๐๐๐๐๐ฅ๐๐จ๐ |
๐ถ๐๐ก๐๐ก๐๏ฟฝ๏ฟฝ๏ฟฝ๏ฟฝ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐ข๐โ ๐ง๐๐๐๐ ๐๐๐ก๐๐๐ ๐๐๐๐ฆ๐๐ยฒ ๐๐๐ ๐ข๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐โ ๐๐๐๐๐ก ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ก๐๐๐ฆ๐๐๐, & ๐๐๐๐ข๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐โ ๐๐๐๐ฆ๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐ข ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ข ๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐ก๐๐๐โ ๐ก๐๐๐ข๐ ๐ก๐๐๐๐๐ ๐๐ข๐๐๐ ๐๐๐๐โ๐๐๐๐๐.
________________________
Ketika proyekยฒ "megalomania" yg menyedot uang rakyat dari brankas APBN dijalankan, mulai dari MBG, KDMP, hingga rencana pembentukan 150 Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) per tahun dgn target total 514 batalyon di seluruh kabupaten/ kota ;
๐๐๐๐๐ข๐ ๐ง๐๐ ๐ง๐๐ฅ๐๐๐ก๐๐๐ฅ.
Namun, ketika kritik publik memekakkan telinga & mengusik ego penguasa, pun beberapa "๐๐ค๐ค๐ฉ๐ก๐๐๐ ๐๐ง" kekuasaan diusir mahasiswa dari panggung propaganda yg mereka bangun sendiri, tibaยฒ kata "dialog" seolah - olah menjadi sedemikian penting.
Ironisnya, jika Bundaran HI dianggap bukan tempat yg tepat bagi massa aksi mahasiswa, maka dapur MBG dan KDMP juga bukan tempat bagi TNI pun POLRI utk menjalankan tupoksi utamanya.
๐๐ฎ๐น๐, ๐๐๐ธ ๐ฎ๐ฝ๐ฎ ๏ฟฝ๏ฟฝ๐ฎ๐๐๐๐ฎ๐ป ๐๐ฎ๐๐ฎ๐น๐๐ผ๐ป ๐ง๐ฒ๐ฟ๐ถ๐๐ผ๐ฟ๐ถ๐ฎ๐น ๐ฃ๐ฒ๐บ๐ฏ๐ฎ๐ป๐ด๐๐ป๐ฎ๐ป ๐ถ๐๐ ๐ฑ๐ถ๐ฏ๐ฒ๐ป๐๐๐ธ ?
Padahal,
Indonesia bukan hamparan daratan yg dikelilingi lautan, melainkan hamparan laut yg ditaburi pulauยฒ.
Maka, logika pertahanannya bertumpu pada laut & udara, bukan pada obsesi memperbanyak struktur teritorial di "๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐"-an.
Sebab ancaman strategis Indonesia tak datang dari sawah, kebun sawit, dapur, atau ruang kelas, melainkan dari tantangan menjaga kedaulatan wilayah laut & ruang udara yg jauh lebih luas dari "๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ฎ๐"-an.
Tidak semua yg bisa dibangun, perlu dibangun, & tidak semua yg dilegalkan UU otomatis jd prioritas yg di-"tuhan"-kan.
.
.
.
#cenasuwok
๐ก๐๐๐๐ฅ๐ "๐ฃ๐๐ก๐๐ก" ๐๐๐๐ฅ๐๐๐๐๐๐ฆ๐, ๐๐๐ ๐จ๐ก๐๐๐๐ก๐๐ก, ๐๐๐ก๐๐ฬ๐, ๐๐๐ก ๐๐ข๐ก๐๐๐ฅ๐๐ก๐ฆ๐ ๐ฃ๐๐ฅ๐ฆ |
๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ก ๐ ๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ 20 ๐๐๐ก๐๐๐๐ 2024, ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ค๐ ๐ ๐๐ก๐๐๐๐๐๐ฆ๐ ๐๐๏ฟฝ๏ฟฝ๏ฟฝ๐๐๐ข๐๐๐ 26 ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐ข๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐ 29 ๐๐๐๐๐๐.
