Ingatlah ini dalam sejarah: Iran menjadi negara pertama yang menembak jatuh F-35.
Ingatlah ini dalam sejarah: Iran menjadi negara pertama yang mempermalukan AS di Selat Hormuz, membuat mereka tak berdaya dan membutuhkan bantuan.
Ingatlah ini dalam sejarah: Iran menjadi negara pertama yang mengubah "Iron Dome" menjadi peluru yang tertembus.
Ingatlah ini dalam sejarah: Iran menjadi negara pertama yang memberikan pukulan serius kepada sebagian besar pangkalan militer Amerika di kawasan tersebut.
Ingatlah ini dalam sejarah: Iran, dengan mempertahankan tanah, pengetahuan, dan geografinya, telah mendapatkan rasa hormat dari dunia.
🇮🇷 Iran adalah kekuatan nyata di lapangan di Timur Tengah.
Allahuakbar 🇮🇷🇮🇷🇮🇷🇮🇷 @SupremeLeaderI
Selengkapnya bergabung di group WhatsApp detik satu com : https://t.co/owhJJNOy08
4/ Kalau ini, kartun yang nge-troll (mengejek), pasalnya F35 yang digadang2 jet tempur tercanggih di dunia dan tdk bisa dideteksi radar, ternyata bisa ditembak Iran.
https://t.co/EH3pFm6qah
🚨 F-35 bukan hanya jet tempur.
Ini adalah janji kecanggihan tiada tara senilai 400 miliar dolar.
30 tahun proses pembuatan. Inilah program senjata termahal dalam sejarah manusia, dibangun di atas satu gagasan: musuh tidak dapat melihatnya.
Tapi.. kemarin, Iran mampu menemukan jet 'siluman' ini dengan sensor panas. F-35 bersinar. Teknologi 'siluman' memang menyembunyikan jet itu dari radar.
Namun, jet itu tetap mengeluarkan suhu panas. Saintis Iran dengan ilmu fisika mampu melacaknya.
IRGC merilis rekaman deteksi F-35 tersebut. Seluruh dunia menyaksikan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, F-35 terkena tembakan dalam pertempuran.
@wiseadvicesumit
Briking Nyuuus...!!!
Pernyataan fenomenal Dubes Iran di PBB terkait serangan ke pangkalan militer AS di Timur Tengah...
Iran tidak mencari perang
Iran tidak mencari eskalasi
Tapi iran tidak akan menyerahkan kedaulatannya
TRUMP PENING! Update situasi perang Iran vs AS-Israel, ya Sobat. Hari ketiga, konfliknya lagi panas-panasnya. Saya coba rangkum berdasarkan info terkini, straight to the point, tapi tetap real. Simak yuk!
Pertama, negara-negara Teluk (Saudi, UAE, Kuwait, Bahrain, Qatar) yang biasanya jadi sekutu dekat AS, saat ini sedang merasa kena getahnya dengan parah. Iran meluncurkan ratusan rudal balistik dan drone ke arah mereka. Sudah ratusan upaya intercept (mencegat rudal/drone di udara), tapi amunisi pertahanan udara mereka, kayak Patriot atau THAAD mulai tipis banget karena serangan nyaris nonstop.
Yang bikin mereka kesal, AS ternyata lebih memprioritaskan melindungi Israel dulu. AS kirim jet, bom, dan membantu intercept buat Tel Aviv, sementara negara-negara teluk merasa ditinggal AS. FYI, mereka memang sangat bergantung dengan AS buat recharge stok amunisi, tapi sekarang ini, kondisi seperti mengalami "nightmare" karena pertahanan bisa jebol kalau gini terus.
Beberapa analis bilang mereka mungkin terpaksa counter rudal-rudal itu tanpa bantuan AS sendiri biar gak keliatan lemah. Aslinya pening tujuh keliling. Apalagi yang diserang Iran sebenarnya kan kepentingan AS yang ada di negara tersebut.
Kedua, di AS sendiri sedang ribut internal. Pentagon melakukan briefing ke Kongres: mereka ngaku gak ada bukti intelijen bahwa Iran punya rencana menyerang AS lebih dulu. Jadi, serangan AS-Israel ke Iran itu merupakan "pre-emptive", karena ketakutan atas ancaman rudal dan proxy Iran. Ya, sekadar khawatir, bukan karena bukti atau evidence imminent attack ke US forces. Sekadar memenuhi ketakutan dan kekhawatiran, alih-alih bukti kongkrit.
