Namanya Arif (36 tahun), seorang pemuda disabilitas pemulung kardus asal Bekasi Utara
Luar Biasa Keren
ia berhasil sadarkan banyak orang bahwa BerQurban itu soal Niat bukan harus tunggu kaya
Di tengah gemuruh ruangan, suara tegas Ibu Anik menggema jernih: “Saya usaha sendiri… modal sendiri… tanpa campur tangan pemerintah.
Tapi begitu berhasil… tiba-tiba mereka datang minta pajak.” Ia bukan sekadar bicara.
Ia mewakili jutaan pengusaha yang membangun dari nol dengan keringat dan tekad. Kisah sukses yang dibayar mahal dengan “pajak mendadak”.
Apakah ini bentuk keadilan yang seharusnya?
#KisahPengusahaSejati
gue skip semua drama yg ada dianya.. jijik liat mukanya.
dia nih yah merkosa cewe di rumah si cewe tp malah menang dipengadilan, hakim anggap klo si ceweknya yg salah. eh pas ditelusuri dispatch ternyata ceweknya di aniaya dan di paksa sex, tp ttp aja nih actor masih bebas 😡
X please do your magic
Dicari orang hilang a.n muslim warga Tuban
Ciri2
Umur 46-48 th
Tinggi sekitar 169 cm
Kulit sawo matang
Kabar terakhir turun di terminal transit PO (Lasem)
Buzzer Omon2 lagi pada kerja, sedangkan jejak digital tidak mungkin berubah. Jelas sekali ada intimidasi terhadap beliau tentang FIlm dokumentasi pesta babi
Vous vous souvenez de Sidra Hassouna ? Non, bien sûr. Elle n'a jamais eu droit aux unes des journaux. Parce qu'elle n'était pas juive. Parce qu'elle était palestinienne. Alors on l'a oubliée. Ou on n'a jamais su.
Sidra avait 7 ans. Une jumelle. Un sourire. Rafah, 12 février 2024. Une frappe israélienne s'écrase sur l'immeuble où elle dort. Elle est déchiquetée. Jambes arrachées. Corps pendu aux câbles. À côté d'elle : sa sœur Suzan, son petit frère Malik (15 mois), ses parents, ses grands-parents. Une famille entière. Effacée. 70 à 80 morts en une seule série de frappes. Un jeu de diversion, disent-ils. Des bombes sur des civils pour couvrir une opération. Voilà leur "guerre juste".
On nous a ressorti le Hamas. Les boucliers humains. Les tunnels sous les hôpitaux. Toujours la même chanson. Mais Sidra, elle, n'avait pas de tunnel sous son immeuble. Elle avait une jumelle, un petit frère, et une bombe israélienne. Voilà la réalité. Pas de "dommage collatéral". Juste une petite fille démembrée, suspendue à une ruine.
Sidra meurt. Et le monde nous dit : "C'est complexe." Non. C'est d'une simplicité crasse. Une armée frappe un immeuble. Des enfants meurent. Des familles entières disparaissent. Et on appelle ça "une opération de légitime défense".
Une défense qui pulvérise des fillettes de 7 ans n'est pas une défense. C'est un crime. Sidra n'est plus là pour parler. Mais ses photos, elles, sont là. Regardez-les. Elles ne demandent rien. Elles montrent.
Alors repose en paix, petite. Tu n'as pas eu de chance. Tu es née palestinienne, et c'était ton seul crime. Une bombe à 7 ans, au milieu des tiens, pour tout bagage. Le monde, lui, regarde ailleurs. Moi, je voulais juste que quelqu'un se souvienne de ton nom.
16.000 AYAM MATI KARENA LISTRIK PLN PADAM,
SECARA UU BISA DITUNTUT !!!
Foto yang menyertai postingan itu lebih menyayat hati dari kata-kata manapun:
ribuan ayam broiler putih memenuhi lantai kandang, padat, siap panen dan kini terancam mati karena pemadaman listrik yang terjadi tanpa pemberitahuan.
BERAPA KERUGIANNYA? MARI HITUNG DENGAN JUJUR
16.000 ekor ayam broiler "siap panen" adalah frasa yang memiliki nilai ekonomi yang sangat konkret. Ayam yang sudah siap panen berarti sudah melewati masa pemeliharaan 28–35 hari, sudah memakan pakan senilai ratusan juta rupiah, dan tinggal selangkah lagi dari keuntungan.
Dari sisi biaya produksi, harga DOC (Day Old Chick) atau anak ayam 1 hari berkisar Rp 7.000–9.000 per ekor. Untuk 16.000 ekor:
sekitar Rp 112–144 juta hanya untuk bibit. Biaya pakan selama 4–5 minggu untuk ayam siap panen sekitar Rp 25.000–30.000 per ekor, total sekitar Rp 400–480 juta. Biaya operasional lain seperti vaksin, listrik, tenaga kerja, dan obat-obatan sekitar Rp 50–80 juta.