๐ท๐๐๐ 590 โ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ก ๐ ๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐, ๐ ๐๐ก๐๐๐๐๐๐ฆ๐ 134 โ๐๐๐ ๐๐โ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ค๐ ๐ข๐ก๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ (๐๐ข๐๐) "๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐" ๐๐ ๐๐ข๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐ก๐ ๐.
_____________
Di Republik Komorbid ini, pertanyaan ttg panen kerap dijawab dgn laporan ttg ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ท๐ฎ๐น๐ฎ๐ป๐ฎ๐ป ๐บ๐ฒ๐ป๐๐ท๐ ๐๐ฎ๐๐ฎ๐ต.
Seorang petani di desa "Omonomon" pulang dari pasar & bawa cerita.
Ia berkata bhw hubungan dirinya dgn pedagang pupuk, kini meningkat jd '๐พ๐ค๐ข๐ฅ๐ง๐๐๐๐ฃ๐จ๐๐ซ๐ ๐๐ฉ๐ง๐๐ฉ๐๐๐๐ ๐๐๐ง๐ฉ๐ฃ๐๐ง๐จ๐๐๐ฅ.
Pun, ia berhasil ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐๐๐ธ๐ฎ๐ฟ ๐ธ๐ฎ๐ฟ๐๐ ๐ป๐ฎ๐บ๐ฎ dgn penjual traktor.
Bahkan, ada nota kesepahaman utk kemungkinan pembelian benih di masa mendatang.
Warga kampung lalu bertanya:
" ๐๐ข๐ฉ ๐ฃ๐ข๐จ๐ถ๐ด ๐ช๐ต๐ถ, ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ข๐ฑ๐ข ๐ฌ๐ข๐ณ๐ถ๐ฏ๐จ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ช ๐บ๐จ ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ด๐ถ๐ฌ ๐ญ๐ถ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฏ๐จ ?"
Eh...petani itu malah tersinggung, lalu ia menggelar konferensi pers.
Sembari memajang fotoยฒ dirinya, yg sedang jabat tangan, senyum, menandatangani kertas, foto bersama, & foto jabat tangan lagi dari sudut kamera yg berbeda.
Warga kembali bertanya:
"๐๐ข๐ฎ๐ช ๐ฏ๐จ๐จ๐ข' ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ข๐จ๐ถ๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ฉ๐ธ ๐ฑ๐ข๐ฏ๐ซ๐ฆ๐ฏ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ซ๐ข๐ฃ๐ข๐ต ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐ข๏ฟฝ๏ฟฝ๏ฟฝ. ๐๐ข๐ฎ๐ช ๐ฉ๐ข๐ฏ๐บ๐ข ๐ช๐ฏ๐จ๐ช๐ฏ ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ข๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ข๐ฅ๐ช ๐ด๐ถ๐ฅ๐ข๐ฉ ๐ต๐ถ๐ฎ๐ฃ๐ถ๐ฉ."
Namun, para jubir petani segera menjelaskan bhw masyarakat gagal paham ttg diplomasi modern, krn menurut mereka, yg penting bukan padi, melainkan "๐ฝ๐ผ๐๐ฒ๐ป๐๐ถ ๐ฝ๐ฎ๐ฑ๐ถ".
Bahkan, bukan panen, tp "๐ฝ๐ฒ๐น๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฝ๐ฎ๐ป๐ฒ๐ป".
Pun, bukan hasil, melainkan "๐ฝ๐ฟ๐ผ๐๐ฝ๐ฒ๐ธ ๐ต๐ฎ๐๐ถ๐น".
