Kota ini seperti sedang menumpahkan segala hal yang terlalu lama dipaksa diam.
Stay safe teman-teman. Rekaman Jogja malam ini hingga pukul 9.30 dan masih berlanjut.
#yogyakarta
Bencana dalam lima kata: Sepak Bola, Buku, Terbakar, Otoritarian, dan Negara
Pertama, menendang bola adalah hak milik semua orang. Kedua, ada yang lebih rajin membuka lahan dengan korek api dibanding membuka lahan pekerjaan. Ramashok blass.
...
Gerakan kawan-kawan di Jogja dengan kombinasi warna hijau, biru, dan merah ini indah sekali.
Matursembahnuwun sudah berkenan bergandengan erat melawan penindasan.
Saya dan kawan-kawan Sabalingga juga akan turut serta di barisan juang yang sama.
Sampai nanti, sampai menang!
Greenpeace Rilis Video Pemasangan Spanduk Protes di Bundaran HI
Greenpeace Indonesia merilis video yang memperlihatkan proses pemasangan spanduk protes di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10). Aksi tersebut bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam aksi tersebut, para aktivis membentangkan dua spanduk berwarna kuning yang memuat kritik terhadap penanganan krisis iklim dan meningkatnya beban hidup masyarakat. Salah satu spanduk bertuliskan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup”, sedangkan spanduk lainnya berbunyi “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?”.
Spanduk dibentangkan dari bagian atas monumen pada pagi hari. Enam aktivis yang terlibat kemudian turun dan menjalani pemeriksaan medis. Mereka sempat dibawa ke Polda Metro Jaya untuk pendataan sebelum akhirnya dipulangkan pada Selasa malam.
Sedulur, Jogja adalah rumah kita bersama. ❤️
Di tengah perbedaan pendapat dan aspirasi, mari tetap tenang, saling menghormati, dan menjaga satu sama lain. Menyampaikan aspirasi adalah hak, sementara menjaga keselamatan dan kemanusiaan merupakan tanggung jawab kita bersama.
Membayangkan ada keajaiban Istanbul United di sini. Garis depan jalanan di Yogyakarta berbaris massa terorganisir dengan zirah kebesaran PSS, PSIM, Persiba dsb. Di belakang teman-teman dari seluruh Universitas dengan pelindung lengkap khas gerakan Hongkong saling melengkapi.
Students and activists protested across Indonesia over rising living costs, economic concerns and forest fires linked to land clearing for palm oil plantations.