Wishlist buku (Tahun 2025)
1. Cold Blood-Truman Capote
2. Cannery Row-John Steinbeck
3. Serikat Anjing Mandiri-Mawan Belgia
4. Good Son-Jeong Yu-jeong
5. Lolita-Vladimir Nakobov
6. Upacara Kematian by Sayaka Murata
7. Orang-orang Bloomington-Budi Darma
kalau lewat, boleh minta tolong di rt ga y? aku lagi nyari kursi roda bekas, untuk ibuku dan butuh cepat sebelum tanggal 3. Barangkali ada yang jual bisa ditawarkan yaa🙏 tanggal 3 ibuku perlu kerumah sakit, dan butuh sekali kursi roda.
@tanyarlfes Iya banget lagi. Maksudnya mau skincare-an, olahraga sekalipun enggak akan merubah struktur muka. Mana bisa yang pesek berubah mancung dengan melakukan segala usaha itu🙂, yang ada glowing dalam keadaan chopped🙃
giliran ada cewek jadi korban pelecehan paling cepet maju ke depan berteriak:
“CEWEKNYA GA PAKE BAJU TERTUTUP”
“PANTESAN DILECEHIN”
“PERMEN GA DIBUNGKUS PASTI DISEMUTIN”
“MAKANAN TERBUKA PASTI DILALERIN”
“SENGAJA MENGUNDANG NAFSU”
“LAKI-LAKI NAFSUAN ITU NORMAL”
“KUCING DIKASIH IKAN MANA NOLAK”
duh nirempati bgt.
lu pikir nyaman pake pembalut? kalo bisa mah kita yg cewe2 mending ga mens deh drpd hrs ngerasain sakit perut kek mau copot gt.
ini lg soal pembalut. lu tuh cowo anjg. pake jg engga, ngatur mulu. yeu belegug.
not trying to be an elitist or anything but im always curious how people could have time to spare reading bookslops when there are tere liye, pidi baiq, jerome polin, henry manampiring, not to mention ika natassa, marchella fp, raditya dika, etc etc to choose from!
No offense but if by reading these authors didn’t make you socioeconomically aware enough to not tweet this, doesn’t that nullify the point you’re trying to make? You have the privilege to see the world through many different windows, but you choose to draw the curtain close.
Miris lihat pembaca yang bacaannya sudah diverse begini tapi masih gagal memahami kalau bisa membaca karya para penulis ini (atau bahkan sekedar menemukannya di perpus/toko buku) adalah suatu bentuk privilege yang sedihnya ga semua pembaca punya.
@meneiamen Taste is also shaped by socio-economic circumstances.
Orang awam (miskin kota, misal) gak ada jembatan untuk kenal penulis2 yg kakak sebut, gak di sekolah, gak di rumah, gak di mana pun. Mungkin kalo beruntung masuk kuliah, baru bisa liat buku itu di perpustakaan #pengalaman