seni itu bahasa.
ia tidak pernah netral.
ia lahir dari satu sudut pandang,
dari trauma,
dari rasa takut,
dari kekalahan,
dari ketidakadilan,
bahkan dari rasa bahagia itu sendiri.
seni itu bahasa, sebuah perspektif yg di ciptakan pembuatnya.
wajar jika ia cacat.
jadi gini:
gaji baru naik, dolar ikut naik, lalu di susul bbm.
apakah ini yg dinamakan adaptasi.
benar kata ketua, kita tidak boleh bermimpi jadi kaya.
hasilnya karya saya hampa jika selalu ngikuti pasar bukan hati.
saya rindu di gerakan oleh kegelisahan buka uang.
saya rindu dapat komentar orang yg juga merasakan rasa yg saya sampaikan.
koneksi itu yg hilang bertahun-tahun.
sementara saya sudah tidak nerima video dulu. untuk wedding fokus foto aja.
saya mengingat kembali kenapa saya suka bikin video.
jawaban nya saya ingin bercerita lewat visual dan itu tentang diri saya.