Saking jelek dan toxic-nya work environment indo, pekerja tuh sampai abstrak atau ga tahu tolak ukur tentang berapa layaknya upah yg harus mereka terima. Beneran piluh anjir, pemerintah anjing, company bangsat, COMBOOOO
gue dulu juga mikirnya gini. but now i realize, sometimes orang ngejauh bukan sengaja mau nyakitin, tapi karna mereka ga bisa handle conflict, takut confrontation, emotionally overwhelmed, atau emang belom punya emotional maturity buat explain their feelings properly
Inilah yang disebut “gaji berapapun akan selalu cukup,” krn kita akan selalu nemu cara untuk survive tapi efeknya apa? Hidup pas-pasan, gizi dan nutrisi terganggu, dan akhirnya gampang burnout.
Kalau ngeluh burnout, dibilang manja.
Yang seharusnya tidak mahal ;
- BUAH,
- BUKU.
- DAGING
- SAYUR Fix
- Sekolah
- Faskes
- Minyak kelapa sawit
- Seafood
Yang harusnya naik:
- Gaji
- Pasar saham
- ekonomi negara
- Daya Beli masyarakat...
Capek banget sama orang miskin ngotot "3jt cukup di jkt kalo kamu gak hedon"
KITA TUH MANUSIA, kita butuh bersosialisasi. Emang ga butuh nyumbang temen nikah? Melahirkan? Ngado temen ultah? Liburan? Beli bucket bunga temen wisuda? Lagi sedih pengen ke cafe makan manis2?
Mimpi basah WNI
- rupiah 5000/usd
- UMR 15 juta/bulan
- harga rumah layak huni 500juta cicilan 0% no bunga
- MBG di tutup selamanya
- Dana MBG dialihin jadi program sekolah gratis hingga S1
- Nikah di modalin ortu
- cuti kerja kagak di tanyain buat apa
See, the problem is everything in gynecology is a fucking torture device and no one is addressing the fact that none of it should be.
I remember reading about this as a CHILD thinking it didn’t need to be so fucking invasive and painful.