Desa Omonomon, perlahan memasuki era baru, di mana :
- ๐ถ๐ป๐๐ฒ๐๐๐ฎ๐๐ถ ๐ฑ๐ถ๐๐ธ๐๐ฟ ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ท๐๐บ๐น๐ฎ๐ต ๐ฝ๐ฟ๐ฒ๐๐ฒ๐ป๐๐ฎ๐๐ถ;
- ๐ธ๐ฒ๐บ๐ฎ๐ท๐๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ถ๐๐ธ๐๐ฟ ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ท๐๐บ๐น๐ฎ๐ต ๐ธ๐ผ๐ป๐ณ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ป๐๐ถ ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐;
- ๐ธ๐ฒ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ต๐ฎ๐๐ถ๐น๐ฎ๐ป ๐ฑ๐ถ๐๐ธ๐๐ฟ ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ท๐๐บ๐น๐ฎ๐ต ๐ธ๐น๐ฎ๐ฟ๐ถ๐ณ๐ถ๐ธ๐ฎ๐๐ถ;
- ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐๐๐บ๐ฏ๐๐ต๐ฎ๐ป ๐ฒ๐ธ๐ผ๐ป๐ผ๐บ๐ถ ๐ฑ๐ถ๐๐ธ๐๐ฟ ๐ฑ๐ฎ๐ฟ๐ถ ๏ฟฝ๏ฟฝ๏ฟฝ๏ฟฝ๐ฒ๐๐ฒ๐ฏ๐ฎ๐น๐ฎ๐ป ๐บ๐ฎ๐ฝ ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐๐ถ ๐ ๐ผ๐จ. ( Padahal, tak semua MoU berubah jd investasi).
Sementara rakyat yg tanya ttg angkaยฒ konkret, dianggap tak paham visi besar & ๐ผ๐บ๐ผ๐ป๐ด ๐ฏ๐ฒ๐๐ฎ๐ฟ ๐ฝ๐ฒ๐๐ฎ๐ป๐ถ ๐ถ๐๐.
Tapi, memang dlm tata bahasa kekuasaan modern, ada formula ajaib ;
๐๐๐๐ ๐๐๐ฆ๐๐ ๐๐๐๐จ๐ ๐ง๐๐ฅ๐๐๐๐๐ง,
tampilkan aktivitas.
๐๐๐๐ ๐๐๐ง๐๐ฉ๐๐ง๐๐ฆ ๐ ๐๐ ๐๐ก๐ง๐๐ ๐๐จ๐ฅ๐๐๐,
tampilkan dokumentasi.
๐๐๐๐ ๐๐ข๐๐จ๐ ๐๐ก๐ง๐๐ฆ๐ ๐๐๐ฃ๐๐ฅ๐ง๐๐ก๐ฌ๐๐๐๐ก,
pentaskan klarifikasi, mobilisasi para pendengung & batalion '๐๐ฐ๐ฐ๐ต๐ญ๐ช๐ค๐ฌ๐ฆ๐ณ penguasa, di semua platform medsos, lalu gelar konferensi pers, pada kesempatan pertama.
๐๐๐๐ ๐๐๐๐ฅ๐๐๐๐๐๐ฆ๐ ๐ ๐๐ฆ๐๐ ๐๐๐ฃ๐๐ฅ๐ง๐๐ก๐ฌ๐๐๐๐ก,
umumkan bhw hubungan bilateral semakin erat, & kelebihan anggaran perjalanan petani kaya yg diambil dari kas desa, ditanggung pakai uang pribadi petani itu.
Begitulah cara sebuah pertanyaan sederhana ttg hasil, malah bisa mengundang penjelasan yg berputar-putar keliling dunia, berkelana jauh, hingga menembus Sidratul Muntaha, lalu pulang tanpa pernah benarยฒ dijawab.
_____________
Tapi, ini bukan tentang petani.
.
.
| Cc : "Buna" @setkabgoid ๐๐๐
Di tengah gemuruh ruangan, suara tegas Ibu Anik menggema jernih: โSaya usaha sendiriโฆ modal sendiriโฆ tanpa campur tangan pemerintah.
Tapi begitu berhasilโฆ tiba-tiba mereka datang minta pajak.โ Ia bukan sekadar bicara.
Ia mewakili jutaan pengusaha yang membangun dari nol dengan keringat dan tekad. Kisah sukses yang dibayar mahal dengan โpajak mendadakโ.
Apakah ini bentuk keadilan yang seharusnya?
#KisahPengusahaSejati
Kopdes Merah Putih ?
Atau Indomar*t KW ?!
.
.
