Nah, buat kaum mendang mending gini gambaran perbandingan harga ketika isi BBM kendaraan :
Sebelumnya
> Pertalite Rp 10000
> Pertamax Rp 12300
Buat ngisi full motor matic kecil 4L
> Pertalite Rp 40000
> Pertamax Rp 49200
> bedanya cuma 9ribu
Buat ngisi full mobil biasa 45 L
> Pertalite Rp 450000
> Pertamax Rp 553500
> bedanya 103ribu
Sekarang dengan harga baru Pertamax 16500
> ngisi full motor matic bedanya bisa 25ribu
> ngisi full mobil bedanya bisa 290ribu???
Buset, ini buat kendaraan-kendaraan kecil lho. Bayangin kendaraan lebih gede?
Teman gue beli Avanza 2019.
Harga 135 juta.
Murah dikit dari pasaran.
BPKB ada. STNK ada. Pajak hidup.
Nama di BPKB sesuai KTP penjual.
Semua keliatan beres.
Langsung deal. Langsung transfer.
3 bulan kemudian.
Dia mau jual lagi karena butuh uang.
Calon pembeli baru minta cek fisik dulu.
Bareng ke Samsat.
Petugas cek nomor rangka.
Diam lama.
Terus bilang:
"Pak, BPKB ini diduga palsu."
Teman gue shock.
Kira salah baca.
Petugas tunjuk satu per satu.
Serat kertas diterawang, gak ada benang merah biru.
Nomor seri dicek di sistem, gak terdaftar.
Hologram terlalu mulus. Terlalu licin.
Palsu. Tapi hampir sempurna.
Balik ke penjual.
Nomor masih aktif hari pertama.
Jawabnya:
"Saya juga gak tau Pak, saya beli kondisi gitu."
Telepon berikutnya.
Tidak diangkat.
Berikutnya lagi.
Nomornya tidak aktif.
Lapor polisi.
Mobilnya ditahan sebagai barang bukti.
Penjual belum ketangkap.
135 juta raib.
Mobilnya raib.
Penjualnya raib.
BPKB palsu sekarang bukan kaleng-kaleng.
Kertas mirip. Hologram mirip. Tanda tangan mirip.
Mata telanjang gak akan ketahuan.
Tapi ada 3 hal yang selalu ninggalin jejak:
1. Serat kertas.
BPKB asli kalau diterawang — ada benang merah dan biru di dalam kertas.
Palsu: polos. Atau seratnya dicetak, bukan tertanam.
2. Nomor seri.
Tiap BPKB punya nomor seri unik yang terdaftar di sistem Polri.
Cek di: https://t.co/UA5mhtlZUI
Palsu: nomornya gak akan muncul. Atau muncul tapi datanya beda.
3. Tekstur cover.
BPKB asli covernya agak kasar, ada tekstur grid halus.
Palsu: terlalu mulus dan licin waktu dipegang.
Tapi cek dokumen saja gak cukup.
Nomor rangka dan mesin juga bisa dimanipulasi.
Digerinda halus. Di-stamp ulang.
Kelihatan mulus kalau cuma dilihat sekilas.
Yang bisa deteksi: senter kuat + kaca pembesar.
Sorot miring ke nomor rangka.
Kalau ada bekas gerindaan, batalkan transaksi.
Ini checklist wajib sebelum bayar:
Terawang kertas BPKB → cek serat merah biru.
Cek nomor seri BPKB → ke website Korlantas Polri.
Pegang cover BPKB → harus kasar, bukan licin.
Sorot nomor rangka pakai senter → cek bekas gerindaan.
Bandingkan digit per digit → satu angka beda = batalkan.
Minta cek fisik bareng ke Samsat → gratis, 30 menit.
TAMPARAN TERAKHIR:
Lo pegang BPKB-nya.
Tapi gak diterawang.
Lo baca nomornya.
Tapi gak dicek ke sistem.
Lo lihat hologramnya.
Tapi gak diraba teksturnya.
Semua butuh kurang dari 5 menit.
Tapi di-skip.
Dan itu yang bikin 135 juta raib semalam.
@pecintareybahan@xendless_s Kalo diserahkan ke rph malah daging ya berkurang banyak, tukang jagal ambil banyak bagian, dipotong lalu disiram ke saluran pembuangan campur darah, di Ujung saluran ada temennya yg bagian ngumpulin daging, kyk ga tau tukang jagal aja 😅
Temennya gibran alias coki pernah bilang:
"kalo lu aja belom sanggup sama diri lu, jangan ditambah taruhannya dengan menikah tebak²an akan bahagia"
"kalo lu mau jadi org yg lebih baik, bukan nikah, Solusinya perbaiki diri lu dulu.
