Saya orang yg RISFEK Del Piero
Tapi ketika kamu meninggikan Del Piero, dengan menginjak KING Totti…
Saya tidak peduli kamu siapa;
Mau rate card kamu 50 juta per 1.5 jam kek, mau kamu punya backingan pesulap kek, mau kamu pahlawan revolusi (😂) kek
SAYA AKAN KULITI OPINIMU
TOOL BERGUNA BUAT AKSI
ini gue buatin tool untuk blur muka orang
bisa dipake untuk seksi dokumentasi yg turun ke jalan biar temen kalian ga 'ditandain'
penting saat keadaan makin memburuk
🔗 https://t.co/8XgVea8p3J
*bantu sebarin ya temen-temen, izin tag @BudiBukanIntel@SeekHustle@Jakartalk
Aliansi #RakyatMemanggil mari bertemu di Pertigaan Colombo-Gejayan Sleman #Jogja esok Sabtu, 13 Juni 2026 pk 14.00-17.30 utk aksi #damai#nirkekerasan suarakan perlawanan thd otoritas negara yg gagal jalankan mandat rakyat✊📢
https://t.co/RK56JMSR6a
Draft:
Selama aksi demo hampir tidak ada TV nasional yang meliput.
Tapi menjelang malam, ada massa yang tidak jelas tiba-tiba muncul dan mulai berbuat anarkis, TV mendadak breaking news, disiarkan secara live, dengan narasi seolah-olah inti dari demonstrasi adalah kerusuhan.
Setelah membaca "paper" milik Ferry Irwandi yang diunggah di Google Drive, kok, saya melihat ada nuansa AI di sini, ya?
Hal ini karena ada yang tadi mengulasnya, dan memang saya temukan di beberapa frasa dan beberapa sisi lainnya.
Saya bukan praktisi ekonomi, tidak ngeh juga dengan syudududu-ekonomi, angka-angka, dan formula yang Ferry tulis.
Tapi frasa yang dipakai, termasuk gaya inferensinya, "cukup akrab" di benak saya sebagai output bergaya-AI.
Dan untuk "sisi lain" tadi, tadi sore, sudah ada yang mengulasnya sedikit. Yaitu inferensi yang (mungkin) dijadikan landasan itu bisa jadi berasal dari sebuah paper.
Karena seperti yang kita tahu, AI itu punya basis data yang diterbitkan secara daring, dan kadang-kadang ia mengambil inferensi dari hal yang sudah ada.
Plus, ternyata bener, tidak ada daftar pustaka yang dijadikan rujukan di semua PDF-nya.
Benar bahwa sesekali Ferry, jika tidak keliru, memakai APA sebagai gaya pengutipan (citation style). Tapi saya tidak tahu judul aslinya karena tidak dia cantumkan di halaman terakhir (yang seharusnya berisi daftar pustaka).
Di antara yang referensinya ditulis lengkap adalah ini (sekadar contoh saja): Ferry memakai "Poor Economics" sebagai rujukan.
Saya punya PDF buku itu.
Tapi setelah saya upyek-upyek isi PDF-nya (bahkan meminta AI untuk memastikannya), ternyata buku itu tidak memuat angka yang Ferry pakai.
"...Banerjee dan Duflo dalam Poor Economics (2011) dan evaluasi World Bank atas Indonesia BISA Program 2023 menunjukkan bahwa targeted nutrition interventions memberikan return 1,5-2 kali universal coverage dengan budget yang sama."
Poor Economics memang mendukung gagasan bahwa investasi gizi yang diarahkan ke kelompok berisiko, seperti anak dan ibu hamil, punya imbal hasil sosial yang besar, dan bahwa sekadar menambah pasokan kalori bukanlah solusi.
Tapi, angka 1,5 sampai 2 kali lipat itu tidak ada di sana.
Jadi, menurut saya, yang bisa "disangga" buku ini cuma arah argumennya, bukan besaran angkanya, seperti yang ditulis Ferry.
Makanya, kalau Ferry menyandarkan pernyataannya yang berinti angka 1,5-2x ke buku ini, dia membuat Poor Economics seolah menanggung lebih dari yang sebenarnya kedua penulisnya tulis di buku itu.
NB: saya bisa salah membaca Poor Economics, dan AI juga bisa tidak akurat. Jadi, silakan koreksi bacaan saya ini~
Namun pada intinya, Ferry jika memang serius dengan analisisnya, harusnya mengirim ini ke rumah jurnal. Klaim besarnya soal "makroekonomi" di sini jelas harus difalsifikasi pakar sejawat.
Bukannya berakhir di PDF tiga file yang diunggah di Google Drive begini.
😅
Walhasil, saya takjub dengan energi Ferry. Salut untuknya yang telah membikin tiga PDF yang cukup mewakili dedikasinya untuk Indonesia.
Salam hangat untuk Ferry dan Malakan.
Teror pocong mulai merembet ke daerah lain di wilayah hukum Indonesia
Setelah sebelumnya ramai meneror warga jabodetabek kali ini pocong jadi jadian muncul di beberapa titik di wilayah Jawa Timur
Teror pocong jadi jadian ini di sinyalir sebagai modus untuk melakukan tindak kejahatan
Di video dibawah ini muncul pocong jadian di daerah Lamongan dan berhasil di rekam oleh salah satu warga Lamongan
Sementara itu di daerah Pasuruan pocong jadi jadian ini berhasil di ringkus oleh warga
Belum diketahui pasti apakah aksi yang diduga terjadi di Pasuruan tersebut murni demi konten/bercandaan, atau memang ada indikasi modus kriminalitas (seperti begal atau pencurian) yang sengaja memanfaatkan ketakutan warga.
Apapun motifnya, aksi ini jelas membahayakan keselamatan pengguna jalan dan warga sekitar. Tetap tingkatkan kewaspadaan ya Lur, terutama saat berkendara malam hari di jalur yang sepi!