Dia adalah buku yg belum selesai ku baca, namun aku harus berhenti karna sang pemiliknya mengambilnya, ternyata selama ini aku lupa kalau aku hanya meminjamnya
akhir akhir ini, jarak antara pagi dan malam cuma seluas hela nafas yang lelah; aku bangu hanya untuk merapikan kembali wajah paling tabah, menyeduh senyum secukupnya, dan bersiap membohongi dunia seolah semuanya masih dalam kendali.