Perempuan juga bisa mimpi basah ?
Jawaban nya : Bisa ๐
Dalam dunia medis disebut nocturnal orgasm, yaitu orgasme saat tidur. Bedanya dengan cowok, perempuan sering ga sadar karena biasanya ga ada ejakulasi yang jelas.
Kadang cuma bangun dengan jantung berdebar, tubuh hangat, atau area intim lebih sensitif.
Dan uniknya, pemicunya ga harus mimpi vulgar. Kadang cuma mimpi romantis, dipeluk, atau merasa nyaman.
Karena pada perempuan, otak dan emosi punya pengaruh besar terhadap gairah seksual.
Jujur siapa yang baru tau hal ini ?
Ga usah panik soal hanta virus, asalkan kamu ga KEMPROH dan JOROK.
Wong virusnya aja biasanya nongol di tikus.
Cara pencegahannya tu basic banget.
Ya higienitas alias kebersihan diri.
Paham lah ya.
โKok bisa sampe kapal pesiarโ
Ya mngkin pada kemproh kali. Wkwkwwk
SIAPA YANG MASIH SUKA CELUP KANAN CELUP KIRI?
unprotected sex = musuh utama keseimbangan vagina!
Vagina normal pH asam (3.8โ4.5) buat jaga bakteri baik. Semen alkalin, langsung rusak pertahanan itu.
Risikonya: โข Bau amis + keputihan (BV) โข Infeksi jamur โข Kencing sakit (UTI) โข Risiko IMS naik
Solusinya? Pakai kondom yuk! Biar semen nggak masuk, pH tetap aman, dan Miss V happy
Ampun deh, ternyata masih banyak pendapat-pendapat BERBAHAYA begini tentang HIV.
Argumen di gambar adalah contoh argumentasi yang TIDAK TEPAT dan TIDAK berdasarkan bukti ilmiah.
Izin gue bahas satu-satu ya.
1. ๐๐ป๐ณ๐ฒ๐ธ๐๐ถ ๐๐๐ฉ ๐ง๐ฒ๐ฟ๐ฏ๐๐ธ๐๐ถ ๐ ๐ฒ๐ป๐๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ฏ๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐๐๐ฆ
Pendapat bahwa 'HIV bukan bukti utama penyebab AIDS dan korelasional' adalah pendapat yang sudah lama DIBANTAH.
Saat ini, HIV sudah berhasil diisolasi dari pasien AIDS, dikarakterisasi secara genomik, dan berhasil dikultur virusnya. Kita sudah bisa melihat persis bagaimana HIV menginfeksi sel limfosit T CD4+, mereplikasi, dan secara 'menghancurkan' sistem imun.
Sudah ada bukti penelitian yang menunjukkan kausalitas, yaitu paparan dari transfusi darah, perinatal, serta jarum suntik.
2. ๐๐๐๐ฆ ๐ฏ๐ถ๐๐ฎ ๐ฑ๐ถ๐๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ฏ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ผ๐น๐ฒ๐ต ๐ฏ๐ฎ๐ป๐๐ฎ๐ธ ๐ณ๐ฎ๐ธ๐๐ผ๐ฟ, ๐๐ฒ๐ฟ๐บ๐ฎ๐๐๐ธ ๐ธ๐๐ฟ๐ฎ๐ป๐ด ๐ด๐ถ๐๐ถ ๐ฑ๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐ธ๐๐ถ๐ป ๐บ๐ฅ๐ก๐
Kondisi kurang gizi memang dapat menyebabkan semakin buruknya kondisi imun pada pasien dengan HIV, NAMUN BUKAN ARTINYA kurang gizi itu menyebabkan AIDS.
Vaksin mRNA baru pertama kali digunakan massal pada 2021, sedangkan AIDS sudah diidentifikasi sejak 1981. Jadi udah jelas gak nyambung sih.
3. ๐๐๐๐ฆ ๐ฏ๐ถ๐๐ฎ ๐ฑ๐ถ๐๐ฒ๐บ๐ฏ๐๐ต๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ฒ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐๐ถ๐๐ฎ๐บ๐ถ๐ป ๐ ๐ฑ๐ผ๐๐ถ๐ ๐๐ถ๐ป๐ด๐ด๐ถ
Tidak ada satu pun penelitian yang menunjukkan vitamin C dosis tinggi dapat menyembuhkan AIDS atau menggantikan ARV sebagai terapi HIV.
๐๐ฒ๐๐ถ๐บ๐ฝ๐๐น๐ฎ๐ป
Kritik ilmiah terhadap konsensus itu baik dan perlu.
Tapi kritik sebaiknya datang dengan data, metodologi, dan publikasi peer-reviewed, BUKAN dari 'kata si A', 'kata si B', apalagi sumber-sumber yang ternyata tidak terverifikasi.
Semoga bermanfaat!