Hal ini bikin Demokrat marah. Mereka menyebut ini "war of choice" ala Trump. Publik juga geram. Demo-demo mulai muncul, orang protes kenapa duit pajak buat perang mahal gini, sementara ekonomi lagi susah. Coba deh Googling, berapa hutang AS saat ini. Parah lho, lebih parah dari Indonesia🙄
Trump bilang operasi ini membutuhkan waktu 4-5 minggu (atau lebih lama). Pentagon coba tenangin: "Bukan endless war." Tapi publik AS dan terutama kubu Demokrat masih meradang, karena sudah 6 tentara AS tewas dalam serangan balasan Iran di Kuwait.
Ketiga, Uni Eropa—Inggris, Prancis, Jerman—tegas nolak ikut perang langsung. Mereka keluar joint statement: kecam serangan Iran ke kawasan, tapi ga mau gabung serang Iran. Dorong diplomasi dan negosiasi aja. "Lu yang berbuat, ngapain gue ikut tanggung jawab", mungkin gitu bahasanya, ya.
Meski begitu, Inggris kasih izin AS memakai base di Cyprus dan Diego Garcia buat operasi defensif (intercept rudal), tapi UK nggak kirim jet atau pasukan buat ngebom. Prancis dan Jerman juga main aman, khawatir konflik melebar ke Eropa atau bikin harga energi meledak.
Mereka bilang dukung sekutu tapi ga mau terlibat full-scale war. Ya begitulah...
Terakhir, Iran tetep ngegas rudal balistiknya—salvo besar ke Israel, Gulf, dan target AS, seolah stok gak abis-abis. Mereka menutup Strait of Hormuz (jalur minyak super vital), bikin harga minyak dunia naik gila-gilaan.
Dugaan kuat: China dan Rusia bantu suplai diam-diam. China lagi proses deal menjual CM-302 supersonic anti-ship missiles (carrier killer), plus komponen dual-use buat rudal.
Rusia kirim tech radar, air defense, mungkin shoulder-fired missiles. Ini bikin Iran tetep kuat meski kena 2000+ bom dari AS-Israel, termasuk strikes ke Tehran dan leadership.
Bagaimana Trump tidak pening?
Ayo lanjut tilawah lagi, bulan Ramadan nih, kan.
BREAKING: NETANYAHU TARGETED BY IRGC - HIS FATE REMAINS UNKNOWN
“Iran’s IRGC says its latest missile attack targeted the Netanyahu’s office and the location of the Israeli Air Force commander in a “surprise” strike.
It claims Netanyahu's fate is “unclear” following the attack.”
Source: @clashreport
🚨🇮🇷🇶🇦 NEW: The Qatari Foreign Ministry says Iran's attacks against it 'cannot be left without retaliation'
Minutes after the statement, Iran fired 10 extra missiles at Doha...
lol
🇰🇼 🇺🇸⚡️🇮🇷 Pesawat tempur Angkatan Darat AS lainnya jatuh di Kuwait / CNN
Kementerian Pertahanan Kuwait mengatakan bahwa beberapa pesawat Amerika jatuh.
Catat: Bukan Satu atau Dua.
Seiring berjalannya waktu, akan ada lebih banyak gambar atau video.
Ketangguhan bangsa Persia dalam perang itu bukan cerita kemaren sore.
Tapi sudah melegenda,jauh sebelum kalender masehi dimulai..
Ini bukan gaza ges !
👌
Iran Kecolongan?
Tadi malam, dalam kondisi sebenarnya udah ngantuk banget (dan hampir saya matikan tuh laptop, mau tidur aja karena sudah 10 menit lewat waktu yang dijanjikan, pihak TV belum menghubungi lagi), saya dihadapkan pada pertanyaan yang menggelitik.
Intinya begini, narasumber yang lain menyebut Iran "kecolongan" karena tidak bisa menjaga pemimpinnya. Lalu host mengkonfirmasi ke saya, menanyakan pertanyaan yang -saya pikir- juga ada di benak banyak orang, "Bukankah seharusnya pemimpin dengan level setinggi itu penjagaan keamanannya sangat ketat?"
Saya sebelumnya sudah menyimak pernyataan tokoh politik senior Iran, saat ini menjabat Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani yang menyatakan bahwa Ayatullah Khamanei memang tidak mau diminta bersembunyi. Memang beliau yang maunya tetap bertahan di tengah masyarakat (rumah dan kantor beliau ada di dalam gang, di tengah kota Teheran).
Beliau bilang, baru mau ke bunker kalau semua warga Iran juga dapat kesempatan berlindung ke bunker.
Berkali-kali sebelumnya saya juga melihat video-video yang menunjukkan beliau berdoa, memohon kesyahidan. Suami saya, dulu banget, saat masih kuliah di Iran, pernah ikut i'tikaf di masjid, lalu diumumkan, "Rahbar minta diaminkan doanya." Jamaah i'tikaf ya nurut aja, amin.. amin.. Eh, kemudian ketahuan, doa beliau adalah doa minta segera disyahidkan.
