sex is cool but have you ever had someone give you so much emotional safety that you were able to break down & process trauma right in front of them without fear of being judged or ridiculed?
i think gagal di umur 20-an itu normal. we’re probably supposed to have quite a lot of “jatah gagal” di fase ini. dan menurutku, instead of being afraid of failure, we should learn to EMBRACE it.
aku percaya sama hukum tabur-tuai dan sebab-akibat. jadi ketika aku mengalami kegagalan, aku berusaha untuk tetap mencari apa yang bisa kupelajari dan apa sisi baiknya (meskipun jujur, kadang SUSAH banget). dan sebisa mungkin, aku tetap mau berbuat baik.
embracing failure bukan berarti kita harus selalu optimis, selalu positif, atau pura-pura baik-baik aja. aku juga kalau gagal bisa sedih, down, questioning my life path, questioning the choices and decisions i’ve made, bahkan mempertanyakan kemampuan diri sendiri. but.. i think that’s okay??? we’re allowed to grieve the things that didn’t work out.
tapi setelah semua itu, aku selalu berusaha buat percaya lagi: mungkin sekarang memang lagi ada di fase menguatkan pondasi.
Gw berani bilang bahwa Habibie punya visi politik yang jauh lebih jelas dibandingkan para aktivis Reformasi.
Ideologi para aktivis Reformasi itu seperti ini:
1. Gulingkan Orde Baru
2. ????
3. Indonesia Emas 2045
Sementara Habibie, setidaknya sebelum Krismon 1997, punya visi yang sama sekali berbeda:
1. Ciptakan pabrik-pabrik IPTEK raksasa yang menciptakan uang raksasa, lapangan kerja, dan bisnis bagi puluhan juta orang Muslim.
2. Puluhan juta orang Muslim kelas menengah yang terutama hidup di kota ini kemudian punya uang gaji dan bisnis untuk menyekolahkan anak, membangun masyarakat yang kompleks dan maju, dan menuntut perubahan.
3. Kelas menengah industri ini kemudian melahirkan intelektual-intelektual dan cendekia-cendekia Muslim yang mampu memperjuangkan visi-visi itu, membentuk organisasi, menguasai Golkar, menggulingkan ABRI dengan rapi, dan menggantikan mereka sebagai ruling class baru dan terbarukan di Indonesia.
Habibie dan mesin politiknya, ICMI, berkonspirasi supaya pada suatu hari nanti, uangnya ada, otaknya ada, kapasitas organisasinya ada, massa pemilihnya ada, dan ambisinya ada. Orang Indonesia "bodoh ber-IQ 78?" Sekolahkan dalam jumlah puluhan juta orang.
4. Indonesia Emas 2045
Pabrik menciptakan uang, uang menciptakan sekolah, sekolah menciptakan pabrik.
Masyarakat yang semakin maju dan semakin cerdas secara alami akan menuntut supaya sumber penghasilannya aman: UMR, pesangon, kepastian hukum, representasi politik, kekuasaan politik untuk menciptakan lebih banyak pabrik, lebih banyak uang, dan lebih banyak sekolah.
Mimpi ini pupus setelah Krismon 1997. IMF yang mengeteng uang yang Indonesia butuhkan untuk pulih berhasil memaksa pemerintah Indonesia, di bawah Habibie, untuk secara praktis membubarkan semua industri strategisnya dan semua kebijakan industri strategisnya. Deindustrialisasi masif pun terjadi.
Satu-satunya yang bisa Habibie lakukan setelah lengser adalah coping lewat proyek pendidikan elite seperti MAN IC, berharap bahwa generasi baru akan berhasil di mana ia gagal.
Pada zaman Reformasi dan zaman SBY, yang terjadi adalah kebalikan dari visi Habibie.
