Pelarangan atau pembubaran nobar film pesta babi justru memicu Streisand effect, membuat film itu makin dicari dan dibicarakan.
Apalagi saat ini era digital. Zaman Orba dulu mungkin kontrol terhadap pemutaran film masih efektif karena distribusi bergantung pada bioskop dan televisi. Sekarang orang bisa menonton lewat gawai pribadi, berbagi potongan video, diskusi di media sosial, atau mengakses file secara informal.
Yang juga penting, tindakan pelarangan sering memberi sinyal politik. Ketika sebuah karya dianggap perlu dibatasi, orang akan bertanya “Apa yang begitu mengganggu dari film ini?” Rasa ingin tahu itu bisa berubah menjadi legitimasi bagi narasi film tersebut, bahkan sebelum orang menontonnya. Akibatnya, aparat atau institusi yang melarang justru tanpa sadar ikut membangun persepsi bahwa film itu “mengandung kebenaran yang ditakuti”.
Orang demo itu buat kau juga. Negara ini kalo jadi bagus, dapat kerja tidak perlu jual sawah. Atasanmu itu duduk enak dapat uang banyak. Kok ya patuh sama dia. Goblok!
Anjing perunggu udah capek capek naikin lagi semangat alternative rock malah dibilang gaada cok.
Eh tapi perunggu itungannya alt rock kan yak (bertanya dengan nada dasar G)