๐
___________
Saya pikir sudah cukup wapresnya saja yg "ngah ngoh' & jadi aib nasional yg paling memalukan, ternyata presidennya juga ;
D O N G O K !
.
.
Pak Presiden @prabowo@Kemhan_RI@setkabgoid@KemensetnegRI
Sebetulnya dari pengamatan saya sebagai orang awam enam bulan terakhir mata uang yg terdeprisiasi bukan hanya Rupiah, Yen juga up & down cukup signifikan. USD $ sendiri terdeprisiasi terhadap mata uang lainnya cukup dalam. Yg lebih menghawatirkan menurut pandangan saya Judol dan Pinjol yg marak menyedot banyak uang masyarakat kecil.๐๐๐
Yth Pak Menteri @Kemenag_RI, segera ambil tindakan nyata menyelamatkan anak-anak kita dari para pemangsa di pondok-pondok pesantren. Puluhan santriwati dari keluarga miskin bahkan yatim dimangsa oleh pengelola pondok pesantren spt di Pati, Jawa Tengah itu. Saya marah betul. Ini sudah peristiwa berulang. Berhenti pikirkan rencana aneh semisal mengambil-alih tata kelola dana-dana umat. Perilaku bbrp manusia bejat berjubah agama itu harus diakhiri sekarang juga. Tunjukkan bahwa kementerian ini ada gunanya. @prabowo@ListyoSigitP
Gilak sih ini.
@KemensosRI , Lo kagak salah tulis harga kan..??
Atau jangan-jangan Lo salah beli barang..??
JANGAN SERAKAH..!!
Ini @KPK_RI keterlaluan kalau masih gak bertindak..!!
Keracunan MBG di Indonesia Tahun 2026 :
08/01/26 di Semarang (75)
09/01/26 di Grobogan (803)
10/01/26 di Mojokerto (411)
12/01/26 di Majene (61)
12/01/26 di Wonogiri (206)
13/01/26 di Pekalongan (15)
13/01/26 di Siak, Riau (21)
17/01/26 di Lombok Tengah (38)
20/01/26 di Tulungagung (123)
20/01/26 di Kulon Progo (104)
21/01/26 di Magelang (80)
22/01/26 di Tulungagung (15)
23/01/26 di Aceh Timur (19)
23/01/26 di Tulungagung
23/01/26 di Gunungkidul (57)
26/01/26 di Tomohon (181)
27/01/26 di Cianjur (300)
27/01/26 di Tuban (14)
28/01/26 di Sukabumi (19)
28/01/26 di Buol, Sulteng (141)
28/01/26 di Kudus (600)
29/01/26 di Manggarai Barat, NTT (132)
29/01/26 di Pinrang (8)
30/01/26 di Grobogan (8)
30/01/26 di Muaro Jambi (150)
30/01/26 di Palembang (4)
02/02/26 di Surabaya (27)
04/02/26 di Dharmasraya (183)
05/02/26 di Jember (112)
05/02/26 di Ketapang (417)
05/02/26 di Palangka Raya (16)
05/02/26 di Singkawang (56)
06/02/26 di Wonosobo (26)
09/02/26 di Pati (22)
09/02/26 di Sidikalang (180)
09/02/26 di Ogan Komering Ilir (15)
10/02/26 di Tulungagung (24)
10/02/26 di Sidikalang (78)
11/02/26 di Penajam Paser Utara (25)
11/02/26 di Lombok Utara (30)
11/02/26 di Singkil (35)
11/02/26 di Manggarai, NTT (42 ibu hamil)
11/02/26 di Manggarai, NTT (131 siswa)
11/02/26 di Malang (7)
13/02/26 di Bandar Lampung (247)
14/02/26 di Polewali (16)
14/02/26 di Ngawi (67)
23/02/26 di Tegal (3)
24/02/26 di Tulang Bawang (33)
24/02/26 di Nias Selatan (60)
25/02/26 di Cimahi (43)
26/02/26 di Bireuen (140)
27/02/26 di Pasie Raja, Aceh Selatan (18)
