Logika Jaksa penuntut umum bahaya banget ‼️
Jasa editing video dikasih harga Rp 1.000.000 di bilang markup. Jaksa bilang jasa editor harusnya Rp 0. Ini jadi alarm buat para editor dan para kreator.
Faktanya :
•Editor bekerja berjam jam
•Videografer bekerja berhari hari.
•Kreator bekerja dg skill, alat mahal dan pengalaman.
Ini bukan masalah hukum ini penghinaan terhadap "profesi kreatif"
"Bukan tentang seumuran, lebih tua, atau lebih muda. Semua akan setara jika cara menghargai dan cara komunikasinya searah dan sama.
Seumur hidup itu lama, maka bersamalah dengan orang yang menghargai keadaanmu dan kehadiranmu"
✅ RESMI : Untuk PERTAMA KALINYA dalam sejarah, Indonesia lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia. 🇮🇩😭😭😭
Sekaligus lolos ke Piala Asia 2027. ➡️
#Blibli@bliblidotcom
Terjadi pengeroyokan yang dilakukan oleh beberapa pemain profesional terhadap wasit di Turnamen Piala Bupati Bener Bersatu Cup 3, Kab. Semarang
Karena sang wasit tidak terima, kasus ini akan dibawa keranah hukum, dan tidak ada kata damai untuk semua pelaku!
Dikutip dari IG ForumWasitIndonesia
Pemain Profesional yang akan dilaporkan ke pihak kepolisian terkait kasus ini mengerucut ke beberapa nama, diantaranya :
1. Bayu Pradana (Barito Putera)
2. Komarudin (Persikabo)
3. Ilham Mahendra (Barito Putera)
4. Hery Susanto (Eks Persita Tangerang)
5. Wahyu Wijiastanto (Eks Timnas & Persiba Bantul)
Serta ada beberapa pemain lokal yang ikut melakukan pengeroyokan.
Legenda timnas Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto:
"Saya kan selalu bilang berkali-kali, jangan terlalu nyaman menjadi ikan besar di kolam yang kecil, mulailah jadi ikan kecil di kolam yang besar.
Jadi mereka harus bisa mem-push level mereka dengan bermain atau berkompetisi di liga yang levelnya di atas kita. Karena percayalah kalo mereka berani bermain di level sepak bola yang lebih di atas, pasti level mereka akan semakin naik.
Di level sepak bola yang tinggi itu, pressure dari lawan itu sangat luar biasa. Seorang pemain akan kelihatan skillnya ketika mereka dipressure, mereka tidak panik, tidak hilang bola. Dan itu didapatkan di mana? Ya bermain di level sepak bola yang lebih tinggi. Bahkan di sini pun latihannya sudah dengan high intensity terus.
Jangan salah juga ketika mereka memulai atau berani bermain di level sepak bola yang lebih tinggi, bukan jaminan juga mereka akan berhasil, peluang tetap fifty-fifty.
Tapi bagaimana mereka berjuang untuk mengalahkan diri sendiri, ngga semua pemain yang berjuang di Eropa juga sukses, ngga juga. Masih ada kemungkinan untuk gagal.
Ketika mereka sudah bermain di level sepak bola yang lebih tinggi ketika balik lagi ke Indonesia, dengan catatan karena home sick segala macem lho ya, dengan ya memang levelnya tidak bisa dinaikin lagi, mereka akan tetap menjadi sesuatu menurut saya."
Via Goal
CATAT NAMA INI, TANGKAP HIDUP ATAU MATI!
- Shen Yinhao (Referee - China 🇨🇳)
- Sivakorn Pu-Udom (VAR Referee - Thailand 🇹🇭)
Wasit lo sampah, Cup lu sampah, anjing lo semua bangsat! setan alas! Raimu Jancuk Brengsek Koyo Tai!!!! #BoycotAFC#BoycotQatar@afcasiancup @Qatar2023en
APRESIASI TIMNAS INDONESIA U-23 DI PIALA ASIA U-23 2024!🇮🇩🇮🇩
Kami semua bangga!
Kita masih berpeluang ke Olimpiade 2024 kok!
Ayo bangkit di perebutan Juara ke-3!✨🙏🏻