what if
kuliah gratis, buku-buku gratis, transum merata ke seluruh daerah, tenaga pendidik digaji layak, lulus kuliah ga pusing cari kerja, perpusda buka 24 jam, trotoar layak pakai, UMR naik, ga ada parkir dan pungli.
(omg mimpi basah ak as a wni hiks)
Ya Allah hapuskanlah nama kami dari list penghuni neraka, masukkanlah kami ke dalam surga, dan jauhkanlah kami dari mereka yang tidak ingin surgaMu
Aamiin
@bennysiauw89 Indeed Kak!
Kasih hukuman pengembalian dana plus bunga (in such a short time) while letting go some other corruptors with much worse financial damage doesn’t sit right with me.
Both are wrong, so why not equally punish them gitu kan.. 🙄🙄
Dari 10 cowok, CUMA 1 yang bikin lawakan MERENDAHKAN cewek.
Tapi lihat sisanya: 2 orang ketawa ngakak. 3 orang sebenernya nggak anggap itu lucu, tapi tetep ikutan ketawa kecil biar "masuk". 4 orang diem doang, pura-pura nggak denger.
Nggak ada satupun yang negur. Nggak ada satupun yang nyetop.
Lucunya, selain si pelaku utama, 9 cowok lainnya itu ngerasa mereka "orang baik". Mereka pikir cowok bejat itu cuma oknum, cuma minoritas. Mereka merasa beda.
Tapi di mata perempuan yang jadi objek joke itu? Kalian semua nggak ada bedanya.
Ketawa kalian, diemnya kalian, pura-pura budegnya kalian—semua itu menciptakan lingkungan yang sama: lingkungan di mana pelaku merasa aman.
Jadi kalau cewek bilang "semua cowok sama aja", INI maksudnya. Bukan berarti semua cowok itu pelaku pelecehan, tapi kebanyakan cowok ikut andil melindungi sistem yang membiarkan itu terjadi.