27/02/26 di Sukadana, Lampung Timur (11)
01/03/26 di Banggai Kepulauan (12)
03/03/26 di Ngada, NTT (balita dan bumil)
03/03/26 di Timor Tengah Utara, NTT (7)
05/03/26 di Jombang (31)
06/03/26 di Sukabumi (47)
11/03/26 di Nabire (7)
12/03/26 di Pemalang (1)
31/03/26 di Enrekang (17)
02/04/26 di Jakarta Timur (72)
04/04/26 di Bima (27)
07/04/26 di Kalikotes, Klaten (81)
07/04/26 di Nganjuk (3)
08/04/26 di Bogor (106)
08/04/26 di Klaten Utara (70)
08/04/26 di Pundong, Bantul (19)
08/04/26 di Tasikmalaya (114)
08/04/26 di Banten (100)
09/04/26 di Jambi (3 guru)
09/04/26 di Mojokerto (79)
09/04/26 di Pacitan (139)
10/04/26 di Praya Tengah (11)
13/04/26 di Jetis, Bantul (80)
15/04/26 di Anambas, Kepri (155)
15/04/26 di Bojonegoro (17)
16/04/26 di Madiun (18)
16/04/26 di Cilegon (49)
16/04/26 di Karawang (46)
17/04/26 di Cianjur (134)
18/04/26 di Grobogan (34)
18/04/26 di Demak (187)
20/04/26 di Cilegon (9)
20/04/26 di Bangkalan
21/04/26 di Rembang (22)
22/04/26 di Sampang (19)
22/04/26 di Cilegon (11)
22/04/26 di Kediri (73)
22/04/26 di Lampung (147 siswa, 25 guru)
23/04/26 di Jeneponto (20)
23/04/26 di Bengkulu (8)
23/04/26 di Kubu Raya, Pontianak (6)
23/04/26 di Amuntai (61)
24/04/26 di Lombok Timur (51)
27/04/26 di Kediri (5)
27/04/26 di Bandar Lampung (112)
28/04/26 di Deli Serdang (12)
28/04/26 di Klaten (584)
29/04/26 di Cilacap (29)
29/04/26 di Tangerang (33)
29/04/26 di Batam/MAN Insan Cendikia
29/04/26 di Batam/SMKN 3
29/04/26 di Timor Tengah Selatan (47)
30/04/26 di Sumba Tengah, NTT (37)
Skandal apalagi iniโฆโ๏ธ
Ririn Rifanto diduga korban salah tangkap. Kakinya dipatahkan dan dipaksa mengaku sebagai pelaku pembunuhan.
Klo bener seperti ini, jahat banget ya Allah ๐ญ
Cr: ig pengacara_toni
BREAKING๐จ
DIDUGA KARENA ORANG TUANYA KRITIS TERJADAP PROGRAM MBG, MURID DISALAH SATU SD DI PEMALANG DIBERHENTIKAN DARI SEKOLAHโ
Seorang Siswa SD Di Kec. Randudongkal, KAB. PEMALANG Diberhentikan dari Sekolah oleh pihak Sekolah.
Ini kronologinya ๐๐ผ
Guys, ada kasus yang menurut gue perlu lo dengar karena ini bukan cuma soal satu anak di satu sekolah di Pemalang. Ini adalah cerminan dari sesuatu yang jauh lebih besar.
Seorang orang tua di Randudongkal, Kabupaten Pemalang sebut saja Bapak ini memposting sesuatu di media sosialnya.
Isinya dua hal: kritik terhadap implementasi MBG dan pengingat bahwa sekolah negeri dilarang memungut biaya LKS dan infak berdasarkan aturan pemerintah yang sudah berlaku.
Dia tidak menyebut nama sekolah anaknya.
Tidak menyebut nama kepala sekolah.
Tidak menyebut nama guru siapapun.
Tapi anaknya Mas Azhim, siswa SD N 01 Banjarayar dikeluarkan dari sekolah.
Yang terjadi secara kronologis:
Bapak ini memposting kritik soal MBG dan pungutan liar di sekolah negeri di akun media sosialnya.
Kepala sekolah memanggil dia.
Dan setelah pertemuan itu anaknya diberhentikan secara sepihak.
