LPDP bukan beasiswa buat org miskin kak, hard truth tapi memang begitu.๐ฅฒ
orang miskin mana sih yg mikirin mau kuliah di LN orang pas sekolah aja bingung mau bayar pake apa.
LPDP itu beasiswa untuk ORANG PINTAR & MAU USAHA. dan pastinya biaya di awalnya jg gak sedikit & belum lg biaya hidup di sana, bisa jadi uang beasiswanya ga begitu cukup buat nutup expense kalaupun nutup pasti mepet bgt.
kalau beasiswa untuk kalangan kurang mampu kan sudah disediakan ada yg namanya KIP-K, kalau memang mau usaha dapet LPDP memang perlu dana lebih.
Pagi ini bangun dengan sakit kepala.
Habis mimpi dikejar zombie, dimimpi sibuk lari2 menyelamatkan diri ๐ฅฒ
Mana sempat2nya mampir ke mall beli sepatu pula ๐ฎโ๐จ
Sebagai manusia kita tau banyak yang lebih kurang beruntung. Terkadang mengeluh bukan berarti tidak beruntung, mungkin bisa sebagai mekanisme pertahanan diri untuk tetap wara menghadapi semuanya ๐
Pembicaraan ibu ibu di tempat less cukup jleb banget hari ini.
Tugas pemrintah ini menyediakan pekerjaan untuk rakyat. Bukan ngasi makan.
Kalau masalah makan, itu urusan orangtuanya. Itu tanggung jawab orangtua.
Kalau pemerintah memberi pekerjaan untuk orangtua, maka anak2 akan mendapatkan makanan yang layak.
๐ at least
gapernah milih presiden karena kasian.
gapernah milih presiden karena framing gemoy.
dan yg terpenting gapernah NANGISIN CALON PRESIDEN perkara debat capres. kek dara arafah contohnya. ๐ญ
https://t.co/UtC9kvbSZE
Masih ga habis pikir, kenapa ada orang yang pilih wowo di pilpres kemaren. Lihatlah saat wowo jawab pertanyaan Pak Anies, semua dilandasi rasa dendam dan kebencian! Jahat sekali mulutnya
Ada berapa hal yang bisa kita garisbawahi dari postingan mereka
1. Ada kata thin-skinned, alias berkulit tipis.
Kalau yg gw tahu, itu maksudnya mudah tersinggung.
Ya, The Economist bilang Presiden mudah tersinggung alias temperamental.
2. Lalu, The Economist bilang Prabowo harus siap sama unpalatable truths alias kebenaran yang menyakitkan.
Implikasinya, majalah ini menduga kalau Prabowo sering disuapin info manis dan nggak siap dengan info jelek.
3. Judul berita yang menyebut risky path, eroding finance and democracy.
The economist ingin pembaca mengetahui bahwa Indonesia berada di posisi yang rawan atas ulah presidennya sendiri.
Seperti apa ulah itu?
Pengkondisian oposisi, kebijakan MBG dan Kopdes dsb.
Kalau kelen sadari, hanya media asing yang berani nulis postingan kek gini. Media lokal mana sanggup. Bisa diganggu-ganggu mereka ntar.
Source gambar : VOI
Kita pernah punya calon presiden yang mau memastikan setiap keluarga setidaknya punya 1 sarjana utk mengubah nasib keluarganya, memotong rantai kemiskinan.
Kita pernah punya calon presiden yang peduli sama daycare di kantor agar ayah ibu yang harus bekerja tidak perlu was-was soal anaknya.
Note: ini program 2 dari 3 calon presiden ya. Dan keduanya nampaknya berhasil sebagai sosok ayah dan suami yang baik untuk keluarganya, memberikan teladan bagi banyak orang yg fatherless, dan perempuan korban irresponsible husband.