja.
Jadi secara tidak sadar sistem ini justru memberi reward kepada orang yang memperlambat pekerjaan.
Bandingkan dengan kultur meeting bos China yang
Lima belas menit langsung ke inti.
Data dulu baru opini.
Tidak ada basa-basi pembuka.
Tidak ada muter-muter.
Hasilnya konkret dan actionable.
Bukan karena orang China lebih pintar atau lebih rajin secara genetik tapi karena sistem dan budaya kerja mereka tidak mentoleransi pemborosan waktu dan uang.
Intinya guys budaya kerja lambat itu bukan takdir bangsa.
Itu adalah hasil dari sistem yang secara tidak sengaja atau bahkan secara sengaja menciptakan insentif yang salah.
Selama rapat lama di luar kota tetap menghasilkan fasilitas yang lebih baik daripada rapat efisien di kantor jangan heran kalau rapatnya tidak akan pernah efisien. Sistem yang rusak menghasilkan perilaku yang rusak, bukan sebaliknya.
Guys ini berita yang kedengarannya membosankan tapi dampaknya ke kantong lo lebih nyata dari yang lo kira.
Menteri Keuangan kita baru bilang pemerintah sedang mempertimbangkan untuk melebarkan defisit APBN di atas 3 persen.
Gw jelasin dulu apa artinya buat lo yang gatau
Defisit APBN itu artinya pengeluaran pemerintah lebih besar dari pemasukannya.
Selisihnya ditutup dengan utang.
Selama ini batas defisit Indonesia adalah 3 persen dari PDB.
Itu aturan yang sudah lama jadi pegangan.
Semacam garis merah yang tidak boleh dilewati karena kalau dilewati lembaga pemeringkat internasional bisa kasih nilai negatif ke Indonesia.
Dan nilai negatif itu artinya investor kabur.
Rupiah melemah.
Bunga utang naik.
Yang ujungnya rakyat biasa yang bayar lewat inflasi.
Sekarang pemerintah sedang pikir pikir untuk lewatin garis itu.
Kenapa?
Karena harga minyak dunia sedang meledak akibat konflik Iran.
Senin lalu minyak Brent sempat menyentuh 119 dolar per barel tertinggi sejak 2022.
Kemarin naik lagi ke 100 dolar lebih.
Dan Indonesia adalah negara importir minyak.
Setiap kenaikan harga minyak APBN kita ikut terkena tekanan.
Subsidi energi membengkak.
Pengeluaran pemerintah naik.
Tapi pemasukannya tidak ikut naik secepat itu.
Jadi pemerintah butuh ruang fiskal lebih besar.
Dan salah satu caranya adalah dengan melebarkan defisit.
Tapi ini yang paling bikin gw geleng geleng dari pernyataan Pak Menkeu.
Tapi tunggu dulu.
Di saat yang sama program Makan Bergizi Gratis tetap jalan.
Bahkan diperluas.
Anggarannya 1.2triliun perhari.
Dan ada rencana naik lagi.
Gw tidak sedang bilang MBG itu salah.
Niat mulianya jelas anak anak Indonesia dapat gizi yang lebih baik.
Tapi ini yang perlu lo pertanyakan.
Di tengah APBN yang sudah tertekan karena harga minyak meledak.
Di tengah rupiah yang sudah 17 ribu per dolar.
Di tengah pemerintah yang sedang mempertimbangkan lewatin batas defisit
Program yang anggarannya puluhan triliun tetap jalan penuh.
Sementara yang sampai ke lapangan di beberapa daerah masih ada lele mentah.
Nugget beku.
Dapur miliaran yang ujungnya jadi tempat terima kiriman supplier.
Jadi uangnya keluar triliunan.
Defisit melebar.
Utang bertambah.
Dan yang sampai ke anak anaknya masih perlu banyak pertanyaan yang dijawab dengan jujur.
Ini yang paling bikin gw geleng geleng dari pernyataan Pak Menkeu.
Waktu ditanya soal defisit beliau bilang saya belum tahu masih dipikirin kali.
Dan waktu ditanya kalau Prabowo oke beliau bilang kalau perintah kan kita jalankan, saya kan cuma tangan presiden.
Jadi keputusan yang akan berdampak ke seluruh rakyat Indonesia masih nunggu lampu hijau dari satu orang.
Bukan keputusan kolektif yang sudah matang.
Bukan hasil kajian panjang yang sudah ada kesimpulannya.
Tapi masih dipikirin.
Di tengah situasi global yang sedang bergejolak.
Di tengah harga minyak yang naik turun tidak karuan. Di tengah rupiah yang sudah menyentuh 17 ribu per dolar.
Masih dipikirin.
Dan ini yang paling penting lo pahami sebagai rakyat biasa.
Kalau defisit melebar pemerintah butuh tambah utang.
Utang tambah bunga naik.
Rupiah tertekan lebih dalam.
Harga barang impor naik.
Inflasi naik.
Semua itu lo rasakan setiap kali belanja di pasar atau isi bensin.
Sementara program yang anggarannya triliunan tetap jalan.
Sementara yang memutuskan masih nunggu perintah.
Sumber: CNBC
HP lo hilang. Lo buka Find My Device dari laptop.
“Last seen: 4 jam lalu. Lokasi: Stasiun Manggarai.”
Abis itu? Udah. Nggak gerak lagi. Offline.
Yang ngambil langsung matiin internet. Cara lama yang udah biasa.
Dulu sih ceritanya berhenti di situ.
Sekarang? Nggak lagi.
Temen gue kena PHK.
HR kasih dokumen "Perjanjian Bersama Pengakhiran Hubungan Kerja."