HADUH! ANEH-ANEH AJA NIH!
Susu formula itu gak bisa asal kontra-kontra aja.
Ada indikasi di mana susu formula dibutuhkan loh, misalnya di kondisi ASI gak cukup atau berisiko berbahaya untuk bayi dan anak.
Izin gue jelaskan ya!
(Maaf sambil marah-marah, karena bisa berisiko untuk anak kalau pernyataan kontra sufor ini ditelan mentah-mentah!)
Jadi ada kondisi di mana penggunaan susu formula itu diindikasikan loh. Panduannya juga ada, salah satunya adalah "๐๐ฐ๐ฐ๐ฒ๐ฝ๐๐ฎ๐ฏ๐น๐ฒ ๐ ๐ฒ๐ฑ๐ถ๐ฐ๐ฎ๐น ๐ฅ๐ฒ๐ฎ๐๐ผ๐ป๐ ๐ณ๐ผ๐ฟ ๐จ๐๐ฒ ๐ผ๐ณ ๐๐ฟ๐ฒ๐ฎ๐๐-๐ ๐ถ๐น๐ธ ๐ฆ๐๐ฏ๐๐๐ถ๐๐๐๐ฒ." Kondisi tersebut antara lain:
1. ๐๐ฎ๐๐ถ ๐ฏ๐๐๐๐ต ๐๐๐๐ ๐ณ๐ผ๐ฟ๐บ๐๐น๐ฎ ๐ธ๐ต๐๐๐๐ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐ฏ๐ถ๐๐ฎ ๐ฑ๐ถ๐ด๐ฎ๐ป๐๐ถ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ผ๐น๐ฒ๐ต ๐๐ฆ๐
- Galaktosemia klasik, di mana bayi butuh formula bebas galaktosa. Kalau dipaksakan diberikan ASI, maka bayi bisa mengalami berbagai kondisi meliputi gagal hati, kerusakan otak, bahkan kematian dalam hitungan hari, dengan angka kematian tinggi mencapai 75% tanpa terapi.
- Maple syrup urine disease, dimana bayi butuh formula bebas asam amino leusin, isoleusin, valin.
- Fenilketonuria (PKU), dimana bayi butuh formula bebas fenilalanin.
2. ย ๐๐ฎ๐๐ถ ๐๐ฎ๏ฟฝ๏ฟฝ๏ฟฝ๏ฟฝ๐ด ๐ฏ๐๐๐๐ต ๐ณ๐ผ๐ฟ๐บ๐๐น๐ฎ ๐๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐ด๐ฎ๐ถ ๐๐๐ฝ๐น๐ฒ๐บ๐ฒ๐ป ๐๐ฆ๐
- Bayi berat badan lahir sangat rendah (BBLSR) (<1500 g) atau prematur <32 minggu.
- Bayi risiko hipoglikemia yang tidak respons ASI optimal
- Bayi dengan dehidrasi berat, hiperbilirubinemia berat, atau penurunan BB >8-10% yang tidak teratasi dengan ASI.
3. ๐๐ผ๐ป๐ฑ๐ถ๐๐ถ ๐ถ๐ฏ๐ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ฒ๐ป๐ด๐ต๐ฎ๐ฟ๐๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฝ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ฎ๐ป ๐๐๐๐ ๐ณ๐ผ๐ฟ๐บ๐๐น๐ฎ
-Ibu sakit berat, misalnya sepsis atau penyakit lain yang tidak memungkinkan menyusui)
-Ibu yang konsumsi obat atau dalam terapi tertentu (kemoterapi, radioaktif, psikotropika tertentu)
-Ibu HIV+ tanpa ARV pada konteks di mana formula AFASS (aman, feasible, affordable, sustainable, safe) โ rekomendasi WHO
-Ibu HTLV-1/2 positif
INGAT! Ada perbedaan fundamental antara "mengutamakan ASI " dengan "menolak sufor pada bayi yang butuh secara indikasi medis".
Ibu yang milih ASI eksklusif itu hebat.
Ibu yang memilih sufor karena indikasi medis juga sama hebatnya.
Dua-duanya adalah ibu yang berjuang buat anaknya.
Yang gak hebat cuma satu yaitu orang yang menyebarkan framing tanpa bukti ilmiah terus bikin ibu-ibu lain merasa bersalah padahal anaknya memang butuh susu formula karena kondisi tertentu.
Dulu pendahulu2 saya berjuang mengajarkan dukun bayi terkait pentingnya pencegahan tetanus, pemberian vit K, imunisasi, dll. Terus sekarang saat dunia medis uda makin maju, malah muncul kelompok anti establishment yg seolah ngajak kita kembali ke โtitik nolโ dunia medis
Fakta Pahit: Antibiotik Tidak Berdaya Melawan Flu Kalian!
