@maddumpies @drian234wk@SosmedAnu padahal si istri kan jg akhirnya nglakuin apa lu tulis? tp knapa dia gak blh trus lu blh? apa hanya karena menurut lu si suami egois? padahal yg jls egois ya jwbn lu di atas
Salah satu kelebihan pak Anies dalam literasi adalah beliau mampu mengkombinasikan 4R (saya singkat demikian) dalam tulisannya dengan sangat baik.
Apa saja 4R itu?
- Realita: peristiwa personal atau sosial yang dimulai dengan adegan sederhana, momen, atau situasi konkret. Bisa jadi pengalaman atau pandangan hidup. Pak Anies biasa mengawali realita sebagai gerbang pembuka agar pembaca berada di titik sudut pandang yang sama dengan beliau
- Refleksi: mencari makna di balik peristiwa/realita. Di titik inilah, terdapat transisi dari fakta ke makna. Pak Anies kerap memberikan pandangan pribadinya melalui kalimat reflektif yang memperlihatkan kesadaran diri dan pembelajaran.
- Referensi/Rujukan: usai menyampaikan pandangannya… pak Anies tak lupa memberikan hikmah, kutipan, atau analogi. Pembaca bukan sekadar mendapatkan pandangan reflektif pak Anies, tetapi juga wawasan atau ilmu pengetahuan baru karena ada referensi terpercaya secara kontekstual.
- Renungan: sebuah penutup kontemplatif. Berbeda dengan refleksi yang cenderung menuai tanya ke diri, pak Anies juga mengakhiri tulisannya dengan sajian lembut untuk mengajak pembaca berpikir atau memiliki optimisme. Pak Anies sering menunjukkan harapan yang tersirat dari kalimat penutupnya yang tersurat.
Kombinasi 4R tadi diperkuat dengan pemilihan diksi yang berima. Kita bukan sekadar membaca teks tak bernyawa, tapi cerita bernada yang penuh jeda.
Kita tidak dibuat lelah membacanya, tetapi juga selalu penasaran dari kata pertama di kalimat awal… hingga akhirnya merasa terlalu singkat saat mencapai tanda titik terakhir.
@Geni100x So let's take those chances, embrace the unknown, and trust that the experiences we gain will shape us into something greater. The risks we take today can create the future we've always dreamed of tomorrow!
GN @Geni100x
@aniesbaswedan (cont) Saya percaya, sangat banyak anak2 muda yg butuh sosok pemimpin dan orangtua seperti Abah untuk ikut aktif berkontribusi kepada pembangunan negara, selain untuk mempersiapkan sosok 'Anies Baswesan' selanjutnya, entah itu 5, 10, atau 30 thn kedepan.