“Kenangan hanya untuk dikenang, bukan untuk menahan kita di masa lalu"
Bukan tweet dari akun quotes, tapi dari Professor Lee In ah, dosen jurusan Brain and Cognitive Sciences dari Seoul National University Graduate School .
Professor ini menjelaskan Hioppocampus, salah satu bagian dari otak.
Preferensi orang bisa aja beda, tapi kalo dari opini pribadi, aku lebih prefer sama info loker yg diawal udah transparan soal gaji, jadinya ga buang-buang waktu. Makanya lebih suka apply di j******et. Btw pekerjaan aku skrg juga hasil apply di j******et.
Hari ini bisa stroling around Jakarta, naik LRT dan naik gojek. Saya sangat suka ngobrol dengan driver gojek atau gocar.
Dapat fakta miris, driver gojek pertama dia sudah rungkad 3 motor digadai dan tidak bisa tertebus karena judi online. Driver gojek kedua cerita teman baiknya rungkad 5 motor karena ketagihan judi online sampai bikin keluarga berantakan.
Benar kata @irwndfrry, judi online yang diberantas itu harusnya di level root-cause. Bukan cuman sekedar tutup portal judinya. Ez bikin platform itu, tapi bagaimana menggunakan infrastruktur hukum yang ada, bisa tangkap influencer yang mempopulerkan judi online, bisa tangkap orang dibalik layar yang mengendalikan bisnis judi online.
Bayangin tahun 2023 lalu aja uang yang menguap keluar bisa ratusan triliun karena judi online. Miris, level adiksinya di tahap mengkhawatirkan.
Semoga orang-orang yang masih judi online semuanya disadarkan. Kasian dengan keluarga dan diri sendiri semakin terpuruk 😭
3 bulan lalu sempet worry karena spam score blog nyampe 57%. Akhirnya langsung cek di ahrefs sumber spam scorenya, terus lanjut daftarin link spamnya sbg disavow links dan kurang lebih 1 bulanan kali ya, soalnya ga ngecek realtime, spam scorenya skrg udh menciut jadi 3% 🥰
Saya pernah baca, duka mengubah kita menjadi satu dari dua hal. Entah kita jadi pendiam, atau jadi orang yang menyebalkan (tanpa kita sadari). Mungkin, akarnya adalah kebingungan perihal masa depan dan ketidakkuasaan untuk mengubah masa lalu. Sebuah fase pahit yang harus dilewati
Dipikir-pikir berat juga jadi generasi muda sekarang:
1) Lulus SMA dihadapkan dengan kenyataan UKT dan IPI selangit, setelah belajar susah payah untuk ujian masuk. Kalau gak ada uang ya terpaksa utang.
2) Selama kuliah harus magang sana-sini, buat dua hal: nyari duit buat hidup dan pengalaman kerja. Kalau gak punya pengalaman kerja kefilter duluan.
3) Pas skripsi dihadapkan dengan dosen pembimbing yang tidak kalah stresnya karena harus bertahan hidup. Banyak yang susah ditemui secara rutin.
4) Harus lulus sebelum umur 25, kalau nggak nanti kefilter sama saringan umur maksimum lowongan kerja.
5) Harus beruntung milih tempat kerja, soalnya banyak perusahaan yang ngakal-ngakalin aturan ketenagakerjaan. Banyak yang gajinya di bawah UMR, hak-hak gak dipenuhi, tapi mau lapor juga susah.
6) Mau punya rumah, mesti nabung dulu. Di awal karir hampir gak mungkin KPR disetujui bank, karena rawan gagal bayarnya tinggi. Belum lagi kalau masih ada tanggungan utang UKT.
7) Sewa apartemen/rumah: gak ada aturan yang jelas yang melindungi penyewa di Indonesia. Landlord bisa-bisa aja berbuat semaunya. Usir penyewa besok juga gak ada aturan yang ngelarang.
8) Kalaupun berhasil dapat rumah yang KPR-nya terjangkau, lokasinya di ujung dunia. Gak ada transportasi umum yang bisa diandalkan buat commuting.
9) Akhirnya ojek online tiap hari buat kerja, terus karena tekor, menyerah. Jadi kredit kendaraan. Nambah lagi utangnya.
10) Mau nikah ada tekanan sosial buat pesta besar-besaran, resepsi jadi kewajiban, nambah lagi pengeluaran.
11) Punya anak: kalau mau yang berkualitas daycare mahal, TK mahal, SD mahal, SMP mahal, SMA mahal. Setelah itu nguliahin anak, cuma ngulang poin 1-10.
Ongkos hidup orang miskin lebih mahal daripada orang kaya.
1) Yang kaya bisa beli rumah cash di mana-mana, terus abis itu disewain. Yang miskin harus KPR, jatuhnya jauuuh lebih mahal, itu pun di tempat jin buang anak.
2) Bayar UKT yang kaya bisa cash, yang miskin harus pinjam dengan bunga, bunganya bisa 20% lebih kalau via pinjol.
3) Beli barang sehari-hari seperti beras, kalau beli banyak jatuhnya akan lebih murah, tapi yang miskin cuma mampu beli sedikit, jadi per satuan lebih mahal.
4) Pinjaman bank juga susah dapatnya karena penghasilan tidak cukup, resiko gagal bayar. Yang kaya bisa minjam seenaknya buat urusan investasi.
5) Yang kaya bisa rutin check up ke dokter, yang miskin baru dirawat kalau udah sakit parah, jatuhnya lebih mahal.
6) Yang kaya bisa beli kendaraan, yang miskin harus naik ojol kalau gak ada kendaraan umum, jatuhnya lebih mahal in the long run.
dan masih banyak lagi.