Punya pasangan yang dikit-dikit marah karena hal kecil tuh rasanya sedih ya? Kayak hal sepele yang sebenernya bisa diobrolin baik-baik tapi malah membuat kita berada di posisi yang selalu bikin salah. Kan nggak enak, ya?
Punya pasangan yang menerima aku apa adanya itu bikin diri ini selalu berusaha menjadi lebih baik lagi, bukan malah terlena membiarkan kebiasaan buruk. Malu rasanya dimaklumi terus.
Aku tak menginginkan pasangan yang serba sempurna. Yang kuinginkan ialah pasangan yang meskipun dengan kekurangan dan keterbatasannya, aku bisa mencintainya dengan mudah.
Ketika ditanya pacar, "kamu kok mau sama aku, kan aku jelek gini?"
Aku hanya bisa tersenyum. Karena bagiku ya dia ganteng, yang lebih penting apa yang telah dia lakukan untukku dan bagaimana dia memperlakukan aku.
Yang lebih ganteng banyak, yang lebih baik belum tentu ada lagi.
Quality time sebenernya menurut gue adalah ketika sebelum tidur saling menanyakan
"kamu hari ini ngapain aja? Cerita dong"
Daripada tiap menit nanyain mulu.
Rasanya bahagia banget di bus ngeliat masih ada orang yang scrolling timlin twitter :”
mungkin dia udah bosan dengan ig live orang tiduran doang padahal yang nongton cuma atu