@RoueDuMalheur ~ tapi kenapa tidak ada yang mau berteman dengannya? Karena bernasib sial?
Memangnya sesial apa?
"Aku tidak mau." jawabnya. "Nanti kau akan lari ketakutan jika berteman denganku."
@RoueDuMalheur Ada perasaan aneh ketika mendengar tawa senang dari lelaki itu, padahal baru saja mengatakan tidak memiliki teman.
Oh? Tapi mereka memiliki persamaan, sama-sama tidak memiliki teman. Meski dengan alasan yang berbeda.
Padahal lelaki itu memiliki senyuman polos, ~
@RoueDuMalheur ~ terhadap lelaki itu. "Ah.. itu.." mengalihkan pandangannya sesaat, ragu untuk menjawab.
"Ada.. kau. Iya, sekarang kan kau ada di sini. Ha ha ha." tertawa dengan kikuk.
@RoueDuMalheur Tak merespon karena terlalu bingung dengan situasinya, melihat senyuman yang merekah pada lelaki itu, tidak mungkin jika ia sedang di kerjai.
"T-terima kasih." ucapnya dengan pelan, kemudian menarik tangannya lagi. Wajahnya merona tipis, malu ~
@RoueDuMalheur ~ Lalu sebuah suara terdengar dari dekatnya, kepalanya menoleh dan melihat seorang laki-laki baru menyapanya.
Apakah ia tidak salah dengar? Lelaki itu baru saja bertanya padanya?
"I-iya, aku.. tidak sendirian." ucapnya ketika ia melirik ke arah samping.
@RoueDuMalheur ~ Maiko pun tidak berusaha untuk mencari teman. Karena kemana pun ia pergi, pasti akan di ikuti oleh 'mereka' yang tak terlihat.
Sedih? Tentu saja, ia hanya bisa melihat anak lainnya tertawa lepas bersama teman-teman. ~