Dulu pas kampanye caleg ada cerita, si caleg lakuin semua yang Mamdani lakukan waktu kampanye (waktu itu kita belum tau Mamdani)
Dia nanya warga ga milih dia kenapa, katanya karena dia udah biasa baik jadi ga usah dipilih tetep baik
Logika kampanye Indo rada laen 🤣
obrolan selanjutnya kira-kira gini,
“aku gatau itu siapa, mungkin kepencet like”
“aku bahkan ga inget pernah like postingan itu”
“yaudah aku delete instagram aja lah sekalian” (best seller)
“aku udah jujur, terus aku harus gimana”
“kamu juga suka like-like in cowo cowo korea” (defensive)
“kan aku ga DM, cuma like doang”
“emangnya salah ya aku like in postingan orang” (playing dumb)
meanwhile kalo ngeliat foto gw pas S1 kayak… GIRL??? you had the face, you had the moment, you had the fucking potential??? KENAPA GAK DIMAKSIMALKAN 😭😭
harusnya dulu gw flirting, dating, having little college crushes, experiencing the kinyis-kinyis romance arc di unair
lu semua tau ga kenapa polwan di taroh didepan? biar mahasiswa ga bisa ngedorong
nge-dorong = melecehkan
dulu pernah kejadian polwan kesenggol mahasiswa pas lagi demo, narasinya langsung kemana mana. jahat anjing aparat menggunakan perempuan sebagai tameng biar mahasiswa gabisa gerak.
ujung ujungnya it always RAKYAT VS RAKYAT.
maju salah, mundur juga salah. ACAB.
pinter aja ga cukup. saran gue, find someone who's not just smart, but knows how to use his intelligence. someone with a broad perspective, good problem solving skills, emotional maturity and the ability to explain things without ever making you feel small or stupid sih.
semoga suamiku kelak adalah orang yg “maaf ya sayang, caranya gimana ya? ajarin dong biar aku ngerti juga”.
instead of “yaudah, kamu aja deh”.
karena bentuk cinta paling nyata adalah “mengusahakan”
Sometimes, woman giving up not because you make 1 big mistake, but bcz the smallest shit that happen to be a pattern. Girl, may this kind of man never find us. Amen.