Gue gregetan lihat pidato Bapak Presiden. Kenapa gak gue aja yang dipanggil buat nyuarain rakyat kecil? Sakit hati banget.
Nih ya Pak, kupas bawang itu pekerjaan gue dari kecil. Kalau bahasa Brebes-nya mrotor bawang. Semua keluarga gue juga bisnis bawang merah di Brebes.
Bapak Presiden yang baik hati, bukan Rp700 ribu/kg, Pak, tapi Rp700 rupiah. Sekali lagi, 1 kg cuma Rp700, atau perak. Bapak salah dengar mungkin. Kalaupun 1 kg ada yang bayar Rp1.000, itu bawangnya biasanya sangat kotor dan kecil-kecil.
Dapat upah Rp10 ribu aja kita harus bersihin bawang berjam-jam sampai pinggang sakit. Apalagi kalau Rp700 ribu, mungkin butuh waktu sebulan. 😭
Pak, coba tengok orang-orang yang kerja. Kebanyakan mereka yang sudah renta dan gak punya penghasilan tetap. Buat kita orang desa, pekerjaan ini cukup membantu walaupun upahnya gak seberapa.
Tolong dibenerin lagi, Pak, ucapannya. Atau mungkin datang langsung ke Brebes dan tanya masyarakat setempat biar Bapak tahu kondisi sebenarnya.
Sekali lagi, Rp700 rupiah/kg, bukan Rp700 ribu.
Mending gue jadi tukang kupas bawang daripada jadi TKW. 😒😒
tadi dengar bapak bapak bilang "untuk semua orang orang di desa, jangan pergi belanja ke kopdes merah putih, belanja aja ke warung depan rumah. emangnya kalau kalian lagi susah siapa yang lebih dulu tolong kalian? tetangga atau negara?"
yeay antistatisme semakin relevan 🤭
di indonesia bener² anjlok semua :( ekonomi anjlok, demokrasi anjlok, hukum negara anjlok, kebebasan berpendapat anjlok, yang miskin akan tetap miskin yang menengah ke atas akan di plosoro yang sudah kaya semakin kaya... sebiadab itu loh pilihan 58% itu
YANG MILIH DIA SIAPA SIH? DARI DEBAT UDH KELIATAN JELEK, PENJAHAT HAM, PROGRAM JELEK, GAADA VIBES MERAKYAT SAMA SEKALI, PURA-PURA MERAKYAT PUN NGGAK, PURE AROGAN DAN KELIATAN AROGAN, SPEECH JELEK, KOMUNIKASI JELEK, ANTIKRITIK, ANTIPERS, GA KULIAH. DIA TUH GAADA BAGUS2NYA SAMSEK