Buat yang ga ngikutin tweetwar antara orang China dan Turki:
> Pertama, perlu kita sepakati dulu kalau ini lebih legendaris daripada tweetwar Indonesia vs Estonia 😂 https://t.co/LNARWNtcOB
> Berawal dari netizen Turki randomly posting konten rasis. Lalu dibales orang China dengan meme ngeledekin bendera Turki pake gambar patrick https://t.co/kVyBnKLHFg
> Orang Turki bales dengan meme serupa. Eskalasinya makin panas ketika orang Turki buka kotak pandora dengan mention Xinjiang dan Turkestan. Netijen China menghantam orang Turki dengan truth nuke mitos nasionalisme Turki pasca Ottoman. https://t.co/As6L0T896L
> Apa sih mitos nasionalisme Turki itu? Summary: Pasca Ottoman jatuh, Turki kehilangan identitas persatuan. Arab? Ntar digilas Pan-Arabisme. Eropa? Mana mau mereka. Akhirnya Attaturk ambil identitas Pan-Turkisme biar negaranya gak bubar.
> Truth nuke tersebut sangat brutal karena langsung menyerang identitas sebuah bangsa. Kalau netijen turki rasis = nyerang identitas individu. Kalau netijen China langsung pake sejarah buat nyerang identitas satu bangsa. Thus why, Truth nuke. https://t.co/As6L0T896L
> Orang Yunani joined the tweetwar. Yunani punya perasaan spiteful karena berada di bawah kekuasaan Ottoman begitu lamanya sampe kehilangan kelas elit. Ketika lepas dari Ottoman, karena Yunani gaada kelas elit jadinya dipimpin oleh aristokrat Jerman King Otto of Bavaria. https://t.co/18crBazTEz
> Orang Iran joined the tweetwar. Mitos nasionalisme Turki yang dibuka sama netijen China tadi juga ternyata juga trigger orang Iran. Turki selalu menggunakan mitos Turkic satu bangsa monolith. Sering digunakan untuk nyenggol Turkic di Mongol, di Xinjiang, bahkan di Iran. Padahal Turkic itu bukan identitas tunggal. https://t.co/GQHqZpTrOa
> Udah kayak ranked matchmaking anjir 😂. Brutally mauled sampe balik lagi jadi Sickman of Europe ini Turki.
Ga kebayang kalau ada tweetwar antara netijen Indo dan Cina akan sebrutal apa hot-takesnya 😂😂