Most people picture breast milk as something simple.
White. Plain. Just food.
But this is what it looks like inside.
This is a glimpse of the inside of a breast while it is making milk.
Thousands of tiny milk making sacs, each one filling, flowing, responding in real time to a baby’s needs.
Every drop is alive.
Breast milk is not just nutrition.
It is a living, adaptive system.
It changes by the hour.
By the day.
By the age of the baby.
It adjusts for illness.
For growth spurts.
For comfort.
For survival.
Your body reads your baby’s saliva and responds with antibodies.
It knows when your baby is premature.
It knows when your baby is sick.
It knows when your baby just needs closeness.
No lab can recreate this.
No formula can copy this intelligence.
No machine can replace this connection.
This is biology at its most powerful.
This is love in liquid form.
This is the miracle happening quietly inside millions of women every single day.
And if no one has told you lately
Your body is incredible!
✨🙌🏾💫
Disclaimer: This image is AI just meant to represent what it may look like. Image by Salud Articular
Ada cerita menarik lainnya dari kisah Maryam.
Bukan soal makanan.
Bukan soal kelahiran Nabi Isa.
Tapi tentang… kurma.
Kenapa Allah menyuruh Maryam menggoyangkan pohon kurma saat melahirkan?
A Thread
My auntie didn’t struggle with infertility. She struggled with something quieter.
She married young, 21, to a man everyone described as stable. Good job. Polite. From a decent family. Within a year, she was pregnant. Everyone congratulated her like she had unlocked the next level of life.
But the pregnancy was difficult. She was constantly exhausted, dizzy, in pain. At every appointment, she said something felt wrong. Every time, she was told, “That’s normal. You’re just anxious.”
During labor, there were complications. She remembers alarms going off. Nurses rushing. Then silence.
She survived. The baby survived. After that, she was never the same.
She lived with chronic pain. Severe fatigue. She could not stand for long without feeling faint. Yet every follow up visit ended the same way. “You’re fine.” “You just need rest.” “It’s probably hormones.”
Her husband began complaining that she was not the same woman he married. He called her lazy. Moody. Dramatic. He said other women recover faster.
Years passed. She forced herself through it. Cooked. Cleaned. Smiled at family gatherings while taking painkillers in private.
In her late 30s, after collapsing at work, a new specialist finally ran proper tests.
Untreated complications from childbirth. Internal damage that had been missed for years.
She was not weak. She was not dramatic. She was not failing.
She had simply been dismissed.
Some women are told they are overreacting.
Sometimes the truth is someone chose not to listen.
BACK TO BASIC ....
ditengah gempuran warna burgundy sama coklat mahogany yg katanya akan jadi trend warna lebaran tahun ini, warna putih tetep jadi andalan buat lebaran tahun ini ✨
Buat yang mau ikut ngurus negara dibanding ngurus selangkangan selebgram, ini ringkasan isunya:
1) PKS awalnya mau calonin Anies-Sohibul Iman, Jakarta "Aman". Elektabilitasnya paling tinggi. Problemnya: perlu threshold 20% biar bisa calonin gubernur. Jadi perlu cari partai koalisi biar cukup menuhinnya.
2) Partai koalisi awalnya rencananya sama kaya Pilpres Kemarin: PKB, PKS, dan Nasdem.
3) Koalisi Indonesia Maju (KIM) ngajakin PKB, PKS, dan Nasdem ke koalisi mereka. Kata berita:
a) NasDem dikasih ancaman kasus,
b) Cak Iminnya PKB diancam lengser via konflik PKB-PBNU,
c) PKS ditawari posisi, yang udah jelas adalah wakil gubernur.
4) PKS ngumumin calon mereka ganti jadi Ridwan Kamil - Suswono, dengan koalisi raksasa total 12 partai.
***
Berhenti dulu. Ada keributan lain
5) Di luar keributan partai, ada calon independen: Dharma Pongrekun - Kun Wardana. Mereka juga problematik:
a) Ngumpulin KTP-nya pakai data curian, bahkan sampai ada anaknya Anies diklaim dukung mereka,
b) Warga prottes, pencurian data-nya udah dilaporkan ke Polisi,
c) Polisi menghentikan kasus pencurian datanya, katanya ini wewenang Bawaslu karena urusan Pilkada,
d) Padahal pencurian data itu tindak pidana umum, mestinya Polisi dan Bawaslu dua-duanya bisa jalan.
6) KPU tetap menetapkan calon independen problematik ini.
***
Kembali ke lanjutan nomor 4:
7) Presiden reshuffle kabinet: Menkumham Yasonna (PDIP) dicopot. Ingat: PDI-P belum ngumumin calon mereka.
Mereka juga terganjal threshold 20%.
8) Mahkamah Konstitusi, membuat keputusan penting:
a) Membatalkan Perubahan Batas Usia calon kepala daerah yang kemarin ramai dari Mahkamah Agung.
b) Mengabulkan gugatan Partai Buruh dan Gelora: Threshold dari 20% jadi 7.5%
9) Implikasinya:
a) Beberapa partai lain (misal PDI-P dan PSI) bisa calonin sendiri tanpa perlu cari teman,
b) Kaesang gak bisa nyalon di Pilkada.
10) Presiden langsung panggil Menkumham baru, ingat dia udah bukan orang PDI-P, tapi orang baru. Entah mau ngapain.
***
Yang krusial:
11) Hari ini DPR bakal rapat RUU Pilkada. Agendanya bikin pembahasan, kalau bisa sampai keputusan, hari ini juga.
a) Diduga untuk menganulir putusan MK dengan bikin UU,
b) Deadline pendaftaran calon kepala daerah tinggal 9 hari kalender/7 hari kerja lagi, udah mepet.
***
Ada keributan separah dan sekompleks ini dan kalian malah ngurusin selangkangan orang.
Resep Chicken Yakitori Saus Teriyaki cocok juga buat acara bakar2 tahun barumu. Sausnya bisa instan atau bikin sendiri, kalo aku lebih prefer bikin sendiri.. #masakhariini 🙌🙌
👇🏻RESEP DI BAWAH👇🏻
Hari ini ketemu org tua adopsi bayi 6 bulan. Riwayat vaksin hanya 1 kali.
Kenapa gak dilanjutkan?
“Setelah divaksin, bayinya demam. Saya jadi gak nyenyak tidur. Yauda males saya vaksin lagi dr pada saya yg gak bisa tidur”
Mengurus anak bukan hanya soal memberi makan.
Induk kucing pun memberi makan kalau hanya soal itu.
Ada tanggung jawab yang jauh lebih besar.
Kesehatan, pendidikan yang layak.
Pun sama kecewanya ketika melihat org tua “senior” mengadopsi bayi hanya dengan tujuan “supaya ada temen di rumah”.
Tetapi tidak bersiap dengan pengetahuan org tua masa kini.
Apa2 masih dikaitkan dengan “dulu saya——“