okelah lu religius takut Tuhan, tapi lu di Bumi masih harus punya stakeholder management ama manusia lain kali (regardless agama orang apa juga).
Toh meetingnya lama karena dia juga yang ga bertanggung jawab ๐๐ป
kejadian berulang di akhir taun, ternyata tidak semua hal harus dijustifikasi train of thoughts-nya, as long as she's happy, I'd still win
2023: proyek kampus, nangis di bis ((ini di Jepang pulak ๐ญ))
2024: proyek kantor, nangis di lrt ((tapi ini gua ganteng karena batikan ๐))
@ichsan123321 Pendidikan tersier (sayangnya masih dicap seperti itu) dengan bumbu komersialisasi pendidikan. Kerja paruh waktu (apa termasuk magang, PKWTT, atau bernilai SKS) apapun itu masih "diwajibkan" dengan jumlah posisi yang tidak transparan juga.
- yey i got my dream job
- just realized how society be shaping us to have a dream job
- wtf, kena gaslight dunia industri
- becoming stoic knowing there is no such thing as a dream job
- its a job
@gglberfilosofi waktu yang siap kali mas, kalo butuh mah ada esensi urgensi disana, sedangkan siap memberikan relevansi terhadap diri, "kalau gitu ga pernah akan ada yang siap dong" nah lu bales "that's the point!!" the moment lu berani take risks krn gak siap itulah dimana lu sbnrnya dah siap
@azvinl apa korelasinya woi!
mereka bukan orang yang memiliki wewenang apapun untuk membangun kota melalui birokrasi dan pemerintahan
kontribusi mereka terhalang regulasi yang ujung ujungnya battle vendor dan mark up budget
@UlilManik@robby_karman@menghanyurkan@jeprince97 orang MUI: *capek sekolah tinggi tinggi, menempuh beratnya pendidikan, sehingga bisa mengeluarkan fatwa untuk maslahat umat, memegang tanggung jawab dan berpotensi dosa jariyah jika ada kesalahan sekecil apapun
oknum: "hukum asalnya tetap haram..."