KALAU PENYAKIT BISA BICARA MEREKA AKAN "TERIAKK"
1. TUMOR
“Aku tumbuh pelan-pelan karena kamu terlalu lama menahan.
Marah kamu simpan, sedih kamu tutup,
Kecemasan kamu pendam.
Yang tidak keluar... akhirnya mencari jalan sendiri.”
2. AUTOIMUN
“Aku muncul saat kamu terus melawan dirimu sendiri.
Di luar kamu bilang ‘aku kuat’, padahal di dalam kamu lelah.
Tubuhmu ikut bingung,
karena kamu tak pernah jujur pada rasa.”
3. KANKER
“Aku besar dari luka yang kamu kunci rapat.
Maaf yang tak pernah terucap.
Tangis yang tak pernah tumpah.
Sakit hati yang tak pernah sembuh.”
4. STRES KRONIS
“Aku bukan cuma di pikiran.
Aku masuk ke tidurmu, ke makananmu, ke napasmu.
Kamu bilang ‘aku baik-baik saja’,
padahal tubuhmu berteriak minta istirahat.”
5. INSOMNIA
“Aku datang karena kepalamu tak pernah benar-benar berhenti.
Kamu rebah, tapi pikiranmu masih berlari.
Kapan terakhir kali kamu benar-benar tenang?”
6. SAKIT MAAG / LAMBUNG
“Aku perih karena kamu terlalu sering ‘menelan’ keadaan.
Tidak enak hati.
Tidak enak menolak.
Tidak enak berkata jujur.”
Cukup...
Tubuh bukan musuh.
Ia hanya alarm.
Belajar dengarkan sebelum ia teriak lebih keras.
Fun fact...
Islam adalah agama yang banyak menggunakan air. Wudhu, mandi besar, bersuci itu membutuhkan air.
Maka... umat Islam seharusnya peduli dengan kelestarian air bersih. Jangan dikit² buang sampah di sungai.
Yang paling ngena dari podcast mereka adalah:
1. Kerja keras dg rezeki ga selalu berkaitan
2. Klo berkaitan, yg paling kerja keras harusnya paling sejahtera dong?
3. Rezeki itu pemberian Allah. Tugas kita hanya berusaha, perkara Allah ngasih/gak, di luar kontrol kita
4. Kita bekerja utk bersyukur terhadap kemampuan kita (menggunakan potensi yg dikasih Allah utk kita)
Lama kali aku merenung maksud empat poin tsb sampai akhirnya aku jd terpuaskan.
Selama ini kita stres krn merasa udah bekerja keras segitunya, tp tetep aja gagal. Tetep aja belum sukses, tetep aja kecewa.
Jangan2 selama ini krn berekspektasi klo udh berusaha sekeras mungkin, hasilnya pasti indah. Padahal belum tentu.
Klo Allah belum mau ngasih, atau emg belum waktunya, kita bisa apa?
Kerjakan apa yg ada di genggaman saat ini, serahkan hasilnya pada Allah, apa pun hasilnya yakini itu takdir baik dari-Nya utk kita.
Memahami ini bikin aku jd jauh lebih tentram & tenang.
Kamu termasuk orang yg sabar bgt atau gampang emosi?
Aku barusan nonton podcast ini, dan isinya ngubah mindset aku sebagai orang yg masih sulit utk kontrol emosi.
Di video ini, Ustadz Felix bilang bahwa di zaman Rasulullah SAW ada seorang perempuan yang memiliki penyakit epilepsi. Perempuan tersebut meminta kepada Rasulullah SAW utk berdoa memohonkan agar penyakit epilepsinya disembuhkan Allah SWT.
Lalu apa respon Rasulullah SAW?
Pernah lihat orang yg rezekinya kayak ngalir terus?
Biasanya mereka bukan yg paling pintar...
Tapi:
– Jarang ngeluh
– Hatinya mudah senang
– Nggak silau lihat orang lain naik
– Tulus bantu, tanpa pamrih
– Nggak pelit juga nggak ngemis
Mereka selaras. Dan semesta suka itu.
@perogeremmer Duit itu semakin ditahan-tahan, makin ga betah dan gamau dateng. Terserah mau percaya apa engga, uang itu bentuk dari energi juga, jadi harus selalu di alirkan. Kalo buat diri sendiri aja masih pelit, hati2 sih. Rasa kekurangan hanya akan menarik kekurangan
Kenapa banyak yang nggak tahu
Napas bau = usus kotor
Jerawat muncul = usus kotor
Perut kembung = usus kotor
Susah turun BB = usus kotor
Antibodi lemah = usus kotor
Craving terus = usus kotor
Sakit kepala = usus kotor
Perut buncit = usus kotor
Insomnia = usus kotor