Tidak ada surat resmi pemberhentian yang prosedural.
Tidak ada proses klarifikasi yang fair.
Tidak ada mekanisme banding.
Satu pertemuan dan anak itu tidak boleh masuk sekolah lagi.
Dua bulan lebih Mas Azhim tidak mengikuti pelajaran. Dua bulan lebih seorang anak SD kehilangan haknya atas pendidikan bukan karena dia berbuat salah, tapi karena bapaknya berani bicara.
Dan di atas itu semua Mas Azhim juga mengalami bullying.
Bukti percakapan yang beredar dan ini yang paling mengejutkan:
Ada screenshot percakapan WhatsApp yang beredar. Pihak sekolah melalui salah satu guru membalas pesan si Bapak dengan kalimat yang menurut gue sangat mengungkapkan segalanya:
Meskipun njenengan tidak menyebutkan identitas sekolah, tapi kan masyarakat tahu kalau Mas Azhim sekolah di SD N 01 Banjarayar, jadi menggiring opini publik ke SD kami.
Berhenti sebentar di sini.
Pihak sekolah sendiri yang mengakui bahwa yang jadi masalah bukan tindakan si Bapak secara hukum tapi dampak reputasi ke sekolah.
Bukan soal anak yang melanggar aturan. Bukan soal proses belajar yang terganggu.
Tapi soal opini publik yang mengarah ke SD mereka.
Artinya anak ini dikeluarkan bukan karena dia salah. Tapi karena bapaknya membuat sekolah tidak nyaman di mata publik.
Apa yang dilakukan si Bapak itu sebenarnya?
Dia mengingatkan bahwa sekolah negeri tidak boleh memungut biaya LKS dan infak.
Ini bukan opini.
Ini fakta hukum.
Permendikbud dan berbagai regulasi turunannya sudah jelas melarang pungutan di sekolah negeri yang sudah mendapat BOS Bantuan Operasional Sekolah.
Sekolah negeri mendapat dana BOS dari APBN untuk membiayai operasional sekolah.
Dana itu sudah termasuk untuk pengadaan buku, alat tulis, dan kebutuhan belajar siswa.
Memungut LKS tambahan di atas BOS adalah pelanggaran regulasi.
Si Bapak tidak mengarang.
Dia mengingatkan aturan yang memang ada.
Dan untuk itu anaknya dikeluarkan.
Soal kritik MBG yang dia sampaikan dan ini relevan dengan konteks yang lebih besar:
Kita sudah bahas panjang lebar soal MBG dari Rp340 miliar yang menurut Mahfud MD hanya sampai ke makanan dari total triliunan yang dianggarkan, sampai 33.000 kasus keracunan, sampai 1.720 SPPG yang tutup tapi tetap dibayar Rp6 juta per hari.
Orang tua yang kritis terhadap MBG bukan musuh program. Mereka adalah orang-orang yang paling langsung terdampak ketika program itu tidak berjalan dengan baik.
Anak-anak merekalah yang makan makanan dari program itu. Anak-anak merekalah yang keracunan ketika standar sanitasinya tidak terpenuhi.
Mengkritisi MBG bukan kejahatan.
Mengkritisi sekolah yang memungut biaya ilegal bukan kejahatan.
Tapi di Banjarayar Pemalang melakukan dua hal itu ternyata cukup untuk membuat anakmu kehilangan akses pendidikan.
Ini bukan hanya masalah satu sekolah ini adalah masalah sistemik:
Yang terjadi di sini adalah penggunaan kekuasaan institusional untuk membungkam kritik warga.
Dan yang dikorbankan bukan si orang tua tapi anaknya yang tidak berdaya.
Ini adalah bentuk intimidasi yang sangat kejam justru karena targetnya bukan si pengkritik secara langsung. Targetnya adalah orang yang paling dicintai oleh pengkritik itu anaknya sendiri.
Kalau lo mau membungkam seseorang tanpa kelihatan melanggar hukum secara terang-terangan sakiti anaknya.
Itu yang terjadi di sini.
