Semoga gaji guru besar. Biar tidak memberi les privat. Mosok abis kerja di sekolah kerja lagi ngasih les. Biar banyak waktu dgn keluarga dan bisa mikirin besok ngasih materi Keren apalagi ya buat murid. Seleksi untuk jd PNS dll dipermudah tp mutu terus dipantau dan ditingkatkan.
Saya merasakan betapa hebatnya sakit gigi. Dulu, mereka yang mengatakan cinta Pancasila, sekarang banyak yang tidak beruara. Tidak getol seperti sebelumnya. Jangan² mereka sedang sakit gigi seperti yang saya alami saat inu.
Jangan terburu-buru menuduh orang lain terjangkit radikalisasi. Negara hukum itu tidak liar, ada aturan dan mekanisme hukum yang harus dilalui. Sepakat, musuh kita adalah radikalisme, tapi kalau asal-asalan menuduh, berarti 'ente' yang tidak memahami "kebhinekaan".
Bagi saya, "The Santri" hanyalah film dan hiburan bagi masyarakat yang tidak seutuhnya mewakili kehidupan santri. Sama seperti FPI yang tidak seutuhnya mewakili umat Islam. Pesan baiknya tentu saya ambil dan kesan buruknya tetap saya kritisi.
Saya santri, tapi masih awam.
Prinsipnya adalah persatuan. Kalangan mana pun di lingkungan saya akan saya rangkul. Karena dakwah kita merangkul. Yang FPI saya ajak membangun dakwah bersama. Yang HTI saya ajak memahami Pancasila. Bahkan yang non muslim sekalipun saya ajak membangun persaudaraan yang kuat.
Tentang kabar yang tidak pasti, jangan keburu disebarkan. Waspada itu setiap saat, bukan saat banyak orang gila.
Waspada itu butuh kecerdasan, jangan sampai diketawai oleh pencipta issu dan orang gila. Hehe
Saya menyukai cara dakwahnya Abdul Somad, malah dibilang kelompok MCK. Seperti ditekan untuk menyukai satu orang saja, terus di mana makna menghormati perbedaan yang sebenarnya. Padahal alasan saya suka, 1. sunny. 2. Ilmiah 3. Tidak membosankan. Terus salah apa lagi?