Bahlil Lahadalia punya dua pencapaian yang susah ditandingi menteri manapun dalam satu kabinet.
Pertama: 1 Februari 2025, dia larang pengecer jual gas LPG 3 kg.
Rakyat antre berjam-jam.
Seorang ibu lansia di Pamulang meninggal kelelahan di antrean.
Bahlil bilang "tidak ada kelangkaan."
Warga di depan mukanya teriak: "anak kami lapar, Pak."
Kebijakan itu bertahan 4 hari sebelum Prabowo sendiri yang batalkan.
Kedua: Oktober 2024, dia lulus S3 di UI dalam 1 tahun 8 bulan, cumlaude.
Disertasinya kemudian ketahuan: similarity index 95% dengan karya mahasiswa UIN Jakarta di Turnitin.
Dewan Guru Besar UI rekomendasikan pembatalan disertasi.
Empat pelanggaran akademik ditemukan.
UI minta maaf ke publik. Gelar doktor-nya ditangguhkan.
Bahlil menanggapi soal gas LPG: "Kesalahan itu tidak usah disampaikan ke siapa-siapa."
Menteri yang kebijakan energinya dibatalkan presiden sendiri dalam 4 hari.
Dan gelar akademiknya ditangguhkan karena pelanggaran etik.
Keduanya dalam satu periode jabatan yang sama.
Saudara kandung gw seorang psikolog yg sehari-hari kerjaannya dengerin dan beresin isi kepala orang lain yg berantakan. Pas kita lg kumpul kemarin, dia buka obrolan.
Dia bilang, "lo tau nggak paradoks paling lucu dari profesi gw?"
Dia cerita, pernah nanganin pasien yg semuanya punya pola masalah yang sama. Mereka gak ada yang bener2 sakit secara fisik, tapi badannya rontok karena pikirannya selalu merantau ke masa lalu atau masa depan.
Siksaan batin yg dijelasin saudara gw ini namanya Mental Time Travel.
Kondisi dimana otak kita terlalu canggih sampe bisa loncat ke masa lalu buat nyeselin hal yg udah lewat, atau loncat ke masa depan buat nyemasin hal yg belum tentu terjadi.
Efeknya? Lo kehilangan masa kini. Lo lagi makan makanan enak tapi nggak ngerasain rasanya, lo lagi jalan sama anak-istri tapi pikiran lo lagi sibuk mikirin cicilan 5 taun ke depan, atau sibuk nyeselin blunder kerjaan minggu lalu.
Dia cerita, banyak pasiennya yg kalau malem sebelum tidur, otaknya kayak muter kaset rusak. Mereka selalu terjebak di zona "Regret & What if"
"Kenapa ya dulu gw gak ambil kesempatan itu?"
"Gimana kalau nanti umur 40 gw mendadak di PHK dan gak punya tabungan?"
Siksaan batinnya adalah masa lalu udah jadi abu, masa depan masih jadi kabut, tapi lo ngorbanin satu2nya hal nyata yg lo punya sekarang, yaitu detik ini. Lo dapet capeknya, tapi gk dapet solusinya.
Gw tanya ke dia, "Kenapa otak kita secara psikologis bisa se terjebak itu?"
Dia jelasin kalau secara evolusi, otak manusia itu emg didesain buat bertahan hidup dg cara mengantisipasi bahaya (masa depan) dan belajar dari kesalahan (masa lalu).
Tapi di jaman sekarang, insting itu malah jadi bumerang. Tiap hari kita liat pencapaian orang lain di medsos yg bikin kita cemas ama masa depan kita sendiri.
Kita dipaksa buat selalu berlari ngejar target, sampe lupa caranya berhenti sebentar buat napas.
Ada satu istilah psikologi yg ngena banget buat kondisi ini:
"The Illusion of Control"
Kita mikir dg merenungkan masa lalu berulang kali, kita bisa mengubah rasa bersalah kita. Atau dengan mencemaskan masa depan, kita bisa mengendalikan hasil akhirnya.
Padahal itu semua cuma ilusi. Satu2nya momen dimana lo punya kekuatan penuh buat bertindak dan mengubah sesuatu itu cuma ada di masa kini.
Gimana cara kita buat lepas dari penjara waktu ini?
Saudara gw kasih terapi simpel yg biasa dia kasih ke pasiennya:
Grounding Technique (5-4-3-2-1)
Pas pikiran lo mulai melayang entah ke taun berapa, paksa mata dan tubuh lo buat fokus ama sekitar.
Sebutin 5 benda yg lo liat sekarang, 4 hal yg bisa lo sentuh, 3 suara yg lo denger, 2 bau yang lo cium, dan 1 rasa di lidah lo.
Cara ini bakal menyeret paksa kesadaran emosional lo kembali ke realita tempat lo berdiri.
