Laporan dari netizen: Sebagai orang tua, ada baiknya selalu mengawasi anak saat bermain di playground. Setelah selesai bermain, jangan lupa membersihkan tangan dan tubuh anak untuk mengurangi risiko penularan penyakit kulit atau gangguan kesehatan lainnya dari lingkungan sekitar.
Temen gw dokter anak. 11 tahun praktek. Ratusan pasien dari bayi sampai remaja.
Gw ngeluh pas ngopi: "Anak gw manja banget. Minta gendong terus. Turun bentar, naik lagi. Turun bentar, naik lagi. Bahu gw remuk."
Dia ketawa. "Berapa bulan anaknya?"
"14 bulan."
"Itu bukan manja. Itu namanya SECURE BASE BEHAVIOR. Dan kalau lo tolak terus, lo lagi bikin kerusakan yang gak keliatan di otaknya."
Gw naruh kopi. "Kerusakan?"
Pemalsuan riset terorganisir yg baru ketahuan saat konferensi di Denmark ini jatuhnya WHITE COLLAR CRIMINAL.
Saya pun penasaran jejaring pelakunya. Di akun IG w.o.d.d sebenarnya udah di-spill nama2nya.
Tapi saya penasaran jejak digitalnya di internet. Dan ini yg saya temukan
Terlepas dari kasus ini, bisnis jurnal palsu dan ilegal kayak gini tuh perputaran duitnya gede banget, sekitar $10 juta+ dolar atau Rp163 miliar (itu baru yang ketahuan)
> skema gini namanya "paper mill"
Cara kerjanya?
> ada "perusahaan" yg jual jasa bikin riset palsu
> kamu bayar $197–$5.472 per paper
> nama kamu masuk sebagai penulis
> harga rata-rata untuk jadi penulis pertama satu paper: sekitar $800 (~Rp13 juta)
> gak ada kegiatan, gak ada data
Cara mereka bikin riset?
> sekarang udh pake AI
> ngambil data dr database publik
> jalanin proses analitik yg standar-standar aja
> intinya semua digenerate pake AI (panjang kalo ditulis semua)
Fun factnya...
> mereka punya "partner" jaringan peer review palsu juga
> satu pekerja paper mill bisa selesaikan lebih dari 30 paper per minggu
> referensi palsu juga disuntikkan ke paper untuk terlihat kredibel
> jadi seolah-olah banyak yg make tulisannya
> paper mill paling banyak beroperasi di China, Rusia, India, dan Iran
> biasanya buka jasa lewat Telegram
Anehnya Rifaldy Fajar dan Prihantini ini kan bukan dokter, bukan perawat, bukan apoteker, bukan nakes, gak pernah studi kesehatan atau kedokteran. Tapi kok bisa dapat puluhan travel grant selama 2-3 tahun di bidang spesialis kedokteran semua.(?) apa gak heran orang-orang dari sana?
pun perbuatan ini bener bener mencoreng nama baik pendidikan Indonesia loh, pendidikan kita (khususnya kedokteran) udah dipandang sebelah mata, ditambah ada pemalsuan kelas dunia begini apa ga amsyong
privilege terbesar tuh kayanya bukan warisan, tapi punya orang tua yang ga mewajibkan bulanan, ga mengharuskan bayar hutangnya, ga jadiin anaknya dana darurat, tapi malah selalu bisa bantu anaknya.
Kalau nanti kamu jadi orang tua. kamu mau gk minum dari botol anakmu sendiri?
Kalau aku sih gk mau soalnya ini kayak "Infused Water Sari-Sari Kehidupan" 😭