Memotong anggaran BNPB dan BMKG untuk MBG. Sains dan mitigasi bencana dikhianati untuk program tanpa nalar. Nyatanya pendidikan, kesehatan dan keselamatanlah yang jauh lebih penting daripada makan siang.
Stupid as hell, The Prabs Way.
Era dadan, embege tetap dipaksa untuk didistribusikan selama bulan puasa.
Era sudaryono, embege tetap dipaksa untuk didistribusikan selama bencana.
See? Gairah dan birahi BGN untuk korupsi gak memandang siapa yang menahkodai. Sekali proyek iblis, tetaplah proyek iblis.
curhatan ganjar soal pertanyaan pilih kenyang otak atau kenyang perut?:
- jawabannya: keduanya penting
- tapi kalau negara harus milih prioritas jangka panjang,
- pendidikan gak boleh dikorbankan
- ada ilustrasi: desa dikasih pilihan bantuan sembako 3 bulan vs beasiswa pelatihan teknologi 3 bulan
- hampir semua pilih sembako
- cuma 1 pemuda yang pilih beasiswa
- 6 bulan kemudian sembako habis
- si pemuda malah dapet kerja jadi programmer dan bisa nafkahin keluarga
- pesannya: sembako atasi lapar hari ini, pendidikan atasi biar gak lapar di masa depan
- dia nyindir statement prabowo soal tidak yang lebih penting dari pada perut lapar
Yang paling mantap dari rezim SBY ya (walau ga sempurna)
- KPK ga dilemahkan, tiap bulan ada aja OTT
- Gaji ASN naik tiap tahun
- Konflik Aceh bisa diselesaikan
- Sertifikasi profesi untuk guru dan dosen
- TNI dan Polri jauh dari kehidupan sipil
- Pertumbuhan ekonomi rata-rata 6%
- Utang IMF lunas
- Bebas mengkritik rezim, sampai rezimnya dikatai "kebo", "lamban", "saya prihatin"
Dan tentu saja:
Tidak ada pidato "nDaSmu" dan "SaYA aKAn lAWAAAAN!
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.