Total biaya produksi yang sudah dikeluarkan: sekitar Rp 560–700 juta.
Dari sisi nilai jual, harga ayam hidup siap panen berkisar Rp 22.000–28.000 per kg, dengan berat rata-rata ayam broiler siap panen sekitar 1,8–2 kg per ekor.
Nilai jual 16.000 ekor: sekitar Rp 633 juta hingga Rp 896 juta.
Potensi keuntungan yang hilang ditambah modal yang terancam hangus: total kerugian bisa mencapai Rp 600–900 juta dalam satu siklus ini saja.
Dan ini baru satu peternak, di satu lokasi, di Aek Nabara, Labuhan Batu. Berapa banyak peternak lain yang mengalami hal serupa di enam provinsi yang terdampak blackout Sumatera malam itu?
KENAPA LISTRIK SANGAT KRITIS UNTUK PETERNAKAN AYAM?
Ini yang perlu dipahami publik: kandang ayam modern bukan sekadar gudang dengan ayam di dalamnya. Ini adalah sistem hidup yang sepenuhnya bergantung pada listrik.
Mesin overhead atau exhaust fan adalah sistem ventilasi yang menjaga sirkulasi udara di dalam kandang. Tanpa sirkulasi udara, dalam hitungan jam kandang bisa mencapai suhu 35–40 derajat Celsius. Ayam broiler sangat sensitif terhadap panas — mereka tidak berkeringat dan mengandalkan pernapasan untuk mengatur suhu tubuh. Ketika exhaust fan mati, ayam bisa mati massal akibat heat stress dalam waktu 2–4 jam.
Selain exhaust fan, sistem pemberian pakan dan minum otomatis juga bergantung listrik. Pemanas untuk anak ayam kecil pun demikian. Semua lini kehidupan di dalam kandang modern terhubung ke satu sumber: PLN.
SECARA HUKUM, BISAKAH PLN DITUNTUT?
Ini pertanyaan yang paling penting dan jawabannya lebih kompleks dari yang terlihat.
Secara hukum perdata, PLN sebagai badan usaha milik negara yang menyediakan layanan publik memang dapat dimintai pertanggungjawaban atas kerugian yang ditimbulkan akibat kelalaiannya. Dasar hukumnya ada di beberapa titik.
Pertama, UU Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, khususnya Pasal 29 huruf b, yang menyatakan konsumen berhak mendapat ganti rugi apabila terjadi pemadaman yang merugikan akibat kesalahan dan atau kelalaian pengoperasian oleh pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik sesuai syarat yang diatur dalam perjanjian jual beli tenaga listrik.
Kedua, Pasal 1365 KUHPerdata yang mengatur perbuatan melawan hukum siapapun yang karena perbuatannya menimbulkan kerugian pada orang lain wajib memberikan ganti rugi.
Ketiga, UU Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999, yang mewajibkan pelaku usaha bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat layanan yang tidak sesuai standar.
Namun ada satu hambatan besar dalam praktiknya:
PLN selalu menyelipkan klausul force majeure atau keadaan kahar dalam perjanjian berlangganan.
Gangguan pada sistem transmisi, kerusakan peralatan akibat faktor teknis, atau kondisi di luar kendali PLN sering diklaim sebagai force majeure yang secara hukum membebaskan mereka dari kewajiban ganti rugi penuh.
Tapi force majeure tidak bisa diklaim sembarangan. Jika terbukti bahwa blackout Sumatera ini terjadi karena kelalaian manajemen
Pohon sebesar itu udh bisa jadi habitat puluhan spesies. Selain, kuskus, bisa ada burung, serangga, anggrek, pakis, reptil kecil, liana, lumut, dll. Blm lagi ada yg endangered statusnya.
Ini aja baru 1 pohon! Misalnya 2,5 juta ha hutan yg dibabat gimana?? Tau deh, pikir sendiri
Tanahnya dirusak
Hutan Adat mrk kini Hilang
Sumber Air yg Mrk Minum tlh Mengering
Hutan Penghasil Makanan & Obat2an buat mkr uda Rata dgn Tanah
Lalu pertanyaanya Kemana Perginya Kayu2 yg ditebang itu?
Tak ada sedikitpun tersisa utk mrk?
Gaes aku mau bantu promosi UMKM aja. Ini toko jualan aneka kopi ada yg beans ada yg digiling. Lokasi Pasar Wadungasri, Sidoarjo (deket Bandara Juanda). Ayo dilarisi. Bisa pesen WA ke +62 859-4574-8181.
Bantu RT ya gaes. Warga bantu warga.
@e100ss@picoez@0tk0il
Beneran gw gabisa berkata kata lagi
- Aceh blm pulih 100%
- Rupiah Anjlok
- Sumatera blackout
- Jabodetabek rawan begal
- Teror pocong golok bertebaran
Prabowo era lebih parah dibanding covid era sialannnnn…