Uang ribuan triliun Commodity Boom 2000-2014 hilang dicuri oleh oligarki-oligarki raksasa dan dibawa lari ke luar negeri atau ditanam menjadi spekulasi properti di PIK dan BSD, bukannya diputar di dalam negeri menjadi pabrik, penciptaan lapangan kerja, dan pembangunan infrastruktur logistik dan energi yang diperlukan untuk menyokongnya.
Ketika kamu mengendarai motor di jalanan BSD yang mulus di sekitar ICE dan AEON, ketahuilah bahwa jalan aspal itu terbuat dari sawit.
Salah satu oligarki itu bahkan berhasil membeli Golkar dengan harga 1 triliun pada tahun 2009 dengan uang rampokannya. Sudah sangat jauh dari visi Habibie.
"Pertumbuhan ekonomi zaman SBY itu bagus" itu sebenarnya berbentuk seperti ini: nyawit raksasa. 50 juta hektar hutan dibuka, yaitu 3 kali lipat lebih besar daripada seluruh deforestasi zaman Soeharto.
Kemudian supaya rakyat tidak marah karena ribuan triliun itu hilang dicuri oligarki, disogoklah rakyat dengan subsidi bensin, bansos, BLT zaman SBY.
Deindustrialisasi masih berlanjut hingga hari ini. Rakyat Indonesia terjebak menjadi pekerja informal dan driver Gojek.
kan ada yh pertukaran plajar warga indo sm warga luar negri,knapa gk kita mencontoh programna tp yg coba ditukar tu pejabat ditukar sama warga di desa..nti pejabat ditukar sm warga yg desanya gkda listrik atw jlan rusak otomatis kan pejabat pusing gkda listrik jd mreka inisiatif mmbenahi desa tsb jd bagus..
Why do the poor make so many poor decision?
Miskin itu bkn cuma kurang harta, tapi juga bisa bikin ga mampu berpikir secara rasional (di pov non-poor)
but, try to put yourself in their shoes:
"if u re not guaranteed surviving today, then future is irrelevant"
itu juga yg menjadikan alasan bberapa negara punya social safety net: unemploy benefit, cash transfer.
makanya gw sih bisa paham istilah "kemiskinan itu dekat dengan kekufuran"
Ternyata cara buat ngebalikin motivasi yang hilang akibat burnout bukan dengan liburan mahal, tapi dengan metode ilmiah bernama NSDR (Non-Sleep Deep Rest).
pelan-pelan Pak Anies, @aniesbaswedan. Soalnya banyak yang ketabrak ini 😭
"warga yang main hakim sendiri di jalanan bukan sedang menantang hukum, tapi sedang meniru. Mereka meniru cara republik ini memperlakukan aturannya sendiri.
boleh diubah kalau mengganggu kepentingan segelintir. Ditunda kalau merepotkan pengelola negara. Dilangkahi kalau tujuannya melanggengkan kuasa.
rakyat tidak belajar dari pidato yang menggelegar. Rakyat belajar dari keputusan-keputusan negara yang dipertontonkan setiap hari."
***
kutipan artikel opini beliau di Kompas hari ini. Sumber:
https://t.co/wX6IhvCMHo
reminder, jangan terlalu all in untuk hal hal temporary yg gabisa kamu jamin longevitynya sampe2 kamu malah mengorbankan apa yg lebih longterm in your lifetime.
berlaku untuk semua konteks.
aku pernah dibilangin sama temenku, kalo lagi ngerasa kosong / lost spark tuh kuncinya mesti punya CURIOSITY terhadap sesuatu.
dari hal yang simple misalnya tertarik ngulik soal tontonan film atau series, belajar suatu informasi yang baru, atau explore lagi hobby yang sempet ketunda…
tapi paham juga sih, untuk bisa “punya” curiosity ini adalah sebuah privilege… bisa punya banyak waktu luang untuk explore sesuatu aja udah hal yang mewah buatku.
you cannot study literature without also studying history, myths and legends, religions, sometimes art and music and many more topics and this is why i love it so much i think