tau gak sih kenapa LAKI-LAKI/SUAMI tuh banyak yg kyk PRINCES? bbrp ada yg mikir kalo udah ngasi NAFKAH= TANGGUNG JAWABnya udah beres. pdhl egk se-simple itu.
aku pernah denger podcast seorang pakar keluarga, dan nemu jawaban dr pertanyaan diatas.
karena KETIMPANGAN POLA ASUH orang tua. di mn anak perempuan dipersiapkan untuk "melayani" sementara anak laki-laki dipersiapkan untuk "dilayani" alias anak laki-laki sering kali tidak disiapkan untuk mjd suami yg terlibat secara emosional dan domestik
see? gmn budaya dan pola asuh orang tua membentuk ekspektasi yg egk seimbang sejak kecil, yg kemudian menjadi akar konflik atau penyesalan setelah pasangan tsb menikah.
Kata orang, "Di balik suami hebat, ada istri hebat"
Tapi Nikita Willy bilang bahwa di balik istri hebat, ada suami yang :
• Memberi ridho istrinya untuk berkembang
• Memberi contoh yang baik untuk istrinya
Karena rumah tangga itu bukan soal siapa paling bersinar, tapi bagaimana berupaya saling menerangi. ✨
Ahh. Ayem banget melihat pasangan ini. 🥰
Anyway enih dah case closed guys, kakaknya sama pihak kurasu juga dah ketemu plus owner kurasunya tuh dah response duluan pas kakaknya bikin postingan itu. Jadi nama si farhan itu juga bukan beneran si farhan yg nulis julid itu sebut saja dia si puyeng.
@empty__core mbaknya ga salah mempertahankan hak ‘bayar service’nya, temen mbak ga salah make empatinya. dah simple. gaada yang dirugikan. gaada yang sok pahlawan disini.
Baru Cincha Laura Kiehl artis yg brani nyenggol kebijakan pemerintah yg morat-marit ky ranjang Teddy.
Dia tegas menyuarakan kesejahteraan & keadilan rakyat yg TIDAK merata sejak kepemimpinan badut gemoy
Artis lainnya masih aman dan tenang berlindung dibalik lagu ok gas.. ok gas...
sifat kaya gini tuh udah keliatan dari pacaran sebenernya.
ga usah sama pasangan, gue sama temen pun kalo udah kerasa ga balance secara inisiatif, effort, manner, ga segan langsung jaga jarak. sempet mikir kayanya gue terlalu transaksional... but
@txtdarigajelas malah banyak yang 30rb++ kok, lagian bawa tumblr sendiri kan biar praktis apalagi gue kaum minum satu toren. daripada beli-buang-beli-buang terus?