Kamu suka dandan tapi males pakai bedak padat karna bikin keliatan menor..... iya
Kamu pengen bawa bedak tabur tapi males ribet tumpah2..... iya
Ini aku ada dong solusinya 😁
- Sudah ada 4256 gempa susulan di NTT.
- Kebakaran masih sangat para di Kalimantan, risiko gangguan saluran nafas terutama anak-anak dan lansia.
- Aceh belum sepenuhnya membaik akibat musibah yang kemarin.
Indonesiaku 😢
PERINGATAN DARURAT 🚨🚨🚨🚨
ALL EYES ON INDONESIA
PRAY FOR INDONESIA
- Bencana kebakaran hutan Kalimantan
- Bencana keracunan MBG
- Bencana gempa NTT
- Aceh dan Sumatera masih pemulihan
Banyak bencana di Indonesia tapi pemerintah nya diam!!
Kenapa Pejabat Boleh Pesta dan Happy2 di Bundaran HI sedangkan Mahasiswa Menyampaikan Aspirasi Dilarang?! Negara ini milik nenek moyang kalian ya Pejabat?!
Dari seorang ibu-ibu pengguna Instagram yang nampaknya bekerja di SPPG, kami berhasil mengamankan sebuah jejak digital berupa video yang menampilkan betapa ngerinya food waste yang dihasilkan dari embege.
Video ini saat ini sudah dihapus, mungkin karena telah mengundang atensi berlebih, bahkan mendapat atensi dari Dr. Tan Shot Yen untuk berkomentar.
See? Kami punya alasan kuat mengapa selama ini kami menggunakan kata ganti Kubangan Lumpur untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Tidak ada satupun jajaran di BGN baik pusat maupun di daerah-daerah yang memikirkan solusi food waste ini. Dijadikan pakan ternak itu murni ide para penerima manfaat. Ini kalau media internasional bisa mengendus hal kayak gini dan dilakukan investigasi, maka praktik MBG di Indonesia menjadi praktik free meals program for students yang PALING GAGAL di dunia.
KDM SANG GUBERNUR BANCI 🚨
Petani Sukajaya Dibanting Aparat, Mana Kamera & suara KDM sang BANCI ITU
Sebuah rekaman memilukan mendadak viral, Petani asli Sukajaya, Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang bertahan secara damai demi mempertahankan ruang hidup dan mata air mereka, diduga mengalami tindakan represif hingga dibanting oleh oknum aparat yang menjadi bemper korporasi swasta (PT PMC).
Di saat tubuh petani Sukajaya diinjak-injak dan dituduh KRIMINAL oleh narasi korporasi, publik Jawa Barat menanti suara sang Gubernur BANCI.
Namun, yang didapat rakyat justru keningin dan kesunyian dari Gedung Sate.
Mari kita cermati wak, kepemimpinan berbasis Konten vs Kebijakan Nyata ini secara objektif
1. Eksploitasi Kemiskinan demi Konten, Tapi Bungkam Saat Hadapi Oligarki
Publik sudah sangat terbiasa melihat KDM tampil heroik di platform medsos marah-marah ke warga kecil, menangisi nasib lansia di desa, atau membagi-bagikan uang tunai di depan kamera YouTube demi angka VIEWS dan ENGAGEMENT.
Namun, ada pola berbahaya yang kian membatu wak.
- Ketika rakyat miskin berhadapan dengan masalah personal, KDM hadir lengkap dengan kamera produksi.
- Namun ketika rakyat kecil berhadapan dengan raksasa oligarki, penggurusan lahan, dan represi aparat seperti di Sukajaya Bogor, kamera mendadak mati dan suara sang Gubernur BANCI hilang.
Apakah air mata dan simpati itu hanya berlaku jika subjeknya bisa dijadikan komoditas konten yang tidak berisiko politik?
2. Tanda Tangan Gubernur Lebih Membela Rakyat Dibanding 1.000 Video YouTube
Tugas utama seorang Gubernur adalah tugas MANAJERIAL dan POLITIS STRATEGIS, menerbitkan Pergub, menyusun Perda perlindungan lahan pertanian, serta memanggil Kapolda untuk menghentikan represi aparat terhadap warga sipil.
Satu lembar surat keputusan atau tanda tangan Gubernur jauh lebih sanggup menyelamatkan masa depan ribuan petani dibanding ratusan episode drama NGONTENIN orang MISKIN. KDM dipilih untuk mengeksekusi wewenang negara, bukan untuk menjadi CONTENT CREATOR berbekal rompi dinas!
3. Ambisi Pilpres 2029 di Atas Penderitaan Warga Jawa Barat
Gaya kepemimpinan yang minim eksekusi struktural namun gila pencitraan ini memicu spekulasi yang kian terang benderang wak.
Apakah Jawa Barat hanya dijadikan BATU LONCATAN dan panggung baliho berjalan demi mengejar elektabilitas Pilpres 2029?
Jika energi dan anggaran waktu Gubernur habis untuk safari pencitraan dari satu kamera ke kamera lain demi tabungan modal politik 2029, maka rakyat Sukajaya dan seluruh warga Jabar yang tertindas konflik agraria akan terus menjadi korban pembiaran sistemik.
Hentikan eksploitasi narasi kerakyatan jika pada praktiknya rakyat yang dibanting aparat justru dibiarkan berjuang sendirian!
Masyarakat Jawa Barat menuntut kerja nyata, sanjungan kebijakan, dan ketegasan pasang badan dari seorang Gubernur bukan sekadar konten drama harian di YouTube.
