Sakit sekali, ya Allah, melihat beruang sampai ngorek-ngorek plastik karena saking kelaparannya. ๐ฅบ Dia bahkan diberi air oleh seseorang karena kehausan di tengah kemarau.
Sangat-sangat miris. Hutan yang masih ada saja sudah membuatnya kesulitan mencari makan, apalagi ketika hutan terus dikeruk, dikikis, dan dibakar. Semakin sedikit hutan, semakin sedikit pula tempat mereka mencari makan dan tinggal.
Ya Allah, zalimnya manusia. Kelak, mungkin makhluk-makhluk ini akan menjadi saksi bagaimana mereka hidup berdampingan dengan manusia yang lalai dan abai terhadap kehidupan mereka. ๐ญ
buat kawan-kawan yang nanti demo inget ya:
celana ketat sampe kebiji-bijinya, kaos hitam, model rambut rapih no. 4 di barbershop, sepatu diskonan sport station, celingak-celinguk kaya gibran, kalo buka hp layar redup.
ITU INTEL!!
tadi dengar bapak bapak bilang "untuk semua orang orang di desa, jangan pergi belanja ke kopdes merah putih, belanja aja ke warung depan rumah. emangnya kalau kalian lagi susah siapa yang lebih dulu tolong kalian? tetangga atau negara?"
yeay antistatisme semakin relevan ๐คญ
Keselek-keselek dah, orang DIshub lagi nongkrong ada yang makan, ngopi di warung, tau-tau didatengin Kang Dedy Mulyadi, diminta balikkin uang Rp. 1,7 juta hasil pungli, bentar lagi dipecat tidak hormat loe pada. Lanjutin deh makannya sambil nangis menjerit hati klean