Langkah kedua adalah bergaul sama kenyataan, bukan asumsi.
Kurangi bikin skenario terburuk didalam kepala. Kalau emg ada hal yg perlu disiapin buat masa depan, tulis di kertas jadi action plan yg nyata, after itu tutup bukunya.
Belajarlah buat menikmati hal-hal kecil yang gratis.
Dinginnya air pas lo wudhu atau cuci muka, angetnya obrolan ama pasangan sebelum tidur, atau rasa pahit manisnya kopi yg lagi lo seruput.
Pesan dari saudara gw ini:
Masa lalu itu udh selesai tugasnya, dan masa depan itu bukan urusan lo sekarang.
Satu2nya tanggung jawab lo adalah menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya.
Jgn biarin hidup lo lewat begitu aja cuma karena lo terlalu sibuk jadi penjelajah waktu di dalam kepala lo sendiri. Rebut kembali kendali pikiran lo mulai hari ini.
tulisan by ryn pedia
cc: istory selebriti (facebook)
This story gets so much worse. Apparently this all started because police were called out for a disturbance after her husband broke their tv out of anger after finding out his brother was killed by Israel in Gaza. The husband is Palestinian. When the police were taking him into custody his wife stopped them because she wanted to accompany him and that is when the officer threw her on the ground for “interference.” The couple was cooperative with the police the entire time and yet this is how they were treated.
She delivered the baby prematurely because of the physical trauma on her body but thankfully both she and the baby survived and are in good health. She easily could have miscarried.
This entire police department should be investigated and that officer should be arrested and charged with aggravated assault.
Terbongkar! Intimidasi terhadap mama Yasinta dilakukan oleh TNI dan PT Jhonlin Group yang dimiliki oleh Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.
___
Tanah Air, Kemerdekaan, dan Perdamaian!
#laolao_papua
🚨BREAKING: A Palestinian girl in Gaza wore her orange Eid dress, waiting to celebrate Eid al-Adha with her family. Minutes later, an Israeli missile struck their building, killing them all.
10 Palestinians were killed and dozens of neighbors injured in the massacre.
WOW
A website is DOCUMENTING Israel’s crimes with GEOLOCATION, dates, categories of crimes, and footage of the incidents themselves.
One click and you can see EXACTLY what Israel did.
An enormous digital archive built for ACCOUNTABILITY.
Link: https://t.co/TWKgXJ41NC
Direct Link: https://t.co/qWkrhx1FT7
#intinyadeh operasi militer terjadi di Kab. Puncak, Papua Tengah 14 Apr lalu.
Aliko Walia, anak laki2 usia 8 thn, tertembak peluru di dada kanan, akhirnya meninggal di RSUD Mulia setelah 36 hari dirawat.
Aliko ditembak bersama ibunya Wundilina Tabuni (40) yg tewas di tempat.
"Pesta babi itu fitnah"
"Kita semua udah tau tendensi pesta babi"
"NGO tengik cuma mau indonesia lemah"
Trus kejadian anak kecil mati ditembak, bacot lu pada ngentot
#intinyadeh abis paparan Presiden Prabowo di DPR, mic Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bocor, kedengeran blg:
"Jgn teriak "Hidup Jokowi""
Viral, byk dikomentari netizen.
Salah seorang diintimidasi nomor WA gak dikenal, suruh hapus tweet:
“Klo gak mau masalah, segera hapus”
Doa itu ranahnya warga yg ga bisa ikhtiar karena ga punya kuasa.
Kalo lu kuasa punya, tapi cuma doa doang lah apa gunanya lu dibayar dari uang pajak kami?
Lagian, yg kmren ngebet join BoP alasannya biar bisa negosiasi dengan Israel siapa? Buktiin justifikasi yg kmrn2 itu
UPDATE
9 WNI diikat tangan (zip-tied) & dianiaya di Pelabuhan Ashdod, Israhell bersama ratusan aktivis kemanusiaan dari armada kapal kemanusiaan Global Sumood Flotilla yang diculik Israhell sejak kemarin. (Video2 di utas)
Mereka dipaksa dengarkan lagu kebangsaan Israel “Hatikvah” & dipaksa ucapkan “Am Yisrael Chai” (Hidup bangsa Israhell) 🤬🤬
Ratusan aktivis dengan puluhan kapal ini membawa bantuan makanan bayi, susu, obat-obatan, pembalut perempuan, & suplai untuk ibu hamil serta anak2 di Gaza, Palestina.
(1)
Dokter konfirmasi: Andrie Yunus cuma bisa lihat cahaya, tak bisa baca huruf lagi. Cacat permanen.
Sementara korban kehilangan masa depannya, pelaku di sidang malah sibuk drama dan "overacting". Di mana nurani penegak hukum kalau kejahatan sebiadab ini masih coba diperhalus narasinya? Keji!
https://t.co/yiyjrhEJnN