Dan kalimat dari guru itu tadi "menggiring opini publik ke SD kami" menunjukkan bahwa ini adalah keputusan yang diambil secara sadar untuk melindungi reputasi institusi, bukan untuk kepentingan terbaik anak didik mereka.
Apa yang seharusnya terjadi secara hukum:
Pertama โ sekolah tidak punya kewenangan hukum untuk mengeluarkan siswa secara sepihak hanya karena orang tuanya mengkritik di media sosial.
Ini melanggar hak anak atas pendidikan yang dijamin Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UUD 1945 Pasal 31.
Kedua โ pungutan LKS dan infak di sekolah negeri yang sudah menerima BOS adalah pelanggaran regulasi yang seharusnya dilaporkan dan diinvestigasi oleh Dinas Pendidikan dan inspektorat daerah.
Ketiga โ bullying terhadap anak karena tindakan orang tuanya adalah pelanggaran serius yang masuk dalam kategori kekerasan berbasis relasi kuasa.
Kasus ini sudah masuk ke Polres Pemalang.
Dan si Bapak memohon agar Kapolres mengawal proses penyidikan ini agar berjalan sesuai hukum bukan sesuai keinginan pihak tertentu.
Yang paling menyentuh dari seluruh cerita ini:
Si Bapak menulis: "Saya tidak mampu membayar pengacara untuk mencari keadilan."
Dan di sisi lain dia bilang: "Tidak apa-apa, saya bisa mendidik anak-anak walaupun tanpa ada ijazah."
Ini adalah seorang ayah yang sudah pasrah dengan sistem tapi belum menyerah pada kebenaran.
Yang tahu dia mungkin tidak punya kekuatan finansial untuk melawan.
Tapi tetap berjalan karena dia yakin masih ada orang-orang baik yang bisa membantu.
Dan si Bapak menutup pernyataannya dengan kalimat yang menurut gue harus diingat oleh setiap pejabat dan kepala sekolah di Indonesia:
"Jangan semena-mena dengan jabatan yang kau sandang karena itu semua hanya titipan."
Kalau kita bisa marah pada triliunan rupiah MBG yang tidak sampai ke makanan anak-anak kita juga harus bisa marah ketika satu anak SD kehilangan haknya atas pendidikan hanya karena bapaknya berani mengingatkan aturan.
Keduanya adalah wajah dari sistem yang sama sistem di mana institusi lebih sibuk melindungi dirinya sendiri daripada melayani mereka yang seharusnya dilayani.
Mas Azhim berhak atas pendidikannya.
Dan bapaknya berhak atas keadilannya.
Hebat dalam jualan tapi parah abis dalam pelayanan pasca penjualan. Itulah @BYDCompany Indonesia, Sudirman. Dan, PT @clipan_official serta perusahaan asuransi @Asuransimag_ sempurnakan kerusakannya. Saya beli mobil BYD Seal premium di Kantor penjualan Sudirman secara kredit via leasing Clipan Finance. Desember 2025. Mobil bermasalah (oleng joget). Pihak BYD, leasing, asuransi dan bengkel yg dipilih BYD saling lempar tanggungjawab. Dua bulan lbh mbl saya tak jelas nasibnya. Hingga ditangani bengkel mrk. Ternyata mrk salah analisa dan jogetnya makin parah. Saya kembalikan ke mereka lg. Sdh masuk bulan ke-4 tanpa kejelasan. Pada Maret,utk pertama kalinya Saya ambangkan cicilan meski tetap saya bayar. Namun per April, sy tak mau bayar. Pihak Clipan Finance spt org gila menelepon menagih. Mereka gunakan puluhan nomor. Kuabaikan. Hari ini, Jumat 10 April Clipan kirim surat peringatan pertama. Mrk tak peduli nasib mbl saya. Jika mau tarik mbl itu, skrg ada dihalaman kantor kalian atau dibengkel payah yg kalian pilih. Hari ini pula saya tlh kirim somasi kepada tiga pihak ini: @BYDCompany, @clipan_official@Asuransimag_. Segera bertanggungjawab. Saya meminta @OJKRI mulai bekerja serius menangani perusahaan payah spt ini. Itu tugas kalian. @kemenkeu@DPR_RI