Siswa SMP di Indramayu Bolos Terjaring Razia, Ada yang Tak bisa Baca hingga Ikut Grup VCS
Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Teguh Budiarso mengaku miris dengan temuannya saat menjaring siswa bolos.
Pasalnya, ada siswa SMP tidak bisa membaca sama sekali, selain itu ada pula siswa SMA tidak bisa matematika dasar, hingga temuan grup WhatsApp soal Video C4ll S*x (VCS) pada ponsel salah satu pelajar SMP.
Dalam penjaringan tersebut sedikitnya ada 10 siswa tingkat SMP dan SMA yang terjaring razia Satpol PP karena bolos sekolah.
Petugas mendapati mereka tengah nongkrong di komplek pemakaman Makam Selawe di Kecamatan Sindang sekira pukul 09.00 WIB pagi tadi.
Dari 10 siswa itu, dua di antaranya merupakan siswi perempuan. Mereka pun dibawa ke Kantor Satpol PP dan Damkar Indramayu untuk dilakukan pembinaan.
Petugas juga memanggil orang tua dan guru tempat mereka bersekolah.
Temuan ada anak SMP tidak bisa membaca ini berawal saat petugas memintanya untuk membaca daftar absen.
Siswa itu kemudian mengaku tidak bisa membaca.
“Dari SD gak bisa baca, sayanya malas,” ujar siswa tersebut.
Tidak hanya itu, petugas juga mengetes salah satu siswa SMA yang juga ikut terjaring razia, walau sudah kelas XII tapi siswa tersebut rupanya tidak bisa matematika dasar seperti tambah, kurang, kali, bagi.
Teguh menyampaikan, pembinaan yang dilakukan pihaknya hari ini tidak ada maksud menjelekkan siswa tersebut di hadapan orang tua maupun guru mereka.
Melainkan mengajak kepada orang tua dan pihak sekolah untuk bersama-sama mencari solusi soal kondisi tersebut.
Anak-anak yang hari ini terjaring razia, mencerminkan pendidikan di Indramayu masih jauh dari harapan.
artikel: kompas