Laki-laki ke laki-laki: Kurang-kuranginlah merendahkan perempuan, baik secara serius maupun untuk menjaring impression.
Kalian tidak terlihat keren, malah terlihat bodoh. Perempuan itu manusia sama seperti laki-laki.
Kalau kalian tidak bisa melihat itu, lihatlah ibu kalian. Apa kalian mau Ibu kalian direndahkan oleh orang lain?
Kalau masih tak bisa juga, lihatlah anak perempuan kalian. Apa kalian mau anak perempuan kalian direndahkan oleh orang lain?
Jika setelah ketiga kondisi di atas masih tak bisa melihat perempuan sebagai manusia, sebaiknya kalian berhenti jadi manusia.
Giliran ada perempuan bilang "all men are trash," muncung kalian paling kencang bilabg "berarti bapak/suami/saudara lo juga dong." Tapi kalian tak bisa menerapkan standard itu ke diri kalian. Sampah.
Ini ternyata susah…
Aku pikir aku pemaaf & ga tinggi ego, smp di hub skrg kadang diingetin “Aku blm denger kamu minta maaf soal ini” lho iya belum. 😭
Dulu jg hobi ngungkit & keeping score. Belajar setahun baru bisa berubah krn ngeliat juga dia ga pernah ngungkit kesalahanku.
Semoga nanti berjodoh sama orang yg gampang diajak baikan setiap berantem.
Ga ngungkit2, ga dendaman, ga nunggu waktu buat ngebales, ga silent treatment.
Dan semoga aku pun gampang diajak baikan.
The bitter truth is, ternyata perempuan cuma dilihat dari kemarahannya, tapi saat menerima segalanya, toleransinya, maafnya, maklumnya, dan mengertinya enggak terlihat sama sekali.
Dan kebanyakan cuma fokus pada reaksinya, karena di mata sebagian laki-laki, perempuan hanya manusia egois, berisik, dan suka membesar-besarkan masalah. 🥹
Kenapa ya setiap ada hal menyedihkan, gw malah mencari-cari hal menyedihkan lainnya? Contoh: habis ada bad news dan ga bisa tidur, eh malah ngorek-ngorek trauma di kepala. Bingung………masokis kah dek…….
duh nirempati bgt.
lu pikir nyaman pake pembalut? kalo bisa mah kita yg cewe2 mending ga mens deh drpd hrs ngerasain sakit perut kek mau copot gt.
ini lg soal pembalut. lu tuh cowo anjg. pake jg engga, ngatur mulu. yeu belegug.