Hubungan yang dewasa bukan tentang bales chat cepet, ngabarin tiap saat, ketemu setiap waktu. Tapi tentang bagaimana mengerti kalau kita masing-masing punya waktu kesibukan sendiri
“Berhentilah memaki semua yang telah dicuri. Buka sedikit hati, agar kau tahu kau tidak sendiri. Pakailah pundakku saat kau menangis. Keluarkanlah, hingga tak berbekas. Biarkan kupungut puing yang tersisa. Dan kupeluk hingga kau kembali tersenyum”
.
— Samar (11:11)
Sesuatu yang kita ikhlaskan, tak perlu diharapkan lagi..
Biarkan ia menjadi hadiah untuk orang lain..
Atau jika memang ia ditakdirkan untuk kita, biarkan Tuhan yang mengatur kapan ia akan kembali..
Inget ya, sehancur apapun kamu, dunia akan selalu tetap berputar pda porosnya.
Jadi gaboleh nyerah sama keadaan dan harus tetep semangat apapun yg terjadi.
Pernah, saking sedihnya, otak malah skip. Jadi pas bangun tidur, kayak enggak ada apa-apa. Beberapa menit kemudian baru ingat. Sianying sedihnya restart 😅
Coba cek lagi. Beneran suka, atau cuma suka aja mainin perasaan? Beneran sayang, atau cuma sayang aja kalau diambil orang lain? Beneran takut kehilangan, atau cuma takut aja kalau ditinggal sendiri?
Happy anniversary yang ke 2 sayangg 😘
Makasiii kamu udah ngasi kebahagiaan selama ini, udah jadi semangatku, makasii udah jaga hati akuu sampai kamu pergi ♥
Wish akuu, semoga kamu bahagia disanaa, tunggu aku disana yaa 🥰
Aku rinduu 🥀