Hari itu, rasanya Vernon menang dua kali jauh lebih banyak dari kawan-kawan Brisingr lainnya. Selebrasi masih berlanjut di belakang sana, namun Vernon tidak menemukan keinginan di hatinya untuk dirayakan jika bukan dirayakan oleh Silas.
Sekarang Vernon kesulitan berkata-kata meski ia mau.
"B-beneran? Kamu n-nggak bohong, kan?"
Silas mengangguk mantap. Sekali lagi ia mengikis jarak di antara mereka dan membubuhkan kecup singkat lainnya pada bibir Vernon.
"Bego. Kamu tau kan aku selalu nepatin janji?"