Bapak ini harus viral, bayangin guru honorer gaji 2juta harus ngayuh sepeda dari Jakbar - Jakut setiap hari demi mengajar karena motornya hilang
🎥: https://t.co/KQnF3fWrQQ
Sebuah video percakapan hangat antara Mr. Komang dan seorang wisatawan bernama Peter mendadak viral.
Dalam dialog tersebut, Mr. Komang menjelaskan bahwa shalat bukan sekadar rutinitas, melainkan momen sakral untuk melepas beban duniawi dan berserah diri kepada Sang Pencipta.
Peter tampak terkesan dengan penjelasan logis mengenai filosofi gerakan ibadah tersebut.
Aksi Mr. Komang ini pun banjir pujian warganet karena dinilai berhasil memperkenalkan wajah Islam yang damai sekaligus mempererat toleransi antarbudaya di Pulau Dewata.
-
Selengkapnya kunjungi website dengan klik link di bio atau download aplikasi di AppStore dan Google Play Store.
#inilahNews #Bali #Inilahcom #TitikTengah #titikcerah
PoV: ibu ini sempat kebingungan mencari anaknya kesana-kemari didalam rumah, tenyata ini 😭😭😭
Endingnya: ternyata anak itu sedang belajar bagaimana cara wuduk yang benar di kamar mandi menggunakan buku yang diberikan oleh orang tuanya ⚘❤
🎥 artihijrah
Nampak sebuah truk gagal di tanjakan curam hingga mengeluarkan asap. Seorang warga dengan sigap dan tanpa takut, lari membawa ganjal kayu untuk menahan roda. Sopir yang merasa terbantu mencoba memberikan imbalan, namun warga tsb menolak, dimana ia menjunjung tinggi kemanusiaan.
Bisa dicontoh penerapan Zipper Merger ini, untuk mengurangi penumpukan kendaraan, sehingga tidak ada jalur persimpangan yang terhenti karena setiap mobil akan terus bisa jalan saling bergantian..
Rumput ini sangat sering ditemukan di lahan kita. Selain bikin capek, karena susah nyabutnya sebenarnya rumput ini memberikan sinyal lain.
Ada yang sadar ?
Daniel: Yang nonton bisa aja diaspora yang punya skill yang dibutuhkan negara, tapi gara2 lihat lo dikasusin gini jadi "tuh kan, ga guna berbakti sama Indonesia"
Lo ada pesan ga buat mereka yang mau kontribusi buat negara? Kalau lo ada kesempatan berbakti lagi gimana?
Ibam: 👇🏼
Setelah lama gak bikin konten, King Timothy balik lagi dengan topik yang langsung bikin gw mikir panjang.
Dan ini bukan konten biasa.
Dia ngejelasin satu hal yang sebenernya udah terjadi di depan mata kita tapi hampir gak ada yang sadar.
Kenapa lo bisa kerja keras 20 tahun tapi tetap gak kaya?
Bukan karena lo kurang usaha. Bukan karena lo kurang pintar. Tapi karena uang yang lo kenal selama ini itu rusak.
Gini cara kerjanya.
Setiap kali pemerintah cetak uang baru nilai uang yang lo pegang itu turun. Lo gak ngerasa langsung. Tapi efeknya nyata. Bakso yang dulu 10 ribu sekarang 25 ribu. Rumah yang dulu 500 juta sekarang 2 miliar. Bukan karena barangnya makin bagus tapi karena uangnya makin gak berharga.
Dan ini yang paling nyelekit
Inflasi ini gak merampok semua orang secara sama rata. Dia cuma merampok orang yang gak punya aset.
Orang yang punya properti, saham, bisnis mereka justru diuntungkan inflasi. Karena aset mereka nilainya naik. Sementara orang yang cuma pegang uang cash dan tabungan biasa nilai simpanannya pelan pelan kemakan.
Jadi sistemnya dari awal emang bikin gap itu makin lebar.
Yang udah punya aset makin kaya. Yang belum punya aset makin susah buat mulai.
Dan sekarang ada ancaman baru yang lebih gede lagi AI.
Pekerjaan makin banyak yang digantikan mesin. Uangnya udah rusak. Dan gap nya bakal makin gila dalam 3 sampai 5 tahun ke depan.
Timothy bilang satu kalimat yang gw gak bisa lupa
Kerja keras itu mesinnya.
Tapi bahan bakarnya adalah aset yang langka dan diinginkan banyak orang.
Nabung doang gak akan selamatkan masa tua lo. Lo harus mulai ngerti cara mainnya sebelum ketinggalan terlalu jauh.
Seminggu terakhir lagi dengerin band Kanada namanya Angine de Poitrine yang lagi jadi omongan di mana-mana.
Musiknya aneh, tapi berasa fresh, engaging at the same time. Sangat artsy, mereka memuja piramid dan hot dog.
This is how humanity could beat AI, guys.
2026
Betapa kejamnya pemerintah membiarkan rakyat kecil berjuang sendiri membangun sekolah seadanya, tanpa uluran tangan sedikit pun. Anak2 SD itu duduk di lantai tanah, berdinding bambu, beratap rapuh—sementara pejabat sibuk berjanji. Namun guru & murid tak sudi menunggu Jakarta