Tahukah Kamu bahwa sekitar 80% hingga 90% kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan hidung tersumbat disebabkan sepenuhnya oleh infeksi virus, bukan bakteri? Karena antibiotik dirancang khusus hanya untuk membunuh bakteri, mengonsumsinya saat Anda terserang virus bukan hanya sia-sia, tetapi juga berbahaya karena dapat memicu resistensi kuman di masa depan. Gejala-gejala yang Anda rasakan sebenarnya adalah tanda bahwa sistem imun sedang berperang, sehingga kunci pemulihannya adalah istirahat total dan hidrasi yang cukup, bukan resep obat keras yang tidak tepat sasaran.
dr. Ayman Alatas SpMK
Ancaman Serius di Balik Lonjakan Kasus Campak
Peningkatan kasus campak di Indonesia saat ini tidak boleh dipandang sebelah mata hanya sebagai penyakit demam dan ruam biasa, karena virus ini membawa risiko komplikasi saraf yang fatal, mulai dari ensefalitis akut hingga Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE). Ensefalitis atau radang otak akut dapat terjadi segera setelah infeksi, memicu kejang, koma, hingga kerusakan otak permanen. Sementara itu, SSPE jauh lebih โlicikโ karena merupakan peradangan otak progresif yang baru muncul bertahun-tahun setelah sembuh, di mana virus yang tertidur di sistem saraf kembali aktif dan merusak fungsi kognitif serta motorik secara drastis hingga berakhir pada kematian. Mengingat kedua komplikasi ini tidak memiliki obat spesifik, vaksinasi lengkap adalah satu-satunya benteng pertahanan krusial untuk mencegah ancaman saraf yang mematikan ini di masa depan.
dr. Ayman Alatas SpMK
DYSPAREUNIA (PAINFUL SEX)
LETS TALK ABOUT PAINFUL SEX WITHOUT SHAME BECAUSE SEX IS NOT MEANT TO HURT
IT IS MORE COMMON THAN YOU THINK.
READ. SHARE. REPOST
When Pleasure Hurts: A Womanโs Body Is Speaking, and We Must Listen
There is a story many women carry quietly, and it begins in a bedroom and ends in silence. It is the story of pain where pleasure is expected, and of endurance where joy should live. Dyspareunia is the name medicine gives to painful sex, and yet the experience itself has existed long before we learned to label it. As a gynaecologist, I say this without apology and without whispering: sex is not meant to hurt, and when it does, the body is not being dramatic, it is being honest. According to the guidance of the Royal College of Obstetricians and Gynaecologists(RCOG), painful sex should never be dismissed, because pain is often a message, and messages deserve interpreters, and interpreters deserve time.
Sometimes the pain waits at the doorway of the vagina, like a guard refusing entry, and sometimes it hides deep inside the pelvis, like a secret with sharp edges. Superficial pain may come from dryness, from infections, from conditions of the vulva, and from the quiet hormonal changes of menopause or breastfeeding, when oestrogen slips away like a lover who forgot to say goodbye. Deep pain, however, may whisper the names of heavier things: endometriosis, pelvic infections, fibroids, ovarian cysts, or adhesions, and these are not small matters, even when they are spoken of in small voices.
But the body does not live alone, it shares space with memory and fear and culture. And so pain is not always only physical. Anxiety tightens muscles. Past trauma writes itself into tissue. Relationship stress creeps into nerves. Cultural shame sits heavily on the pelvis. The muscles clench not because they are stubborn, but because they are afraid. This is why silence is dangerous, and why secrecy delays healing. Many women think, This is normal, and so they endure. And endurance becomes habit. And habit becomes harm. Painful sex erodes self-esteem, strains love, dulls desire, and leaves emotional bruises that cannot be seen on a scan, yet they are real, and they are heavy.
It is also important to name things properly, because language shapes understanding. Dyspareunia means intercourse is possible, but painful, often because something medical can be found and treated. Vaginismus, on the other hand, is when the vaginal muscles tighten without permission, when the body says no even if the mind says yes. Dyspareunia says, 'Something hurts.' Vaginismus says, 'I am protecting you.' And sometimes, they walk together, hand in hand, pain and fear, feeding each other.
Care, when it is done well, begins with listening, and continues with gentle examination, and then with tests when needed, and imaging when the pain lives deep.
Treatment may look like lubricants or vaginal oestrogen for dryness, antibiotics for infections, hormonal therapy for endometriosis, physiotherapy for tense pelvic muscles, and counselling when fear or trauma is part of the story. This is not indulgence; it is medicine. This is not weakness; it is wisdom.
So let us say it clearly, and say it loudly, and say it without embarrassment: painful sex is common, and medical, and treatable. You are not broken. You are not abnormal. You are not overreacting. Your body is speaking, and it is speaking in the language of pain, and pain is a language we must learn to understand. Because pleasure should not require suffering, and love should not demand endurance, and silence should never be the price a woman pays for intimacy.