btw dalam antropologi, historically speaking, bayi itu ga dirawat eksklusif oleh ibu sendiri.
justru manusia berevolusi dalam pola alloparenting, bayi dirawat bukan cuma oleh ibu, tapi juga ayah, nenek, saudara, kerabat, dan anggota kelompok.
konsep ibu harus handle semua sendirian, bukan default biologis manusia. makanya ga heran kalau ibu zaman sekarang gampang burnout, krn mereka diminta ngerjain kerja yang dulunya dibagi ke 4-5 orang, sendirian.
that’s why I believe, “It takes a village to raise a child”itu bukan sekadar pepatah, krn itu literally gimana spesies kita survive selama ratusan ribu tahun.
gue baru tau, ternyata orang-orang yang menghilang dari sosmed itu mereka gak sama sekali ngilang, mereka tetep scroll sosmed, cuma mereka gak berinteraksi sama siapapun
udh jelas hidup di negara ring of fire dmn bencana udh pasti bakal terjadi. tapi mitigasi nya ga diprioritasin, anggarannya minim, trs yg diminta to take responsibility malah rakyatnya. lanjutin aja terus wo mbg lu, biar kiamat dluan indonesia ini
bias kamu martin ya? aku boleh minta tolong ga? martin itu biasku, aku udah ngebiasin martin dari mereka belum debut sampe sekarang. selama ini aku tahan tahan pas kamu ngepost martin, aku cemburu lebih tepatnya aku gak suka ada yang ngebiasin martin
Daftar gym mahal, PT mahal, dokter gizi mahal, buah mahal. Yang accessible emang cuman sayur aja buat serat. Sejauh ini makanan bertepung dan manis lebih terjangkau. Kyak gini aja POLITIK loh
guys,
- tali BH keliatan itu normal
- pakai pembalut itu normal
- bawa pembalut di tas itu normal
- noda darah haid di celana itu bisa kejadian dan normal
- beli pembalut di kasir itu normal
- bulu badan tumbuh itu normal
- punya stretch marks itu normal
- jerawatan itu normal
- nggak selalu tampil cantik/rapi itu normal
- nangis karena hal kecil itu normal
- bilang “aku lagi capek” itu normal
being a woman is literally just having a body. please let women exist without making everything embarrassing.
Covid kerasa nggak ada apa apanya dibanding kondisi Indonesia sekarang. At least waktu itu Pemerintah "ada". Sekarang, mereka salah satu bencana itu sendiri.
Hidup di tengah tengah ring of fire tapi pemerintah buta sama 'public safety alert' tuh ngehe banget anjrit, wdym we got most of the update bencana bencana alam ini dari akun akun gede di sosmed???? Wallahi wallahi