Densus 88 AT Polri VS Katiba Tawhid Wal Jihad. Terimakasih Densus 88, Bravo!!!
Katiba Tawhid Wal Jihad, salah satu kelompok teroris internasional yang banyak beraktifitas di Timur Tengah, Khususnya di Suriah, Katiba Tawhid Wal Jihad terdiri dari para militan Asia Tengah, sebagian besar Uzbekistan dari Lembah Fergana. Kelompok ini dibentuk oleh penduduk asli Kyrgyzstan selatan Abu Saloh (Nama aslinya Sirojiddin Mukhtarov) pada tahun 2014 di Suriah. Katiba Tawhid Wal Jihad militan Abu Saloh adalah kelompok yang paling siap tempur dan berperalatan lengkap di antara kelompok Jihadi-Salafi Asia Tengah di Timur Tengah. Tetapi tidak hanya kekuatan militer dari kelompok ini yang merupakan ancaman utama bagi keamanan dan stabilitas negara-negara Asia namun bahaya terbesar datang dari doktrin ideologis Katibat al Tauhid wal Jihad dan kemampuannya untuk berhasil menyebarkan ide-ide Al-Qaeda dalam skala global. Yap, salah satu pendukung fanatik Al-Qaeda adalah Katibat al Tauhid wal Jihad.
Lalu apa hubungannya Katiba Tawhid Wal Jihad dengan Indonesia? Mereka punya semangat untuk menyebarkan semangat dan ide Terorisme ala Al Qaeda di Negara-negara Asia, dan indonesia menjadi salah satu tujuannya, mereka ingin menarik simpatisan dari Indonesia untuk bergabung bersama mereka, tampak terdengan seperti film soal terorisme, namun ini nyata dan sudah terjadi di Indonesia. Militan Katibat al Tauhid wal Jihad banyak yang sudah terlatih soal Terorisme Subversif dan melancarkan propaganda radikal, khususnya di Media Sosial, dan ini yang mereka lakukan di Indonesia, menyebar propaganda terorisme, lalu menarik korban untuk bergabung dengan kelompok mereka dan bersama-sama melakukan aksi teror Internasional. Jika anda yang sedang membaca ini dan Denial, menganggap terorisme adalah pengalihan isu, buatan pemerintah, mungkin anda adalah salah satu korban propaganda mereka di media sosial, waspada!!!.
Jumat 23 Maret kemarin, ini sejarah penting bagi penindakan kelompok terorisme internasional di Indonesia, bagaimana Densus 88 AT Polri yang bekerjasama dengan pihak Imigrasi Kelas I Jakarta Utara berhasil menangkap 4 orang jaringan teroris internasional asal Uzbekistan. Yap, mereka adalah jaringan Katiba Tawhid Wal Jihad.
Mereka masuk Indonesia, menebar propaganda terorisme di media sosial kita, berupaya untuk mencari mangsa, mencari calon2 anggota mereka dari Indonesia, lalu kemudian menarik mangsanya utk bergabung dg mereka, dan tujuan finalnya adalah utk membuat aksi teror di dunia, dan naidzubillah juga di Indonesia.
Perang sudah ditabuh, tidak ada kata mundur, Densus 88 AT Polri tidak sendirian, kita yang mayoritas bersama Densus 88 AT Polri untuk terus bergandeng tangan bersama melawan siapapun yang melakukan upaya-upaya tindak terorisme di Indonesia, Densus 88 AT tidak bisa sendirian, kita yang aktif di media sosial jangan diam, jangan acuh, mari bersama-sama merawat bumi pertiwi ini, agar anak cucu kita juga bisa menghirup udara segar bangsa ini, bukan menghirup bau Mesiu akibat membiarkan mereka berkuasa dan merusak Indonesia. Dan jangan lupa, jika menemukan sebaran konten propaganda radikalisme dan terorisme segera laporkan.
Kita apresiasi Densus 88 AT Polri, yang sudah sigap, cepat dalam bertindak, Katiba Tawhid Wal Jihad dan siapapun kalian, Indonesia bukan negara lemah dan longgar melawan terorisme internasional, Bravo Densus 88 AT Polri.
H. Bisri Syansuri (18 September 1886Β βΒ 25 April 1980) seorang ulama dan tokohΒ Nahdlatul Ulama.
Beliau adalah pendiri Pondok Pesantren Denanyar, Jombang dan terkenal atas penguasaannya di bidang fikih agama Islam.
Lahul Fatihah ....
#Kenangan 3 tahun lalu saat ngajar di acara Pelatihan digital marketing untuk Guru Madrasah.
10 menit baik panggung, diberi kabar Mbah Moen meninggal.
#hotelibis#malang