Bukan. Anda diserang bukan karena itu. Anda dikritik karena:
1. Tata kelolanya ngawur, rawan korupsi.
2. SPPG dimiliki oleh para pihak yg rawan konflik kepentingan seperti aparat, parpol dll.
3. Anda ga fokus ke yg benar2 membutuhkan. Minimal lakukan kajian akademis dulu sebelum eksekusi.
4. Anda memilih kepala BGN yg tdk kompeten, bahkan tidak punya latar belakang ahli gizi. Udah gitu korup pulak.
5. Makanannya ga berkualitas, bahkan banyak yg keracunan.
6. Masih banyak alasan lain, tapi yang jelas bukan karena anda mau ngasih makan anak indonesia. Jadi gausah dipelintir.
Polanya kemungkinan gini:
• Buzzer ngebocorin harga bahan bakar nonsubsidi padahal confidential
• Pemerintah melihat reaksi masyarakat
• Pasti protes karena kenaikannya signifikan
• Pas pengumuman kenaikan, tidak seperti yang beredar (bisa lebih rendah)
• Pemerintah mengklaim keberhasilan karena kenaikan tidak separah yang dikhawatirkan
Pengambilan kebijakan berdasarkan hasil tes ombak 🙏😂
@sosmedkeras Ini bukan motivasi, ini meremehkan realita.
Standar hidup disamaratakan, konteks dihapus, empati ditinggal.
Ngomongin “snowball effect” tapi lupa: nggak semua orang mulai dari bukit yang sama.
@ikhwanuddin Saya tanya "ngikutin gak soal penanganan banjir di aceh smubar sumut. ?" Beliau2 menjawab tdk tahu 😭🤌
Dan besoknya nimbrung cerita klo p prab sudah turun kelapangan gercep banget hadir bersama rakyat. Muncul di fyp tiktoknya.
Mantab bukan?
Alright, let me give this article for the umpteenth time. I will never get tired of sharing this if it’s about the rape that happened during the 98 tragedy. Happy reading and this is pretty disgusting; https://t.co/v9nVRD4Ew6