Jadi, ya memang begitulah mental kebanyakan orang Iran, ingin mati syahid. Tapi, beda dengan syahid ala jihadis Wahaboy, harapan akan kesyahidan dipandu oleh kesadaran kritis, yaitu pemahaman geopolitik dan kegigihan mencapai kemajuan iptek, terutama pembuatan senjata untuk membela diri saat musuh menyerang.
Cuma, masih ada pertanyaan tersisa di benak saya, "Ya tapi kan harusnya langit Teheran dijaga dong, biar ga ada rudal atau jet tempur masuk?"
Di TV saya cuma bisa bilang, serangan ini kejutan, karena serangan terjadi saat negosiasi masih berlangsung, dan Menlu Oman di TV bahkan mengungkap, Iran bersedia menyimpan nol cadangan uranium yang diperkaya [yang berpotensi dijadikan bom]. Namun dalam waktu singkat, meski Pemimpin Tertinggi gugur, Iran mampu memberikan serangan balasan.
[Serangan terhadap kediaman Ayatullah Khamenei jam 8.30 pagi, serangan balasan dimulai 11.00 pagi waktu Iran]
Setelah diskusi dengan beberapa kawan, akhirnya ketemu jawaban yang lebih detil. Narasi bahwa “Iran kecolongan karena gagal mengintersep” adalah penyederhanaan yang keliru. Dalam perang modern, tidak ada sistem pertahanan udara yang 100% sempurna. Amerika gagal mencegah serangan 9/11 [dengan mengikuti klaim mereka bahwa Al Qaida yang menabrakkan pesawat ke Twin Tower], Israel tetap kebobolan sebagian roket Iran (bahkan juga roket Hamas) meski punya Iron Dome. Arab Saudi tidak mampu mencegat drone Ansharullah Yaman saat serangan Aramco 2019.
Kegagalan intersep [mencegat] bisa disebabkan oleh serangan multi-vector yang kompleks, faktor kejutan, infiltrasi intelijen, atau celah teknis. Menyimpulkan “lemah” atau "kecolongan" dari satu kegagalan adalah falasi "hasty generalization" (generalisasi yang terburu-buru).
Begitu juga, klaim bahwa terbunuhnya Ayatullah Khamenei adalah gara-gara kebocoran intelijen yang artinya "rezim tidak solid" atau lemah, juga generalisasi yang tergesa-gesa. Faktanya, semua negara mengalami infiltrasi: CIA beroperasi di Rusia, Mossad di berbagai negara, dan intel Rusia maupun China juga menyusup ke Barat. Dan... intel-intel Iran juga ada di Teluk. Makanya Iran menggempur sebuah hotel mewah di Dubai karena mendapatkan info bahwa tentara-tentara AS dievakuasi ke sana.
Terakhir, penyebab terbunuhnya Ayatullah Khamenei juga masih belum pasti, apakah jet tempur masuk ke wilayah Iran, atau rudal yang ditembakkan dari luar Iran. Jika rudal dari luar Iran, penjelasannya begini (kata teman saya):
Misil yang ditembakkan dari luar perbatasan masih jadi problem buat semua militer, bukan cuma Iran. Jika rudal itu dikirim dari Suriah, Bahrain, atau Irak, jaraknya sudah terlalu dekat. Misil sudah dalam posisi aktif untuk bisa dicegat. Apalagi (lihat peta), pangkalan militer AS ada di sekeliling Iran, serangan bisa berasal dari mana saja, sulit diduga, dan wilayah Iran sangat luas. Tidak mungkin menjaganya 100% tanpa bisa ditembus.
Sebaliknya, misil dari Iran menuju Tel Aviv, bisa ditembak di Yordania, UAE, dll, karena belum masuk posisi aktif (masih meluncur) jadi lebih mudah dijatuhkan. Itulah sebabnya, jika misil Iran sudah masuk fase aktif, bahkan Iron Dome dkk juga tidak bisa menangkis.
Apapun juga, intinya: Iran sudah (dan sedang) melawan sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya. Kematian pemimpin dan para komandan militer adalah bagian dari resiko perjuangan mereka. Kesyahidan (yang rasional) menjadi impian bagi mereka.
YANG SALAH ITU: menyalah-nyalahkan korban. Justru harusnya, terus berfokus ke si pelaku: AGRESI terhadap negara berdaulat adalah salah, melanggar Piagam PBB pasal 2, dan pihak yang diserang berhak untuk membalas (Piagam PBB pasal 51).
Ini juga berlaku dalam cara kita memandang Palestina. Meski di sana ada friksi internal, ya sudah, itu urusan mereka. Selalu ingat bahwa yang salah itu ISRAEL; penjajahan Israel harus segera dihentikan. Jangan malah berkata, "Ya gimana kita mau bantuin? Mereka aja berantem satu sama lain?!"