Yang lagi ramai bantu viralkan.
Negara kalah sama koruptor.
Negara kalah sama bandar narkoba.
Negara kalah sama preman.
Yang ini negara kalah sama bengkel.π
Bikin malu kalian @ListyoSigitP@DivHumas_Polri@Polda_Aceh
Narasi wargaKepada Yth. Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati Aceh Barat.
Kami tidak sedang mencari keributan. Kami tidak sedang menghalangi seseorang mencari nafkah. Dan kami juga tidak ingin menjadikan persoalan ini sebagai tontonan publik. Tetapi sudah terlalu lama kami berusaha diam, bersabar, bermusyawarah, dan menempuh jalur yang semestinya. Kami sudah menyampaikan persoalan ini kepada Kepala Lorong, Geuchik, aparatur gampong, hingga ke tingkat Polres. Kami sudah mencoba menyelesaikannya dengan cara baik-baik. Bahkan warga telah mengumpulkan petisi penolakan terhadap keberadaan bengkel tersebut di tengah permukiman kami. Namun ketika berbagai jalan telah kami tempuh dan persoalan belum juga menemukan penyelesaian, kepada siapa lagi kami harus meminta pertolongan? Kepada pemerintah daerah kami mengadu. Karena kami percaya, negara tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan administrasi, membayar kewajiban, atau menjalankan aturan. Negara juga harus hadir ketika warganya memperjuangkan hak untuk hidup dengan aman dan tenteram. Rumah seharusnya menjadi tempat untuk pulang. Tempat anak-anak tidur dengan tenang. Tempat keluarga beristirahat tanpa harus terus-menerus berhadapan dengan suara dan aktivitas yang mengganggu ketenteraman lingkungan. Kami berhak atas lingkungan tempat tinggal yang layak dan tenteram. Kami tidak meminta usaha orang lain dimatikan. Kami tidak meminta seseorang kehilangan mata pencaharian. Kami hanya meminta kegiatan usaha ditempatkan di tempat yang semestinya, bukan di tengah permukiman warga jika memang tidak sesuai dengan ketentuan dan mengganggu ketenteraman masyarakat. Maka hari ini kami meminta kepada Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati Aceh Barat: Tolong dengarkan kami. Tolong hadir dan berikan penyelesaian yang adil bagi kami. Jangan biarkan masyarakat terus dalam konflik berkepanjangan. Kami tidak ingin melawan pemerintah. Kami justru sedang meminta pemerintah hadir untuk melindungi hak kami sebagai warga negara. BIARKAN RUMAH RUMAH KAMI KEMBALI MENJADI TEMPAT YANG TENANG UNTUK PULANG.