Asli ini marketing terkotor yang pernah aku lihat, gedek bgt 😡
jadi ada acc tiktok baru netes 2 hari lewat di fyp, isi kontennya ttg glowup transformasi badan gt yg ujung2nya promoin DIET pake suatu brand TEH (pic 3).
Pic yg dipake hasil nyomot dr 2 orang yg berbeda, beforenya pake pic orang thai (pic 4) yg sebenernya udh speakup tp dia diblock huhu kasian dah.
Yg bikin gedek orang2 masih aja percaya astagaa?? Padahal muka before after beda bgt! Kalo ky gini tuh kerjaan team marketing dr brand tehnya ga sih? Kalo iya sih anjim bgt ya 🫵
#wts parfum Scarlett velvet Rouge
sudah aku coba 2-3 semprot. dijual karena aku ga suka baunyaa karena terlalu strong buat aku huhu. fyi ini baunya diawal strong nanti diakhir dia jadi lebih soft ya.
only cod ambil sendiri di daerah area solo isi & uns ya.
harga : 35k
dom : solo
TW // dugaan femisida/suicide
2 VERSI KEMATIAN WINDA
Seorang perempuan Winda Lorenza Gowasa (30 tahun) ditemukan meninggal dunia pada 2 Agustus 2026 di kamar mandi sebuah rumah di Kota Medan, Sumatera Utara.
Versi keluarga Winda:
- Keluarga (terutama ayah Sanalui Gowasa) menolak keras kesimpulan polisi yang menyebut bunuh diri. Menurut mereka, ini hasil kekerasan/penganiayaan atau pembunuhan terhadap perempuan, bukan penembakan diri sendiri.
- Saat melihat jenazah, keluarga menemukan banyak lebam tidak wajar: di leher (diduga bekas pencekikan), mata, kaki, paha, perut, serta seluruh tubuh membiru.
- Akses ke jenazah dibatasi: hanya boleh melihat wajah, tubuh ditutup, dilarang mengambil foto, dan sempat diminta agar jenazah langsung dimakamkan tanpa disemayamkan di rumah.
- Hasil autopsi lengkap belum diberikan kepada keluarga, dan mereka merasa tidak dimintai izin secara memadai saat proses autopsi.
- Detail penting menurut keluarga: Sekitar dua bulan sebelum kejadian, ibu mantan suami (ibu Brigpol Iman Syahputra Harefa) menjemput Winda di Jakarta dan membawanya kembali ke Medan karena ada niat untuk rujuk kembali. Tapi bukan Winda yang minta rujuk dan berangkat sendiri ke Medan.
- Ayah korban mengaku baru mengetahui hal ini setelah putrinya meninggal. Sebelumnya ia mengira Winda masih tinggal di Jakarta.
- Winda sebelumnya tinggal di Jakarta, bekerja menjual pakaian sambil mengasuh anak mereka.
- Keluarga telah melapor ke Polda Sumatera Utara untuk meminta penyelidikan lebih mendalam dan keadilan, karena merasa kesimpulan “bunuh diri” terlalu cepat dan tidak sesuai kondisi jenazah.
- Keluarga mulai mendapatkan teror dan ancaman karena speak up kejanggalan ini
(1)
Testimoni keluarga korban: