Negara cuma instrumen, egk demokratis karena tatanan masyarakatnya blm demokratis. Liat aja pemrosesan thdp dalih "pencemaran nama baik";"pencemaran keyakinan";"hambatan pendirian t4 ibadah";"pembubaran forum publik";dll tu muncul dari tekanan sosial masyarakat yg egk demokratis?
Ga ada yang demonisasi Tiongkok. Tapi gabisa denial juga seolah industrial policy Tiongkok itu ga ngefek ke perekonomian Indonesia. Contohnya banyak.
Di nikel, dengan membludaknya smelter + emisi + dampak lingkungan. Di tekstil, yang menyebabkan produsen lokal kesulitan semua.
At the same time, industrial policy Tiongkok jg yg bawa masuk investasi di panel surya dan EV.
Itu yang harus kita bahas, the good and the bad.
The end of the end of history.
The Economist now sees Leninism as the reason for China’s competitiveness. Wasn’t a whole-of-state approach supposed to be doomed? China’s escape from shock therapy was the first existential blow to neoliberalism. This is the nail in its coffin.
Banyak kandidat kiri/progresif dari Partai Demokrat menang pemilu awal hari ini di AS. Jika Demokrat kembali jadi mayoritas di Kongres dan Senat pasca pemilu November nanti, politik LN AS mungkin akan lebih pasif. Fokus lebih ke dlm negeri: isu kesejahteraan ekonomi.
On the failure of Reformasi:
Laws do not restrain corruption. Power does. Rewrite the laws without changing the underlying balance of power, and all you create is the illusion of progress, one that fades as soon as the shock that inspired it wears off.
Apakah Ekspedisi Indonesia Baru & yang sekubu dengannya tidak hati2 kalau permainan adat2an itu yang paling mudah dipakai untuk konsolidasi elit dari bawah ke atas? Ini makin serem aja nanti kepleset pahami dekolonisasi jadi hidupkan lagi monster2 lama yg menghisap rakyat kecil.
sok tau. ini makanya buruh kesehatan tuh harus buat serikatnya sendiri, spy yg investigasi bukan orang2 yg sarat konflik kepentingan kek IDI/kemenkes ini.
Bagaimana dengan situasi di tempat kerjanya?
Hasil investigasi menunjukkan lingkungan kerja terpantau kondusif dan tidak ditemukan indikasi perundungan.
Namun, ada catatan penting terkait kondisi kesehatan peserta yang memerlukan perhatian lebih.
Lots of academics seem to genuinely believe that 90% of people outside of academia (besides their PMC friends & college buddies) lead a subhuman existence without meaningful internal lives. That’s why they cling to their jobs so desperately, no matter how bad conditions get.
I always find this attitude amusing. The most well-read people in my life are from my working-class hometown. If I want to talk ideas I go to them first, not academics. Intellect and curiosity are actually pretty far down the list of traits required to be successful in academia.
Pengikut elit agamawan egk bakal mau diajak ke arah programmatik, teknokrat yg keliatan "pro rakyat kecil" aja maunya disuruh khutbah/ceramah ttg maunya dibawa ke "jgn hanya mengejar hal duniawi";"hrs menebar manfaat scr individual";"jgn rakus" dan sejenisnya. Y maunya begituan.
"Masyarakat kita itu kebanyakan tidak berpendidikan, kita seharusnya ngapain?"
PKI: "beri mereka pendidikan melalui sekolah rakyat & organisasi"
Liberal: "cabut hak pilih mereka"
Upaya lwt hukum2 baik pengadilan s.d. MK tu baik, tapi egk semua rakyat kecil bisa pake itu. Di sisi lain jg tunjukkan klu "orang2 gerakan" mmng egk mau meruntuhkan seluruh tatanan & relasi sosial yg buat rakyat kecil egk punya akses kebijakan & dibiarkan dibelenggu informal2.