Di negara lain, makan siang sekolah umumnya dilakukan tengah hari; pukul 10 pagi bukan waktu lazim untuk school lunch. Kalau ompreng MBG kini harus dikonsumsi maksimal pukul 10 demi keamanan pangan, ini justru menunjukkan ada masalah pada desain rantai produksi, distribusi, atau penyimpanannya. Yang salah desain programnya, bukannya dibenahi, malah semua disuruh mengikuti kesalahan itu, termasuk jadwal makan siang anak diubah agar menyesuaikan keterbatasan sistem. Program makan siang, tetapi anak dipaksa makan pagi.
Ini makin gila.
💬 Ada yang merayakan kemenangan tipis, sebab satu gol itu cukup untuk membuka jalan menuju trofi.
Ada yang mengejar kemenangan karena di ujung sana, piala sudah menunggu untuk direbut dengan tangan sendiri.
Ada pula yang mati-matian mencari tiga poin, bukan demi kemewahan gelar, tapi demi sesuatu yang lebih sederhana dan tak kalah penting: bertahan hidup. Mengamankan tempat di liga yang lebih tinggi, agar musim depan tidak terasa seperti hukuman.
Sepak bola memang lucu. Satu kata yang sama—menang—bisa punya arti berbeda bagi tiap orang. Bagi sebagian, ia adalah ambisi. Bagi yang lain, ia adalah kebutuhan.
Masing-masing datang dengan tujuan sendiri, dengan kadar desperasi yang berbeda-beda.
Tapi pagi ini, izinkan kami merayakannya dengan alasan yang paling sederhana sekaligus paling menyenangkan:
KAMI JUARA
DAN TROFI ITU, HARI INI MILIK KAMI
COYG 🔴⚪️
#ARSENAL @Arsenal