Kamis, 2 Juli 2026
Bismillahirrahmanirrahim. Hari ini penuh berkah. Allah bersamaku, melindungi setiap langkahku, serta memudahkan dan melancarkan segala urusanku. Aamiin Ya Rabbal Alamin.
LAGI LAGI SOAL BULLYING
Kang Subin (27) seorang perawat yang meninggal dunia setelah bertahun tahun jadi korban bullying oleh seniornya
Subin tuh seneng banget akhirnya bisa kerja di RS karena itu impiannya. Tapi keadaan mulai berubah setelah dia jadi sasaran taeum (perundungan terhadap perawat junior). Awalnya masalah muncul karena hal sepele, pas lagi duduk menerima pesanan minuman atas permintaan perawat lain, seorang senior bilang "Memangnya dia sudah pantas duduk di situ?" Sejak saat itu, Subin sering dimarahi dan dipermalukan di depan rekan kerja lainnya dan pas shift malem juga denger seniornya yang bilang "Aku bisa bikin perawat baru itu sampe kepikiran bunuh diri"
Subin berkali kali melapor ke atasan dan pihak rumah sakit, bahkan sampai menjalani perawatan psikiatri karena depresi dan insomnia. Namun tindakan yang diambil hanya pemisahan jadwal sementara, lalu ia kembali harus bertemu para senior yang sama. Saat meminta bantuan lagi, ia disebut mendapat jawaban bahwa tidak banyak yang bisa dilakukan.
Tahun 2025 dia resign, tetapi kondisi mentalnya terus memburuk. Ia melaporkan kasus tersebut ke Kementerian Ketenagakerjaan Korea, namun dari 3 orang yang dituduh melakukan perundungan, hanya 1 yang diakui melakukan bullying dan hukumannya cuma teguran. Ketiganya masih bekerja di rumah sakit yang sama sampai sekarang.
Dalam buku hariannya, Subin menulis bahwa setiap hari terasa seperti di neraka dan meminta agar para pelaku tidak datang ke pemakamannya. Setahun sebelum meninggal, ia juga menulis surat untuk dirinya sendiri:
"Aku harap setahun lagi kamu masih hidup dan hidup dengan bahagia."
Namun harapan itu tidak pernah terwujud. Kasus ini kembali memicu kemarahan publik terhadap budaya taeum dan minimnya perlindungan bagi korban di lingkungan rumah sakit Korea.
LAGI LAGI SOAL BULLYING
Kang Subin (27) seorang perawat yang meninggal dunia setelah bertahun tahun jadi korban bullying oleh seniornya
Subin tuh seneng banget akhirnya bisa kerja di RS karena itu impiannya. Tapi keadaan mulai berubah setelah dia jadi sasaran taeum (perundungan terhadap perawat junior). Awalnya masalah muncul karena hal sepele, pas lagi duduk menerima pesanan minuman atas permintaan perawat lain, seorang senior bilang "Memangnya dia sudah pantas duduk di situ?" Sejak saat itu, Subin sering dimarahi dan dipermalukan di depan rekan kerja lainnya dan pas shift malem juga denger seniornya yang bilang "Aku bisa bikin perawat baru itu sampe kepikiran bunuh diri"
Subin berkali kali melapor ke atasan dan pihak rumah sakit, bahkan sampai menjalani perawatan psikiatri karena depresi dan insomnia. Namun tindakan yang diambil hanya pemisahan jadwal sementara, lalu ia kembali harus bertemu para senior yang sama. Saat meminta bantuan lagi, ia disebut mendapat jawaban bahwa tidak banyak yang bisa dilakukan.
Tahun 2025 dia resign, tetapi kondisi mentalnya terus memburuk. Ia melaporkan kasus tersebut ke Kementerian Ketenagakerjaan Korea, namun dari 3 orang yang dituduh melakukan perundungan, hanya 1 yang diakui melakukan bullying dan hukumannya cuma teguran. Ketiganya masih bekerja di rumah sakit yang sama sampai sekarang.
Dalam buku hariannya, Subin menulis bahwa setiap hari terasa seperti di neraka dan meminta agar para pelaku tidak datang ke pemakamannya. Setahun sebelum meninggal, ia juga menulis surat untuk dirinya sendiri:
"Aku harap setahun lagi kamu masih hidup dan hidup dengan bahagia."
Namun harapan itu tidak pernah terwujud. Kasus ini kembali memicu kemarahan publik terhadap budaya taeum dan minimnya perlindungan bagi korban di lingkungan rumah sakit Korea.
setiap abis bayar cicilan tuh sedih karna uang habis kepake, tapi disisi lain ngerasa seneng karna semakin ngeliat akhir dari perjuangan debtfree ini (meskipun masih lumayan panjang)
10 hal yang harus dilakukan saat telbay :
1. JANGAN PANIK!!
Panik cuma bikin kamu salah melangkah.
2. JANGAN GALOB TULOB!
Ini yang sering bikin utang makin numpuk.
3. Catat semua hutang.
Catat nama aplikasi, jumlah tagihan, dan jatuh tempo. Hal ini biar kamu tau mana yang harus diprioritaskan.
4. Komunikasi.
Kalau memang belum sanggup bayar, komunikasikan dengan sopan. Gak mejamin semua masalah selesai, tapi setidaknya ada itikad baik.
5. NO JOKI JOKI!!
Jangan asal percaya joki pinjol, banyak yang ujung-ujungnya malah penipuan, bahkan sampe bikin hutang makin menumpuk.
6. Dokumentasi.
Kalau ada intimidasi, simpan semua bukti chat, telepon, atau ancaman.
7. Utamakan kebutuhan pokok dulu.
Makan, tempat tinggal, dan kesehatan.
8. Cari tambahan penghasilan semampunya. Sedikit demi sedikit tetap lebih baik daripada menyerah!!
9. CaritTeman.
Jangan menghadapi semuanya sendirian. Cerita ke orang yang kamu percaya bisa meringankan beban. Bisa sahabat, orang tua, kakak, adik, pacar, dll.
10. Utang memang berat, tapi utang bukan akhir dari hidupmu.
Yuk kita bangkit sama sama 💕
@iniituterus Kak semoga kakak sama keluarga selalu dilimpahkan rejeki yg banyak , bisa bayar cicilan dan ada utk hari hari , semangat ya kakkk bismillah Allah beri jalan keluarnya. Aamiin
Kututup bulan Juni ini dengan Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimmush sholihaat
Bismillah di bulan Juli banyak hal baik & rezeki melimpah datang dari segala arah untukku & keluarga, serta dijauhkan dari gangguan teror dc & fc pinjol. Keburukan menjauh, kebaikan mendekat amiin
@2026deptfree_ Hari pengeluaran agak gede dlu gpp beli beras, minyak, bawang"an yaa kebutuhan buat makan sehari hari, moga hari hari berikutnya bisa diperketat lagi KLO jajan jajanan ringan mah