Pesan saya: jika tidak bisa membuat mereka bahagia, maka jangan terlalu membebaninya, jaga nama baik mereka, dan doakan mereka disetiap ibadahmu. Jangan diperbudak oleh gaya hidup sehingga lupa akan mereka.
Setiap orang bertanggung jawab atas emosinya
Jadi ya bukan karena dosen bete lantas boleh saja menuangkan emosinya ke mahasiswa. Begitu pula sebaliknya.
Belajar bertanggung jawab dengan emosi yuk. Misal dengan belajar bicara menggunakan i-statement
Masih belajar untuk memperbanyak sudut pandang, juga belajar memahami berada di posisi orang lain. Biar tau kalau di dunia ini diisi oleh banyak hal yang bukan diri kita sendiri.
Dan harus diingat juga bahwa hidup adalah proses belajar yang tidak pernah selesai.
Intinya ada 3 aspek yang saling berhubungan..
Sehingga fenomena "anak indigo berhasil meramal masa depan" itu terjadi..
1. Ramalan ambigu (cold reading)
2. Cocoklogi (barnum effect)
3. Lupakan yang "meleset" (texas sharpshooter)