Lantas mengapa aku harus gelisah, sedangkan Allah telah menjamin segalanya.
Mengapa juga aku terlalu khawatir, sedangkan Allah telah menetapkan yang terbaik untuk ku dalam bentuk takdir.
Sampai sekarang aku sering pura-pura sehat, padahal setiap hari aku nahan sakit perut, sakit kepala, nyeri dada, mual, kembung, badan pegel. Belum lagi isi kepalaku yang penuh. Aku sehat, tapi tidak dengan mentalku
Saya sudah terbiasa memulai dengan 1 orang dan misal berakhir ya 0,nggak malah jadi 2 atau 3.
Jika kita tidak belajar menghargai, gimana kita bisa dihargai? Walau memang mungkin hasilnya gagal,paling tidak kita sudah pernah sepenuh dengan 1 orang saja