Keluarga Korban Penembakan menuntut Pertanggungjawaban dari Keluarga OPM, dan mengancam akan membuat perhitungan
OPM untuk Kemerdekaan Papua itu omong kosong! Mereka adalah musuh Orang Asli Papua yang sesungguhnya
Seorang pemuda asal Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, dilaporkan menjadi korban penganiayaan pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 15.00 WIT. Korban mengalami luka-luka setelah dikeroyok oleh sekelompok orang.
Berdasarkan informasi yang beredar, aksi penganiayaan tersebut dilakukan oleh sekelompok orang yang dikaitkan dengan TPNPB-OPM. Korban disebut-sebut dituduh sebagai mata-mata atau informan aparat keamanan, sehingga menjadi sasaran pengeroyokan. Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang dapat memastikan motif maupun kronologi lengkap kejadian tersebut.
Korban dilaporkan mengalami sejumlah luka akibat penganiayaan dan belum diketahui secara pasti kondisi kesehatannya saat ini.
Peristiwa tersebut masih memerlukan klarifikasi serta verifikasi dari pihak berwenang. Aparat diharapkan segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap fakta yang sebenarnya, memastikan pihak-pihak yang bertanggung jawab, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat agar situasi keamanan tetap kondusif.
Wah keterlaluan para Boti ini. Setelah kalah duel 1 lawan 1, eh lalu beraninya keroyokan, ga fair gitu. Mrk lebih ganas dari para lelaki lurus yg emosionalan itu.
"SAUDARA PAPUA BANGUN! OPM bunuh 3 orang asli Papua termasuk perempuan di Yahukimo. Mereka bukan pejuang, mereka pembunuh saudara sendiri! Tolak OPM sekarang! #PapuaDamai#TolakOPM"
Saat hendak diamankan, tiga anggota KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue pimpinan DPO Ronal Heluka meninggal dunia setelah Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo dan Satbrimob Polda Papua mendapatkan perlawanan (17/7/2026) .
Kelompok tersebut diduga terlibat dalam serangkaian aksi kekerasan di awal tahun 2026 mulai dari penembakan Suwono seorang sopir truk tangki air bersih di Yahukimo, pembunuhan tujuh penambang di Pegunungan Bintang, hingga kontak tembak dengan personel TNI yang disertai pembakaran bangunan di Boven Digoel.
Gara-Gara Tak Mau Lihat Maps, Oknum Driver Ojol Maki dan Nyaris Pukul Penumpang di Semarang
SEMARANG – Seorang penumpang ojek online (ojol) berinisial S mengalami kejadian traumatis saat hendak menuju lokasi kerjanya di daerah Kudu, Penggaron Lor, pada Selasa (17/3/2026). Penumpang tersebut mengaku dimaki dengan kata-kata kasar hingga nyaris dipukul oleh sang driver hanya karena persoalan rute jalan.
Peristiwa bermula saat korban memesan layanan ojol dari Jl. Murbei menuju Kudu, Penggaron Lor untuk mendatangi pelanggan jasa salon panggilannya. Sejak awal penjemputan, korban mengaku sudah merasa tidak tenang melihat kondisi kendaraan driver.
"Dari awal jemput saya sudah perasaan tidak enak karena driver menggunakan motor Satria FU dan tidak ada tripod untuk HP. Pikiran saya pasti dia susah buat lihat maps," ujar korban.
Kekhawatiran tersebut terbukti di tengah perjalanan. Driver mulai kebingungan arah dan terus menanyakan rute kepada korban. Meski korban sudah menjelaskan bahwa dirinya baru pertama kali ke lokasi tersebut dan kondisi baterai ponselnya kritis (5%), driver tetap bersikeras meminta petunjuk jalan manual.
Ketegangan memuncak ketika driver menolak melihat peta digital dengan alasan kesulitan berkendara tanpa tripod. Akibatnya, rute yang seharusnya melewati Sapen justru melambung jauh hingga ke daerah Jamus.
Kondisi semakin memanas lantaran korban tengah terburu-buru karena sudah ditunggu oleh pelanggannya. Alih-alih bertanggung jawab atas kesalahan rute, driver tersebut justru tersulut emosi.
"Driver malah menyalahkan saya. Dia memaki-maki saya dengan sebutan l***e dan hampir menonjok saya," ungkap korban dengan nada kecewa.
Kejadian ini menambah daftar panjang konflik antara driver dan penumpang terkait penggunaan teknologi navigasi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak aplikator mengenai sanksi bagi oknum driver tersebut.
Korban berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi para mitra pengemudi untuk melengkapi perlengkapan berkendara seperti tripod demi keamanan dan kenyamanan bersama.
Reporter : Hadi Purwono
Vid Ddevy
pentingnya pasang dashcam di mobil, biar kalau ada apa2 bisa jadi bukti.
kalo udah kayak gini mending bawa ke kantor polisi aja gak sih?
lokasi: Surabaya
*Lansia di Jombang Jadi Korban Pembac*kan Anak Jalanan, Pelaku Babak Belur Dihajar M*ssa
Inilah Jombang — Nasib malang menimpa seorang kakek bernama Mucksin (70), warga Desa Kalangsemanding, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, saat sedang mencari rumput untuk pakan ternak, pada Sabtu 14/03/26.
Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 09:00 WIB, sang Kakek tiba-tiba diserang oleh seorang pemuda yang diduga merupakan anak jalanan (anjal), di sebuah lahan kosong di Dusun Kalangan Wetan.
Aksi brut*l pelaku akhirnya terhenti setelah warga yang geram berdatangan dan melumpuhkannya hingga babak belur.
Menurut kesaksian warga di lokasi, Tia (30), pelaku yang diketahui bernama M. Tomi Irfan (20), asal Kediri, terlihat berjalan dari arah barat sebelum kejadian.
Saksi menyebut gerak-gerik pelaku tampak mencurigakan karena berjalan sambil tersenyum sendiri.
"Pelaku tiba-tiba menghampiri Pak Mucksin yang sedang ngarit (mencari rumput)," ujar Tia. Tak lama kemudian, terdengar teriakan minta tolong dari korban.
Tia menuturkan bahwa sempat terjadi aksi saling rebut sabit antara korban dan pelaku. Saking kerasnya pergulatan tersebut, gagang sabit sampai terlepas. "Setelah sabit berhasil dikuasai, pelaku membac*k Pak Mucksin beberapa kali," tambahnya.
Warga yang mendengar keributan segera mengepung lokasi. Karena emosi melihat tindakan keji pelaku terhadap lansia, massa sempat menghadiahi Tomi dengan bogem mentah sebelum akhirnya tangan pelaku diikat untuk diserahkan ke pihak berwajib.
Kapolsek Perak, Iptu M. Supriyo, membenarkan adanya peristiwa peng*niayaan berat tersebut. Ia menjelaskan bahwa baik korban maupun pelaku saat ini tengah menjalani perawatan medis.
"Korban selamat namun menderita luka bac*k di bagian kepala dan tangan, saat ini dirawat di RSUD Jombang. Sedangkan pelaku sempat dibawa ke Puskesmas Perak karena luka akibat amuk warga," jelas Iptu Supriyo.
Pihak kepolisian telah mengamankan tempat kejadian perkara dan menyita barang bukti. Mengingat seriusnya tindak pidana yang dilakukan, kasus ini kini telah dilimpahkan ke tingkat yang lebih tinggi.
ini gimana ceritanya ?? korban pencurian Ipin mala dipukul ?? sekongkol ato gimana .. 🙄🤔
-----
src : TT medan_cerita
tag : Jujur Itu Mahal Kerjo Makeup elektronik setengah harga Menjaga Harga Stabil
Video full dan kronologi
GARA-GARA CEMBURU REMAJA DI KARAWANG BERUJUNG K3KERASAN.
Sebuah insiden cekcok antar dua remaja perempuan terjadi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dan viral di media sosial. Peristiwa ini diduga dipicu oleh persoalan asmara yang berujung pada rasa cemburu.
Berdasarkan informasi yang beredar dari pihak korban, pelaku diduga merasa cemburu karena seorang pria yang ia sukai justru memberikan perhatian kepada korban. Ironisnya, pria tersebut disebut bukan merupakan pacar dari pelaku.
Korban mengaku sempat dijemput oleh salah satu teman pelaku dengan alasan ingin bermain bersama. Namun setibanya di lokasi, situasi berubah menjadi intimidasi hingga dugaan tindakan kekerasan.
Dalam rekaman yang beredar, beberapa orang yang berada di tempat kejadian terlihat hanya menyaksikan dan merekam peristiwa tersebut tanpa mencoba melerai.
Saat ini, korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Karawang dan tengah menjalani proses visum sebagai bagian dari penyelidikan. Pihak kepolisian masih mendalami kronologi lengkap serta pihak-pihak yang terlibat dalam insiden ini.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa konflik pribadi seharusnya diselesaikan dengan cara yang bijak, bukan dengan kekerasan.
Lokasi Kejadian:
Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Indonesia
Sumber Video:
Rekaman video yang beredar di media sosial
Innalilahi 😭
Seorang anak perempuan berusia 8 tahun di Maharashtra, India, meninggal setelah dipaksa melakukan 100 sit-up oleh gurunya sebagai hukuman karena datang terlambat ke sekolah.
Keluarganya mengatakan bahwa ia dipaksa melakukan sit-up tersebut sambil memakai tas sekolah, yang memperburuk kondisinya. Ia kemudian jatuh sakit, dilarikan ke rumah sakit, dan meninggal dunia di JJ Hospital di Mumbai.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa ia mengalami anemia, sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai kondisi kesehatannya sebelum hukuman tersebut. Pihak berwenang sedang menyelidiki kasus ini, dan insiden tersebut memicu kemarahan publik serta perdebatan tentang penggunaan hukuman fisik di lingkungan sekolah.
Source : aziz_do