Suruh tanda tangan hari itu juga. "Ini formalitas aja, Pak."
Dia sign. Di dokumen tertulis pesangon Rp 25 juta.
Seminggu kemudian dia ngobrol sama temen yang pernah di-PHK. Masa kerja hampir sama, gaji hampir sama. Temennya dapat Rp 73 juta.
Bedanya Rp 48 juta. Hilang karena dia sign tanpa ngitung.
Lo kena PHK? Jangan sign sebelum cek 3 hal ini:
i once ghosted a guy… in my head.
we were texting every day. good mornings. inside jokes. the kind of “this could be something” energy. then one week, he got busy. replies slowed. not dry. just… delayed.
and my brain went: here it comes.
so instead of asking, i matched the energy. took longer to reply. stopped double texting. acted unbothered. told my friends, “i’m not even that into him anyway.” (lie.)
i was literally rehearsing my men ain’t sht* monologue for something that wasn’t even about me.
a few days later, he messages:
“did i do something? you’ve been distant.”
turns out his mom was in the hospital. he didn’t want to dump it on me because he thought we were still casual. meanwhile, i almost sabotaged something gentle because i was trying to beat him to the punch.
my delusional arc? believing i could predict heartbreak before it happened.
thinking self-defense meant ghosting first.
assuming delay = betrayal.
sometimes my trust issues don’t look like suspicion.
they look like preemptive armor… fully activated… against the wrong enemy.
and yet somehow, even in my overthinking,
i keep showing up.
still hoping i get it right someday.
(Hanya cerita pengalaman)
Tengah malam di Bali, aku ngerasa laper yang emang udah gak bisa dihibur pake segentong air putih aja nih perut.
Ngekos di daerah Legian, aku naik motor ke Dimsum Inc Dewi Sri.
Karna posisi udah malem, di parkiran cuma ada beberapa motor, aku langsung lah parkir disebelah motor-motor lain yang ada deket pintu masuknya.
Udah naruh helm, udah kunci stang, udah jalan beberapa langkah menuju store.
Aku dipanggil sama kang parkirnya “pak, jangan parkir disini.”
Awalnya aku mikir mungkin itu parkir khusus karyawan. “Itu tempat mobil” lanjutnya.
DEMI ALLAH, AKU PARKIR DI DERETAN MOTOR LAINNYA, bahkan agak gak masuk akal kalo spot yang aku pake itu buat mobil.
Tapi karna aku gak mau ribut, aku tanya aku harus parkir dimana.
“Itu disana aja” dia nunjuk TROTOAR. Yap, temen-temen yang ada di Bali, pernah ke Bali khususnya Dimsum Inc, aku disuruh parkir di trotoar yang deket banget sama jalan raya.
Lagi-lagi, aku ikutin aja maunya.
Ternyata belum selesai, aku masuk storenya Dimsum Inc, duar! Aku berdiri hampir 5 menit belum ada yang nyambut.
Malah aku liat, staff kitchennya tuh nyuruh si waiter buat nyamperin aku.
WAITERNYA KAYAK KESEL??? Dengan muka kaya “aishhh males banget gua”
Tapi akhirnya aku dikasih menu dan disuruh duduk.
Gak lama, ada gerombolan bule ber 5 dateng. 2 WAITER LANGSUNG MENYAMBUT DENGAN RAMAH DAN HANGATNYA HAHAHAHAHAHAHAHA.
Disamperin, dianterin duduk, DAN LANGSUNG DITANYA MAU MINUM APA.
Setelah mereka nyajiin minum buat 5 orang itu, BARU LAH WAITER NYAMPERIN AKU NANYA MAU MINUM APA ☺️
Pas taking order juga ngeselin, dia selalu ngecut omonganku tiap aku baru selesai mention 1 nama makanan. Kaya, ini serius dikira gua gak mampu bayar kah?
Just because I order hot water buat minum? Padahal aku pesen itu karna agak pilek.
Lalu kejadian di remehkannya pun sampe akhir, sampe mau ke proses payment aku udah dadah dadah minta bill gak dikasih juga. Malah akhirnya aku harus berdiri dan nyamperin mereka.
Aku bayar, aku samperin waiter yang ngelayanin aku. Aku kasih tip Rp. 100ribu, baru deh nadanya manis sekali kakak itu. “MAKASIH YA KAK, EH SISA MAKANNYA MAU DIBUNGKUS? OH ENGGAK, SELAMAT MALAM HATI HATI DI JALAN” ☺️☺️☺️
Ke parkiran, ke motor, aku liat parkiran mereka gak keisi kendaraan apapun sampe aku pulang.
Aku dalem hati “ya Allah salah apa Baim sampe disuruh parkir menyendiri gini?” 🥲
Segembel itu kah Baim sampe dikira ga mampu memberikan tambahan sales untuk store mereka?
cowok miskin, jelek, bau, jobless, dan tampang kecanduan judol gini pasti ngerasa inferior banget di masyarakat. so they do what they do best to make themselves better: ngerendahin perempuan. pathetic 🤢
maaf bgt gabisa bales dm krn error mulu huhu. ini template2 yang biasa aku pake buat chat di linkedin yaa di modif2 dikit. disclaimer aku bukan hr, bukan recruiter, aku jg jobseeker dan cm mau bantu pake caraa yg pernah aku lakuin. smg rezeki di kalian yaaa 🩷
udah sesopan ini tapi responnya ampuuun dah. gak semua orang tau lu siapa & rules ala ala akun lu biar “dinotis” itu gmn. simply tweet lu cm lewat tl dan dia reply, dia pun ga maksa kek lu bs ignore aja, but u chose to be arrogant lmao berasa dewa kali ya org2