#AllEyesOnSukajaya ✊
Bagaimana pandangan kalian wak? Apakah kalian setuju tugas Gubernur adalah membuat aturan tegas untuk rakyat, bukan sekadar ngonten?
KALIMANTAN YANG MALANG, DIJAJAH REPUBLIK I*********
Kaltim Dikeruk Rp864 Triliun, Kembali Cuma Rp8,5 Triliun, Siapa yang Sebenarnya Menikmati EMAS HITAM?
Kalimantan Timur adalah tulang punggung energi Indonesia sekaligus salah satu pengeruk batu bara terbesar di dunia. Setiap tahun, bumi Etam menghasilkan nilai produksi batu bara yang ditaksir menembus angka fantastis: Rp864 Triliun.
Namun, mari kita cermati angka yang kembali ke kas daerah dalam bentuk Dana Bagi Hasil wak, hanya sekitar Rp8,56 Triliun tidak sampai 1% dari total nilai pengerukan!
Di balik bentang alam yang berlubang dan sungai-sungai yang berubah warna, muncul pertanyaan mendasar yang menusuk wak.
Siapa yang sebenarnya paling menikmati kue triliunan rupiah dari batu bara ini?
Mari kita cermati ketimpangan ini sl wak.
1. Ketimpangan Sentralisasi Anggaran & Paradoks Daerah Kaya
Dari total nilai produksi ratusan triliun tersebut, sebagian besar arus uang mengalir deras ke pusat, konglomerat pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP), serta korporasi multinasional. Daerah tempat batu bara itu digali hanya menyerap sisa-sisa persentase kecil melalui skema bagi hasil.
Ironisnya, saat harga batu bara dunia melambung tinggi wak.
- Jalan-jalan daerah di Kaltim masih banyak yang rusak akibat lalu lalang angkutan berat.
- Fasilitas pendidikan dan kesehatan di sekitar lingkar tambang sering kali memprihatinkan.
2. Eksternalitas Negatif wak, Manfaat untuk Pusat, Beban Lingkungan untuk Rakyat Kaltim
Sistem bagi hasil saat ini belum menghitung biaya environmental restoration costs.
Ketika produksi batu bara dipacu habis-habisan wak
- Kaltim ditinggali ribuan lubang bekas tambang yang mengancam keselamatan warga dan anak-anak.
- Ancaman banjir berulang, kerusakan daerah aliran sungai (DAS), dan hilangnya lahan pertanian produktif warga lokal.
Rakyat daerah menanggung kerugian ekologis jangka panjang, sementara penikmat keuntungan finansial terbesar duduk nyaman ribuan kilometer jauhnya.
3. Mendesak Reformasi Skema Bagi Hasil Migas & Minerba
Sudah saatnya skema bagi hasil pertambangan dinilai ulang secara rasional dan adil.
Pemerintah Pusat dan DPR wajib
- Meninjau ulang persentase DBH Minerba agar daerah penghasil mendapatkan porsi yang adil untuk pembangunan berkelanjutan.
- Mewajibkan alokasi khusus Dana Abadi Tambang untuk mengantisipasi masa ketika batu bara habis.
- Memperketat audit jaminan reklamasi (Jamrek) terhadap seluruh perusahaan tambang tanpa pandang bulu.
Batu bara adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Jika hari ini hasilnya tidak dinikmati secara adil oleh rakyat Kaltim, apa yang tersisa untuk generasi mendatang selain lubang raksasa dan bencana lingkungan?
Bagaimana pandangan kalian wak? Apakah skema pembagian hasil tambang untuk daerah saat ini sudah adil, atau butuh dirombak total?
⚠️ JUST IN!
Kubangan lumpur (SPPG) yang meracuni ratusan anak-anak sekolah SMA 1 Berastagi ternyata adalah dapur yang berada di bawah pengelolaan atau milik tengtara, khususnya Kodim 0205/Tanah Karo.
BREAKING NEWS
Akibat maraknya siswa keracunan MBG
Anggota DPD RI menilai perlu ada penambahan dana sebesar 50%-100% buat MBG agar menjaga kualitas makanan siswa
Abdul Kholik
Pesan dari Presiden:
Jangan ada anggaran untuk merayakan ulang tahun-ulang tahun besar-besaran.
Lebih baik PERBAIKI SEKOLAH!
PERBAIKI RUMAH SAKIT!
TINGKATKAN GAJI GURU!
Daripada seremoni, upacara, upacara, upacara!
***
Bapak punya kaca?
📹Inilah beberapa footage yang menampilkan POV-POV mencekamnya peristiwa peracunan oleh BGN lewat embege di Berastagi.
Kiranya jejak digital ini dapat kita renungkan, entah sebagai musibah, entah sebagai bencana, apakah ini normal? Jika di antara kamu ada yang menganggap ini normal, coba periksa, barangkali ada yang salah dengan nurani dan empatimu. 🫵🏻
Ruang kelas dan ruang laboratorium SMP NEGERI 5 Praya Timur dibongkar demi kopdes merah putih.
Masih percaya presiden @prabowo peduli dengan pendidikan di negeri ini.
#intinyadeh ratusan siswa SMKN 6 Semarang keracunan menu MBG.
Ambulans dtg anter2in korban. Dari speaker sekolah diumumin “mohon tidak didokumentasikan”
Jumlah korban awalnya 690, bertambah jd 707 siswa.
Sejumlah siswa mendapati ayam masih mentah, ada ulat di olahan sayur.